Baper di PBT III Sumut

01PBT (PATRIA Basic Training) III Sumut: Sssstt… Ada yang Baper PBT 2016 merupakan pelatihan yang ketiga kalinya diselenggarakan oleh Sumut, diikuti lebih dari 50 peserta dari ketiga DPC yang ada di Sumatera Utara yaitu DPC Medan, DPC Asahan, dan DPC Deli Serdang. Mengusung tema “Bermoral, Mandiri, Berwawasan”, acara berlangsung selama 3 hari 2 malam, 10-12 September 2016, berlokasi di dataran tinggi Sibolangit.


Para peserta diberikan berbagai materi oleh empat narasumber berpengalaman yang terdiri dari anggota BPO, yaitu Laurensius Widyanto (DKI Jakarta), Tri Widiyanto (Yogyakarta), Erlin Sulisthio (Samarinda), dan Paulus (Sumatera Utara). Masing-masing pemateri memiliki ciri khas dan gaya penyampaian yang berbeda satu dengan lainnya sehingga mampu memancing antusiasme para peserta dalam mengikuti kegiatan maupun games, walaupun sedikit terlihat wajah-wajah letih karena seharian penuh berada di dalam ruangan. Terbukti bahwa menghadirkan empat pembicara sekaligus dalam PBT kali ini, membuka wawasan sekaligus memperkenalkan organisasi PATRIA bagi para anggota baru, khususnya teman-teman dari daerah.

Materi yang disampaikan tidak melulu soal prinsip organisasi dan kepemudaan, tetapi peserta juga diberikan sedikit pemahaman akan kebanggaan menjadi seorang Buddhist. Selain itu, peserta juga diajak mengenal diri sendiri lebih spesifik oleh Erlin Sulisthio melalui doodle dan graphic test. Sesi games dan challenge yang tidak kalah seru yaitu mematahkan pensil dengan jari, meniup balon sampai pecah, mengalahkan rasa takut dengan berjalan di atas bara api, hingga kejutan bagi yang berulang tahun di bulan September.

Dilanjutkan dengan sharing bersama senior PATRIA, yaitu Sdr. Johnny dan Sdr. William selaku founder member PATRIA Sumut. Para senior menceritakan pengalamannya selama bergabung di kepengurusan PATRIA pada masanya, bagaimana awalnya mereka bergabung karena ‘dijebak’, suka duka membangun organisasi sosial berbasis keagamaan, dan strategi pendekatan sesuai dengan ciri khas di setiap daerah. Hal ini menegaskan pemahaman tersendiri bagi para anggota PATRIA Sumut, bahwa menjadi berbeda dengan daerah lain bukanlah suatu hal yang buruk, karena masing-masing daerah harus memiliki kreativitas dalam mengelola organisasinya. Sangat menginspirasi.

Salah satu animo terhangat dalam forum ini adalah ketika sesi gift card, dimana masing-masing peserta mengisi kartu ucapan terima kasih untuk orang-orang terdekat yang berjasa selama ini. Siapa sangka bahwa yang paling banyak mendapatkan gift card ternyata adalah ketua DPD PATRIA Sumut, Sdr. William Jotikaro. Ya, terbukti pengabdiannya selama ini merupakan dana jasa terbaik yang dapat dirasakan oleh kami semua. Rasa haru meliputi ruangan sore hari itu, satu per satu dari kami membacakan ucapan terima kasih kepada Bapak Ketua, dan sepertinya Beliau larut terbawa perasaan sehingga tidak dapat menahan air mata yang perlahan mengalir. Karena tidak sanggup berkata-kata lagi, akhirnya sesi tersebut ditutup dengan satu kalimat pamungkas oleh Sdr. William, “Apa yang saya dapatkan dari PATRIA, sebisa mungkin akan saya kembalikan pada PATRIA”. Singkat, tegas, dan dalam maknanya!

Pada hari terakhir, peserta diminta memberikan kesan dan pesannya terhadap kegiatan ini sebelum mendapatkan sertifikat kelulusan. Disini terasa keakraban antar peserta dengan panitia maupun Vijjaduta. Banyak kejutan yang terjadi dan tidak disangka-sangka sebelumnya pada PBT ini, seperti Vijjaduta dadakan, menu makanan vegetarian yang tentu saja menyebabkan para peserta anti-vege kebingungan. Serta terbentuknya geng yang terdiri dari kelompok pro kopi dan kelompok pro teh, dipelopori oleh kedua pembina PATRIA. PBT ini juga disponsori oleh kopi ala penikmat sejati Sdr. Paulus dan teh Sri Lanka sebagai oleh-oleh dari salah satu teman kita yang mengikuti International Buddhist Youth Exchange (IBYE) bulan lalu. Tidak ketinggalan durian asli tanah Toba dari Sdr. Johnny turut meramaikan menu BBQ.

Selain itu reaksi para peserta terhadap challenge berjalan diatas bara api juga sayang untuk dilewatkan. Setiap peserta ditantang untuk berani melewatinya. Bukan berarti semuanya menjalankan dengan senang hati. Beberapa peserta terlihat sangat takut pada awalnya, bahkan ada yang berusaha melarikan diri namun gagal dan tertangkap basah. Masing-masing harus memiliki motivasi untuk diri sendiri. Hingga akhirnya, seluruh peserta berhasil menjalankan tantangan tersebut dengan perasaan bangga karena telah mengalahkan rasa takutnya. Terbukti, materi yang diberikan telah berhasil diaplikasikan. PBT ditutup dengan menyanyikan Mars PATRIA dan foto bersama seluruh peserta. Semoga dapat bertemu kembali di lain kesempatan dan jangan baper :p  

 

01
01
01
01

Buku SMB

coversmb

Dapatkan ebook untuk Sekolah Minggu Buddhis. Ukuran file 51 Mb.