 Dalam rangka untuk memberikan bahan pengetahuan berorganisasi kepada teman-teman yang baru mulai aktif berorganisasi, DPD Patria DKI Jakarta akan segera menerbitkan buku yang berjudul Penuntun Berorganisasi. Buku ini disusun oleh Dharma K. Widya, Ketua Bidang Pendidikan PP MAGABUDHI. Buku ini memuat berbagai aspek dalam berorganisasi, seperti pengertian organisasi, visi-misi, struktur organisasi, administrasi, manajemen, kepemimpinan, etika berorganisasi, motivasi, komunikasi. Buku ini diharapkan pula dapat menjadi bahan dalam kursus latihan kepemimpinan berbagai organisasi Buddhis, agar dapat meningkatkan kualitas dan kemampuan anggotanya dalam penyelenggaraan organisasi.
Agar dapat dibaca dan dipelajari oleh banyak orang, buku ini akan dicetak dalam jumlah yang banyak pula. Untuk itu, terbuka kesempatan kepada Anda berbuat baik dengan memberikan dana untuk penerbitan buku ini. Harga per buku ini sebesar Rp. 10.000,-. Anda dapat menyetorkan/mentransfer dana Anda ke rekening BCA DPD Patria DKI Jakarta atas nama Unico Husien dan Sinta, nomor rekening 10621 27559. Untuk memudahkan pengenalan dana Anda, mohon kesediaan Anda untuk memberikan nominal yg unik.
Contoh : Arie - Rp. 1.000.018.
Mohon diberikan konfirmasi bahwa Anda sudah menyetorkan /transfer dana Anda melalui SMS ke no 0899 933 5987 (Ria Junita), atau melalui email ke alamat
This e-mail address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it
, atau bukti transfer difax ke no 021-6521727
Nama-nama donatur akan dicantumkan di halaman belakang buku. Donatur yg bersedia namanya dicantumkan, mohon memberikan nama lengkap. Mohon kiranya kesediaan Anda untuk menyebarkan informasi ini kepada teman-teman yang lain, agar terbuka pula kesempatan bagi mereka yang ingin melakukan karma baik. Kami ucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya atas perhatian dan dana Anda.
Jakarta, Januari 2010.
Mettacittena,
DPD PATRIA DKI Jakarta
Buku ini telah diberikan testimoni oleh orang-orang hebat, silakan lihat dibawah ini :
Buku ini merupakan usaha yang serius untuk merangkum berbagai topik dalam kepemimpinan oganisasi sosial, berguna bagi mereka yang ingin melihat dengan cepat komponen apa saja yang ada dalam sebuah organisasi dan apa artinya. Buku ini membahas berbagai hal yang mendasar sehingga akan mengurangi berbagai perdebatan yang tidak perlu. [ Steve Sudjatmiko, MBA]
Banyak orang yang tidak punya pilihan menolak ketika tiba-tiba dipilih menjadi pengurus sebuah organisasi. Tanpa modal pengetahuan yang memadai tentang apa itu organisasi, manajemen organisasi, job desk, rapat, laporan, dan seterusnya ia pun ‘terpaksa’ terperangkap dalam organisasi itu. Kinerja yang prima dan memenuhi target tentu menjadi sebuah berkah jika akhirnya dapat digenapi. Sayangnya, banyak yang tidak mencapai garis finish itu secara smart, sistemik, teratur dan terukur (kinerja dan hasilnya). Laporan akhir itu seolah menjadi laporan kerja demi kebutuhan rutinitas organisasi semata. Nah, melalui buku Penuntun Berorganisasi ini, kelemahan, kekurangan dan ketidakberdayaan itu terjawab sudah. Melalui buku yang ditulis oleh seorang praktisi organisasi terkemuka, yang kenyang dengan teori literatur dan empirik ini, waktu kita untuk mencapai tujuan organisasi terasa semakin singkat dan padat. Bacalah dan buktikan segera ! [ DR. Ponijan Liaw, M.Pd., Penulis Buku-buku Bestseller Komunikasi & Zen]
Berorganisasi itu banyak manfaatnya, baik bagi kita sendiri maupun masyarakat. Melalui organisasi, kita belajar mengkoordinir banyak orang, belajar melayani orang lain, belajar memahami mereka, dan belajar menempa diri kita untuk menjadi lebih baik. Berorganisasi jangan hanya menyibukkan diri kita, tetapi juga harus membuat diri kita lebih maju dalam kemandirian, kematangan, dan makin "kaya" dengan kebajikan. Buku ini mengulas cara berorganisasi yang dilandasi Ajaran Buddha. Anda bisa menjadi organisator yang berprestasi, dan sekaligus berbudi pekerti baik. [Ir. Silakumaro Tonny Coason, Ketua Umum PATRIA Periode 2000-2003/2003-2006]
Banyak orang yang bisa memajukan organisasinya, tetapi menempuh cara-cara yang kurang baik. Prestasi dan kemajuan menjadi tujuan utama. Mereka lupa bahwa organisasi itu hanyalah alat, yang harus bisa membawa kita pada kemajuan bersama. Kalau organisasi berkembang, tetapi organisatornya merosot dalam moral, maka hal ini dapat dikatakan : gagal. Dengan berpedoman pada cara berorganisasi yang baik, berpedoman pada Sabda Guru Agung Buddha, kita akan menjalankan organisasi dengan baik untuk kepentingan bersama. [ Lie Harja Sigit, Pengusaha/Aktivis Buddhis ]
Buku ini sangat layak untuk dibaca dan dijadikan bekal untuk mereka yang aktif dalam organisasi apapun, agar tidak menjadi penyulit bagi orang lain. Banyak orang tidak tahu harus berbuat apa dalam situasi yang sulit, namun merasa malu untuk bertanya, sehingga banyak urusan yang tertunda dan membuat banyak orang menderita. [ Dr. R. Surya Widya SpKJ, Pandita Sasanadhaja, Ketua Umum PP MAGABUDHI ]
Buku yang sudah lama dicari, karena biasanya yang ada kurang Buddhistis, cocok untuk menjadi panduan bagi pengurus dan anggota organisasi. Semoga dengan adanya buku ini organisasi di kalangan KBTI bisa lebih baik lagi. [ Ir. Susi Martani, Ketua Umum WANDANI ]
Banyak sahabat/ famili heran melihat saya mengorbankan begitu banyak waktu untuk organisasi sosial, padahal apabila waktu yang dipergunakan untuk organisasi sosial dialihkan untuk bekerja mengembangkan profesi , maka sudah berapa besar income yang akan didapatkan. Lalu saya sampaikan kisah nyata pasien saya di rumah sakit tempat saya bekerja :
* Seorang wanita tua mewariskan seluruh harta kekayaannya yang sangat banyak kepada 11 orang anak kandungnya, tetapi tak seorang anaknya pun bersedia menunggu saat-saat terakhir sang nenek akan menghembuskan nafas penghabisan. Hanya pembantu setia yang mendampinginya sambil menghapus tetesan air mata dari kedua kelopak mata sang nenek yang menunjukkan kekecewaannya yang sangat mendalam.
* Seorang nenek lain, hidup cukup walaupun tidak terlalu banyak harta, bermoral baik, aktif berorganisasi dan rajin bermeditasi. Saat kematiannya datang, ia sadari dengan penuh keseimbangan dan tersenyum bahagia mengingat hasil karya sosial yang sudah dilaksanakan dengan tulus sepenuh hati sepanjang hidupnya. Dan kini ... walaupun sudah lama beliau wafat, upacara peringatan hari kematiannya masih dirayakan oleh warga yang sudah menerima manfaat dari kebajikannya.
Banyak sahabat saya yang alergi / takut kalau diajak berorganisasi (mungkin trauma masa lampau). Ada yang dengan polos/ jujur mengatakan takut/ malas/ tidak mau / tidak dapat ijin / tidak punya waktu, ada juga yang spontan menanyakan apa saja keuntungan yg akan didapatkannya dengan berorganisasi ?
Memang tidak semua orang bisa mengabdikan diri melalui organisasi, ada yang bisa tapi tidak mau, sebaliknya ada yang mau tapi tidak bisa. Oleh karena itu buku ini sangat diperlukan untuk semua aktivis muda sebagai buku pegangan untuk memulai berorganisasi, dan meningkatkan kualitas kinerja berorganisasi bagi aktivis senior. Terima kasih kepada Dr. Dharma Kumara Widya, SpAK yang sudah begitu teliti merangkai tulisan untuk menyusun buku ini dengan sangat baik sekali. Semoga kita bisa meningkatkan kemampuan berorganisasi dengan meneladani pengalaman para tokoh seperti yang sudah dipaparkan oleh penulis buku ini.
" Semua yang kita simpan, kita tinggalkan; semua yang kita berikan, itulah yang kita bawa"
[ Dr. S. Mettasari I., MM, Ketua Karuna Mitta ]
Buku ini telah disusun dengan baik dan lengkap, kiranya lebih dari cukup bagi pemula untuk dapat memahami bagaimana cara berorganisasi yang seharusnya. Buku ini dapat menjadi acuan dasar untuk menjadi pemimpin yang baik. Yang paling penting, sesudah membaca buku ini hendaknya dapat pula mempraktekkannya dalam hidup sehari-hari dan belajarlah menjadi pemimpin dari sekarang dalam organisasi maupun di luar organisasi. [ Ir. Nanda Widya, pengusaha ]
Memasuki tahun baru 2010 ini DPD PATRIA DKI Jakarta membuat gebrakan baru dengan menerbitkan buku bertema organisasi, berjudul “Penuntun Berorganisasi” buah tangan pakar organisasi buddhis Dr. Dharma K. Widya yang sudah bertahun-tahun melanglang buana di belantara organisasi buddhis, sosial, maupun kemasyarakatan, mulai dari jaman Mapanbudhi (Majelis Pandita Buddha Dhamma Indonesia), sampai jaman Magabudhi sekarang ini. Buku ini memberikan tips yang sangat praktis dan petunjuk yang sangat bermanfaat bagi praktisi organisasi, terutama - walaupun tidak terbatas pada - organisasi buddhis, mengenai cara berorganisasi yang baik, sehingga diharapkan para pelaku organisasi bisa senantiasa meningkatkan kemampuan diri maupun kelompoknya dalam mengembangkan dan meningkatkan kualitas organisasinya.
Berbagai kutipan dari pakar organisasi dan pakar manajemen kelas dunia seperti Steven Covey, Michael Gray, Peter Drucker & Warren Bennis, Jack Trout, sampai ke mantan perdana menteri Inggris Winstone Churchill, mantan presiden Amerika Serikat Jimmy Carter, mantan presiden Philipina Corazon “Cory” Aquino, bahkan Walt Disney yang sangat terkenal dengan Disney Land, Disney World, dan Disney Sea nya, turut mewarnai buku ini, demikian pula kutipan dari pihak “dalam” seperti dari visi Keluarga Besar Buddhis Theravada Indonesia, Mangala Sutta yang turut mewarnai buku ini, beserta beberapa contoh nyata dalam berorganisasi, membuat buku kecil ini layak dibaca dan perlu. Semoga buku ini dapat memberikan manfaat sebesar-besarnya kepada setiap organisasi, terutama organisasi buddhis, sebagaimana penutup yang ditulis penulis yang juga pakar akupunktur ini, “Why Not ?” - Mengapa Tidak ?.
[ Ir. Buyung Wahab, MM ]
|