Peduli Lingkungan, Pemuda Buddhis Tanam Pohon

2204fManusia sebagai individu juga sebagai makhluk sosial (homosocius) artinya manusia tidak mungkin hidup sendiri tanpa individu lainnya. Dan karenanya manusia secara hakiki bersifat sosial.

Sebagai individu tentu manusia tergantung dan terlibat dengan sesamanya dalam hidup bermasyarakat. Selain itu manusia sebagai makhluk individu juga sebagai makhluk sosial menjadikan alam sebagai bagian yang tidak terpisahkan dari kehidupannya. Terlihat secara sepontan manusia dapat merasakan bahwa ia memerlukan alam didalam memenuhi kebutuhannya. Oleh sebab itu kita sebagai manusia hendaknya menumbuhkan kesadaran untuk menjaga dan melesatrikan alam.

 

Semangat kalyanamitta (kebersamaan) menjadi sangat relevan ketika berbicara kondisi alam (Lingkungan) hari ini. Ketika kita dihadapkan pada persoalan dan berbagai dinamika Lingkungan, harus dihadapi dan diselesaikan dengan semangat musyawarah kebersamaan. Nilai dan semangat gotong royong harus diimplementasikan dalam setiap sendi kehidupan masyarakat dengan tetap menjunjung tinggi kalyanamitta (kebersamaan) dalam bermasyarakat. Mengingat bencana gempa bumi yang terjadi pada 5 Agustus 2018 lalu menyebabkan banyak pohon-pohon besar tumbang dan mati.

 

Oleh karena itu ratusan generasi muda yang tergabung dalam Pemuda Buddhis Peduli Tegal Maja menggelar aksi “Penanaman 1000 Bibit Pohon” di hutan adat Orong Empak Panasan. Dalam laporannya saudara Apdianto selaku Ketua Panitia menyampaikan bahwa kegiatan “Penanaman 1000 Bibit Pohon” yang difokuskan dihutan adat Orong Empak Panasan tepatnya di Dusun Tuban dan Dusun Panasan Daya, Desa Tegal Maja ini diikuti oleh seluruh Pemuda Buddhis yang tergabung dalam Pemuda Buddhis Peduli Tegal Maja yang tersebar dibeberapa dusun dari 15 Vihara yang berada di DesaTegal Maja.

 

Kegiatan yang dilakukan kurang lebih 200an orang pemuda Buddhis ini didukung oleh tiga organisasi kepemudaan yaitu : DPD SEKBER PMVBI NTB, PC HIKMAHBUDHI MATARAM dan DPC PATRIA KLU. Selain itu saudara Apdianto melaporkan bahwa “Penanaman 1000 Bibit Pohon” ini merupakan satu dari sekian masalah yang ada diberbagai dusun di Desa Tegal Maja yang memang harus diselesaikan pemuda. Oleh karena itu peran pemuda sangat diharapkan dalam membahas masalah-masalah sosial guna mencarikan solusi dalam mencapai perubahan menuju Desa Tegal Maja yang sejahtera. Kegiatan ini bertujuan untuk menumbuhkan rasa kebersamaan antar Pemuda Buddhis di Desa Tegal Maja dalam mewujudkan rasa kepedulian terhadap kelestarian alam (hutan adat).

 

Disamping itu kegiatan ini bertujuan untuk mengembalikan fungsi hutan adat sebagai penyeimbang alam setelah bencana gempa bumi 5 Agustus lalu yang banyak menyebabklan pohon-pohon tumbang dan mati serta banyaknya bangunan-bangunan suci yang menjadi tempat leluhur umat Buddha tidak terselamatkan. Aksi “Penanaman 1000 Bibit Pohon” mendapat dukungan dan apresiasi dari Kepala Dusun Tuban, dalam sambutannya Sdr. Sopianto Randa Aprianto menyampaikan bahwa kegiatan “Penanaman 1000 Bibit Pohon” ini adalah bagian dari tanggung jawab pemuda dalam menjaga dan melestarikan hutan adat.

 

Disamping itu ia juga menyampaikan bahwa kegiatan penghijauan sangat penting dilakukan dalam menjaga keseimbangan ekosistem dan memberikan harmoni bagi kehidupan antara manusia dan alam yang nantinya memberikan manfaat bagi kehidupan dalam bermasyarakat, berbangsa dan bernegara. Tak lupa kami segenap panitia “Penanaman 1000 Bibit Pohon” menyampaikan rasa terima kasih kepada seluruh pihak yang telah mendukung sehingga kegiatan berjalan lancar.

2204a

 

2204a

 

2204a

 

2204a

 

2204a

 

2204a

Buku SMB

coversmb

Dapatkan ebook untuk Sekolah Minggu Buddhis. Ukuran file 51 Mb.