Hidup Sehat Dan Bahagia Melalui Pengendalian Pikiran

DPC Patria Kota Tanjungpinang mengadakan acara Dhamma Talk dengan mengusung tema yang sangat menarik yaitu " Hidup Sehat Dan Bahagia Melalui Pengendalian Pikiran". Tema ini dipilih karena banyaknya fenomena yang terjadi dalam kehidupan masyarakat,



dimana kita bergelut dengan aktivitas sehari-hari seperti sibuk belajar dan bekerja sehingga melupakan kebutuhan terpenting dalam hidup. Tidak heran banyak masalah yang timbul, berupa kesehatan yang menurun dan banyaknya pikiran. Jika ditelaah, sesungguhnya hal tersebut dipengaruhi oleh pikiran kita.

Dhammatalk ini dilaksanakan pada tanggal 09 September 2017 pukul 18.30 s/d 22.00 WIB bertempat di Restoran Bumi Maitri, Lantai 3 – Tanjungpinang. Mengundang Y.M. Bhikkhu Attadhiro ( Sekretaris II Sangha Theravada Indonesia ) sebagai Keynote Speaker, DR. Drs. Ponijan Liaw, M.Pd., CPS® ( Komunikator No.1 Asia ) sebagai Host dan Pembicara yang luar biasa yaitu DR. Adi W. Gunawan, CCH. ( Indonesia’s Leading Expert in Mind Technology ). Acara ini dihadiri kurang lebih 250 orang, didukung oleh KBTI dan juga para pelindung Dhamma.

Registrasi dimulai pada pukul 18.30 WIB, tepat jam 19.00 WIB acara dibuka oleh MC yaitu Ari Listari dan Fernando. Hadirin pun dipersilahkan berdiri untuk menyambut kedatangan Bhikkhu Sangha, pembicara dan host. Acara diawali dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya, dilanjutkan laporan pertanggungjawaban dari Liana selaku ketua panitia. Kemudian kata sambutan dari Pembimas Buddha Kanwil Kemenag Provinsi Kepulauan Riau, Bapak I Nyoman Ariawan, SH. MM.

Serangkaian acara pembukaan telah berjalan, MC pun membacakan profil keynote speaker , yaitu Y.M. Bhikkhu Attadhiro. Bhante menyampaikan bahwa di jaman sekarang hidup bahagia dan sehat dalam masyarakat sering dipandang hidup mahal. Sesungguhnya hidup sehat dan bahagia bukan disebabkan oleh barang yang mahal, hidup sehat ada dalam diri kita masing-masing tidak diperlukannya tempat jauh. Contohnya seperti jika seseorang hidup sederhana dia pasti bahagia. Demikianlah pemaparan singkat mengenai tema Dhammatalk yang akan dibahas pada kesempatan ini.

Acara dilanjutkan dengan pemutaran video profil DR. Drs. Ponijan Liaw, M.Pd., CPS®. yang menjadi host dalam Dhammatalk ini. Host yang akrab disapa Mister Po ini disambut dengan tepuk tangan yang meriah untuk naik ke atas pentas. Dengan pembawaan sersannya (Serius tapi santai) dan juga kepiawaiannya dalam berbicara, membuat acara semakin hidup. Setelah memulai acara inti dengan gelak tawa para hadirin, Beliau kemudian meminta operator memutarkan video profil dari pembicara kali ini yaitu DR. Adi W. Gunawan, CCH. dan Pak Adi pun diundang ke panggung. Berbekal slide yang sudah disediakan, Pak Adi membawakan materi dengan tanya jawab sekitar 2 jam lamanya.

Sebelumnya Beliau bertanya, “Mau sampai jam berapa?”. Pertanyaan itulah yang biasa Beliau tanyakan kepada para hadirin, yang membuat hadirin senyum-senyum dan tertawa. Kemudian Beliau bertanya, “Apa maksud dari sehat?”. Banyak orang berkata sehat itu yang penting saya tidak sakit. Sehat menurut WHO adalah kesehatan didefinisi sebagai kondisi sejahtera yang utuh pada aspek fisik, mental, dan sosial, bukan sekedar ketiadaan penyakit atau kelemahan. Jika anda sehat dan mental bagus tetapi pada sosial tidak bagus itu juga tidak sehat. Apakah itu bahagia? Orang bahagia adalah orang yang lebih sering mengembangkan perasaan-perasaan positif daripada perasaan negatif. Kenapa orang hidup sekarang tidak bahagia ?

Pastinya orang-orang menjawab karena karma padahal itu disebabkan oleh penyimpulan oleh diri kita yang terlalu sempit padahal semua itu bergantung kepada pikiran kita. Buddha Gotama pernah mengatakan d, Dhammapada 1 ayat 1 pikiran adalah pelapor dari segala sesuatu, pikiran adalah pemimpin, pikiran ada pembentuk dan di Samyuta Nikaya 1 : 227 sesuai benih yang anda tanam itulah yang akan anda tuai, jika anda menanam benih yang baik maka anda akan menikmati buah yang baik. Jika tidak bahagia tentu saja kita bakalan stress.

Saat membuka sesi tanya jawab, audiens sangat antusias untuk bertanya mengenai materi yang disampaikan. Mengutip salah satu pertanyaan audiens yang kira-kira seperti ini jika diri kita menghafal hari ini hafal tetapi dua hari kemudian kita sudah lupa, apakah ada cara untuk mengatasi tersebut ? Pak Adi pun menjawab semakin banyak hafalan semakin kita lupa. Cara kita menghafal itu kita harus tau cara kerja otak kita, otak kita ada yang sulit menghafal tulisan, huruf, ataupun kata-kata. Tetapi otak kita gampang untuk mengingat sesuatu yang berhubungan dengan gambar apalagi ada emosi yang melekat pada apa yang kita hafal. Ada juga pertanyaan audiens yang bertanya, bagaimana cara menghilangkan stress yang berlebihan dalam pekerjaan ? Pak Adi Membenarkan bahwa kalau kita kerja tidak bisa mencintai pekerjaan kita maka lebih baiknya kita pindah. Jika kita tidak bisa pindah kerja, maka belajarlah mencintai pekerjaan kita sendiri sehingga pekerjaan yang kita kerjakan akan menjadi bermakna dan tidak stress.

Masih banyak audiens lainnya yang sangat antusias untuk bertanya kepada Pak Adi, tetapi waktu sesi tanya jawab sudah berakhir dan harus ditutup. Pak Adi menyimpulkan bahwa jika kita dalam kondisi luang janganlah mencari permasalahan, luangkanlah waktu untuk membaca sutta, terutama bermeditasi cinta kasih karena meditasi dapat membuat hati bahagia dan sehat. Marilah kita menjaga pikiran karena bahagia sehatnya seseorang atau tidak tergantung pada sisi yang lain tapi karena pikiran kita sendiri.

Begitu sesi tanya jawab selesai, MC pun mengambil alih kembali acara. Dilanjutkanlah pembagian cenderamata dari panitia kepada Y.M. Bhikkhu Atthadhiro, Pak Adi, dan Pak Ponijian. Acarapun ditutup oleh MC dengan foto bersama dengan seluruh panitia.

 

Buku SMB

coversmb

Dapatkan ebook untuk Sekolah Minggu Buddhis. Ukuran file 51 Mb.