Rahasia Meraih Sukses Dengan Dhamma

DPC PATRIA Kota Tanjungpinangmengadakan Dhamma Talk yang berjudul “Rahasia Meraih Sukses Dengan Dhamma”. Sebagai pembicaranya yaitu Y.M. Bhikkhu Dhammasubho Mahathera dan Bapak KT. Ismail Djaliman. Sedangkan moderatornya adalah Bapak Ir. Yani Dharma. Dhamma Talk tersebut dilaksanakan pada hari Minggu, tanggal 10 Maret 2013, jam 12.30 s/d 17.00 WIB, bertempat di Restoran Kelong Shangrila – Jl. Sei Jang, Tanjungpinang. facebookIconSmall

Acara ini didukung oleh MAGABUDHI, WANDANI, Yayasan Theravada Sakyaputta, Vihara Guna Vijaya, dan Sekolah Minggu Buddha Vihara Guna Vijaya. Sebagai penyokong Dhamma adalah Pasifik Group, Semen Bosowa, Sanford Air Mineral, Pasar Raya Bintan 21, Kawasaki CV. GreenTech Maju Bersama, MOS (Master Of Stationary), SDM Event Organizer, Plaza Hotel, BPR BCS (BPR Central Sejahtera), Toko Formosa, Indo Bintan Asia Group, PT. Citra Seraya, PT. KHTS Global Karuna Tamaccindo, Restoran Shangrila, Lavender Studio, dan lain-lain.

 


Acara dimulai dengan registrasi tamu. Antusiasme tamu untuk menghadiri Dhamma Talk ini cukup tinggi, terbukti dengan penuhnya kursi yang disediakan oleh panitia. Kira-kira 300 orang tamu yang hadir termasuk para tamu undangan dan para donatur. Panitia juga turut mengundang Bapak Parjio S. Ag selaku Kepala Seksi Bimbingan Masyarakat Buddha Kantor Kementerian Agama Kota Tanjungpinang, Bapak Hengky Suryawan selaku Ketua WALUBI Provinsi Kepulauan Riau, Ibu Tintin selaku Ketua Yayasan Theravada Sakyaputta, Bapak Tonny selaku Ketua Dayaka Sabha Vihara Guna Vijaya, Romo Buseri Dwi Prayitno selaku Ketua Pengurus Daerah MAGABUDHI Provinsi Kepulauan Riau, Romo Suni selaku Ketua Pengurus Cabang MAGABUDHI Kota Tanjungpinang, Ibu Sri Yani selaku Ketua Pengurus Daerah WANDANI Provinsi Kepulauan Riau, Ibu Sawitah selaku Ketua Pengurus Cabang WANDANI Kota Tanjungpinang, Bapak Hendy selaku Ketua Dewan Pengurus Daerah PATRIA Kepulauan Riau.


Setelah registrasi tamu, maka pembukaan dimulai tarian modern oleh anak-anak D’ Vink Star yang berjumlah 7 orang, dengan lagu Gee (SNSD) dan Oh (Girls Generation). Meskipun masih SD, tapi mereka tidak kalah penampilannya dengan orang dewasa. Kemudian acara dilanjutkan dengan tarian persembahan “Sekapur Sirih” (Adat Melayu), bimbingan Ibu Sawitah, dimana setelah menari, anak-anak membagikan sirih kepada tamu undangan.Selanjutnya acara dibuka oleh MC yaitu Sdri. Natalia, turut diputarkan juga video profil PATRIA sehingga tamu dapat lebih mengenal PATRIA dan kegiatan yang dilakukannya.
Acara berikutnya yaitu Bhikkhu Sangha (Y.M. Bhikkhu Dhammasubho Mahathera dan Y.M. Bhikkhu Guttadhammo Thera) memasuki ruangan diiringi oleh Tim Prosesi. Setelah Bhikkhu Sangha duduk, acara dilanjutkan dengan laporan ketua panitia Sdri. Yenny. Kemudian Y.M. Bhikkhu Guttadhammo Thera sebagai Padesanayaka Kepulauan Riau memberikan kata sambutan dan membacakan Namakara Patha (Doa).


Setelah itu perkenalan moderator dalam acara ini yaitu Bapak Ir. Yani Dharma, moderator yang sudah berpengalaman dalam berbagai kegiatan, diantaranya Waisak bersama Presiden Republik Indonesia, seminar, simposium, talk show, presenter mimbar agama Buddha di TVRI, RCTI, SCTV, TPI. Selanjutnya pembicara pertama, Bapak KT. Ismail Djaliman memberikan kiat-kiat meraih sukses dalam dhamma. Pertama kita harus mau berdana, karena dengan berdana bisa membuat diri kita kaya. Kemudian Beliau pun mengutip perkataan Norman Vincent Peale, yaitu 3B (Berpikir, Bekerja, Berdoa). Jika ingin menjadi orang luar biasa, maka kita harus berusaha lebih, daripada orang biasa. Kata-kata yang sederhana tapi mempunyai arti yang dalam.


Beliau pernah menjadi guru les, akuntan, urus stok, dan usaha garmen. Saat ini beliau usaha dalam bidang alat-alat berat. Semakin banyak Beliau mempunyai materi, semakin berani Beliau berdana, seperti berdana untuk Vihara, Sekolah Buddha, dan lain-lain. Kemudian Beliau berkata, siapa yang menjalankan dhamma, dia memperoleh kemakmuran. Siapa yang tidak menjalankan dhamma, dia memperoleh kemerosotan. Kuncinya adalah mempraktekkan dhamma. Sebagai penutup, Beliau menjelaskan bahwa dana juga merupakan pondasi dalam ajaran Buddha.


Selanjutnya Bapak Yani memperkenalkan pembicara kedua, yaitu Y.M. Bhikkhu Dhammasubho Mahathera. Beliau membacakan kalimat puitis yang dibuat oleh Bhikkhu Dhammasubho.
kesabaran itu ilmu tertinggi
belajarnya tiap hari
berlatihnya setiap saat
ujiannya sering mendadak
sekolahnya seumur hidup
ah dunia menjadi aman oleh orang yang malu berbuat jahat dan takut akan akibatnya
orang menjadi aman, bukan dengan pagar kawat berduri, tetapi dengan pagar hati
yang membuat seseorang takut dengan dirinya sendiri.


Selanjutnya Bhikkhu menjelaskan, bahwa ada 2 kelompok dalam agama Buddha. Yang pertama adalah Pengikut dan yang kedua adalah Pemeluk. Kalau pengikut, adalah merasa perlu mendengarkan nasihat, mengikuti petunjuknya, meniru perilakunya Sang Buddha. Sedangkan pemeluk, merasa tidak terlalu perlu mendengarkan nasihat, mengikuti petunjuknya, meniru perilakunya Sang Buddha. Kalau orang yang sukses, berarti dia pengikut agama Buddha. Menurut dharma, sukses bukan dari materi saja, tapi dari 3 aspek. Yaitu sukses aspek materi, aspek ilmu, dan aspek kebajikan.


Buddha mempunyai 3C, pertama Cakap (pintar), kedua Cakep (ganteng), dan yang ketiga adalah cukup (tidak berkekurangan). Indah pada awal, indah pada pertengahan dan indah pada akhirnya. Setelah itu Bhikkhu menjelaskan bahwa kepintaran tidak cukup untuk kehidupan, tapi keterampilanlah yang bisa cukup untuk kehidupan. Kunci orang sukses ada tiga, kemauan bekerja keras, disiplin dan spiritualitas (dana, sila, samadhi)


Bhikkhu Dhammasubho menceritakan pengalaman hidupnya, pernah membangun vihara dari RSSSSSSSSSS (rumah sangat sempit sedikit semen sangat sumuk untuk selonjor sulit sembahyang tidak bisa senyum). Beliau juga pernah puasa total (tidak makan & minum) selama 7 hari. Pernah jalan kaki sejauh 17 km dan kehujanan. Beliau juga mengutip bahasa Latin, Ora et Labora, artinya bekerja dan berdoa. Barangsiapa memberi, maka dia mendapat lebih banyak, meliputi pemberian baik atau buruk, sama hukumnya. Berdana bisa berupa materi, tenaga, ilmu, senyum maupun doa.


Acara selanjutnya yaitu paduan suara anak sekolah minggu Buddha Vihara Guna Vijaya, menyanyikan lagu Faithful (Jennifer). Kemudian memasuki tanya jawab, baik lisan maupun tertulis. Orang yang bertanya mendapatkan bingkisan berupa foto Bhikkhu Dhammasubho bersama Paus Benediktus XVI. Salah satu pertanyaan dari tamu undangan adalah, mengapa Bhikkhu memberikan foto tersebut? Kemudian Beliau menjawab, bahwa Beliau ingin menjalin hubungan dengan luar, bersahabat dengan berbagai macam kalangan. Bersahabat diikat dengan tali jiwa, tidak terganggu oleh perubahan cuaca. Beliau pun mendapat kesempatan langka untuk berkeliling Vatikan (Kapel yang digunakan untuk melantik Paus, ruangan tempat tinggal para Uskup yang menjadi Paus).


Setelah sesi pertanyaan selesai, kemudian panitia menyerahkan cenderamata kepada pembicara, dan moderator. Acara kemudian ditutup oleh MC.


Semoga Dhamma Talk ini dapat membawa kebahagiaan serta manfaat bagi mereka yang menerima & juga bagi mereka yang telah berpartisipasi.



Link FB:
http://www.facebook.com/home.php#!/media/set/?set=a.158859404269867.35638.100004374250281&type=3

Buku SMB

coversmb

Dapatkan ebook untuk Sekolah Minggu Buddhis. Ukuran file 51 Mb.