
Cetiya yang diberi nama Tipadma, yang terletak di Jl. Udang Tegal merupakan embrionya Metta Vihara, umatnya terus berkembang dengan pasang surut. Menurut mendiang Bapak Tan Kiam Soen, Metta Vihara diresmikan oleh Bhikkhu Narada Mahathera dari Sri Langka bersama Bhikkhu Khemasarano pada 12 Desember 1969 di Jl. MT. Haryono 22 Tegal, dengan diawali prosesi dari halaman Klenteng Tek Hay Kiong Yayasan Tri Dharma Tegal di Jl. Gurami karena sebelumnya kegiatan dilaksanakan di Klenteng Tek Hay Kiong.
Umat Buddha Tegal diperkenankan memakai salah satu gudang milik salah satu simpatisan untuk dijadikan sebuah Vihara, walaupun bangunan tersebut hanya sebuah gudang tapi bagi kami sudah lebih dari cukup karena jasa yang luar biasa kami diperkenankan menggunakan bangunan tersebut lebih dari 30 tahun. Pada tahun 1996 Yayasan Metta Jaya membentuk Panitia Penghimpunan Dana Pembangunan Metta Vihara, dengan menyelenggarakan arisan berhasil menghimpun dana, sehingga pada tahun 1999 berhasil membeli sebidang tanah di Jl. Udang No. 8 Tegal, kemudian Oktober tahun 1999 dilaksanakan upacara peletakan batu pertama sebagai awal dari dimulainya pembangunan Metta Vihara Tegal yang telah lama diidamkan, hingga pada tanggal 21 Maret 2001 dengan prosesi dilaksanakan pemindahan Rupang Buddha Gautama dari Jl. MT. Haryono menuju Jl. Udang merupakan awal dari dimulainya kegiatan pengembangan Buddha Dhamma di Jl. Udang dan pada 22 Juli 2001 selesai sudah proses pembangunan Metta Vihara, peresmian terlaksana dengan meriah dihadiri oleh Walikota Tegal Bapak Adi Winarso. Kini tantangan telah menanti kita untuk memelihara Vihara tercinta yang kita bangun dengan susah payah.
Pada tahun 2008 didatangkan Buddha Rupang dari Thailand yang terbuat dari logam sedangkan Buddha Rupang yang lama yang terbuat dari fiber ditempatkan di ruang penghormatan leluhur Adi Guna Sarana.
Vihara ini mempunyai beberapa ruangan, yaitu Dhammasala, Ruang Serbaguna, Ruang Penghormatan Leluhur dan Kuti.

Dhammasala
Ruang serbaguna digunakan untuk rapat, pelajaran sekolah minggu, latihan menyanyi dan dhammaclass.

Ruang Serbaguna dari luar

Ruang Serbaguna dalam
Ruang Penghormatan Leluhur Adi Guna Sarana digunakan untuk memasang foto para leluhur kita yang telah tiada. Setiap hari uposatha gelap dan uposatha terang diadakan kebaktian jam 19.30

Ruang Penghormatan Leluhur dari luar

Ruang Penghormatan Leluhur dalam

KUTI

Ruang makan untuk para Bhikkhu
Seperti tampak pada foto paling atas, Metta Vihara juga memiliki relief kehidupan Sang Buddha dari lahir hingga parinibbana.
|
 |
|
 |
 |
|
Kelahiran Pangeran Sidharta |
|
Pertapa Siddharta Gotama mencapai Kebuddhaan |
Sang Buddha Parinibbana
|
Metta Vihara juga memiliki sebuah pohon Bodhi yang walaupun tidak terlalu besar tapi daunnya tidak kering. Di bawah pohon terdapat patung kecil Buddha yang ditaruh untuk simbol penghormatan kepada Sang Buddha.
0 |
 |
|
Ada 3 sarana untuk penghormatan, yaitu Stupa, Pohon Bodhi dan Buddha Rupang di Dhammasala

Stupa

Pohon Bodhi

Buddha Rupang di Dhammasala