GENERASI BERMORAL, SUKSES DAN MANDIRI ADALAH KITA!

04Tiap pagi saat meneguk secangkir kopi pahit atau teh manis tentunya kita ditemani oleh bacaan ringan yaitu koran ataupun tontonan yang ditayangkan di televisi. Itu adalah salah satu cara menikmati sejuknya udara pagi, namun tak sedikit berita yang disuguhkan tak semanis teh bahkan bisa lebih pahit dari kopi yang kita rasakan. Bukan rahasia umum lagi bahwa diera majunya digital juga bertambahnya kriminalitas ataupun rusaknya karakter generasi muda.


Sebut saja mereka yang terjerumus oleh gemerlap dunia Narkoba, terlena oleh tumpukan uang bahkan sekedar hanya untuk memuaskan nafsunya saja. Kepala daerah yang menerima suap, bahkan setelah berjanji di bawah kitab suci masih harus takluk dengan barang haram itu. Miris, iya itu pasti. Ini adalah realita yang terjadi sampai saat ini. Tapi, tak sedikit pula generasi muda yang masih sadar, memegang teguh kemoralan, keyakinan, kepercayaan bahwasanya dengan kualitas bahtin dan jiwa akan membawa masa depan cerah yang tentunya dapat membuat dirinya ke arah “Lebih Baik”. Tentunya manfaat yang dirasakan tidak hanya berhenti pada satu individu, kebaikan ini akan menyebar dan membawa kedamaian kepada seluruh makhluk di bumi.

Menyadari pentingnya peranan Generasi Muda dalam membantu proses pembangunan bangsa, maka Patria DPC Kota Tanjungpinang menyelenggarakan kegiatan Patria Basic Training (PBT) untuk yang ketiga kalinya, pada tanggal 25-26 Maret 2016 bertempat di Ruang Serba Guna, Vihara Guna Vijaya. Sedangkan untuk outbond diadakan pada hari Minggu, 27 Maret 2016 di lapangan SMK Negeri 1. Kegiatan berlangsung selama tiga hari berturut-turut dengan menghadirkan 2 pembicara yang berasal dari Jakarta dan Bali. Yakni Tanagus Dharmawan, S. Kom. dan I Made Adnyana, S.H., M.H.. Acara dibuka dengan sambutan yang disampaikan YM. Bhikkhu Santacitto, beliau mengingatkan pada zaman Sang Buddha hidup, Guru Agung kita mempunyai sifat keramah tamahan yang amat sangat luar biasa ramahnya kepada tamu, beliau selalu menyambut dengan gembira kedatangan tamu. Oleh karena itu, sebagai Patria, kami harus menjadi contoh bagi yang lain, siapapun yang datang, menginjakkan kaki ke vihara, tidak pandang bulu, kami akan menerima dengan senang hati dan senyuman.

Selama 2 hari, sebanyak 22 peserta menerima 7 topik yang semuanya penulis rangkum sebagai berikut :
1. Apa yang Berbeda dari Buddhisme;
Topik ini selalu dibawakan di setiap sesi PBT, dengan tujuan memberikan pengetahuan Dhamma tambahan yang memperkuat keyakinan dan menumbuhkembangkan rasa toleransi yang tinggi antar umat beragama. Banyak peserta yang semakin yakin terhadap Dhamma. Kita tahu bahwa dalam kehidupan masyarakat majemuk, banyak pula masalah yang timbul, baik itu berdampak kecil ataupun besar. Dengan topik ini, diharapkan sebagai umat Buddha, tentunya kita harus mampu menyaring semua informasi dengan baik dan benar. Sejarah telah diukir, apakah kita ingin menjadi generasi yang membangun atau merusak?

2. Sukses dengan Pikiran Positif;
Berbeda, iya. Walaupun berbeda-beda, kita tetap satu jua. Bunyi dari Semboyan bhinneka tunggal ika. Cara menyikapi segala hal menjadi juru kunci kita menjalani kehidupan ini. Cara itu dimulai dari pikiran, kita menyadari kalau pikiran adalah pelopor segalanya. Oleh karena itu, marilah memulai hari dengan pikiran baik, positif yang hal ini akan membawa perubahan. Perubahan akan terjadi, cepat atau lambat akan mendorong yang lain untuk turut berubah ke arah yang Lebih Baik.

3. Faktor Kepemimpinan Fundamental;
Bos dan Pemimpin adalah dua pribadi yang berbeda. Yang dibutuhkan dalam sebuah organisasi ialah Pemimpin, yang mampu mengayomi dan mencapai visi yang dicita-citakan. Jiwa pemimpin akan semakin kokoh apabila ditunjang oleh Dasarajadhamma yaitu Dana, Sila, Pariccaga, Ajjava, Maddava, Tapa, Akkoddha, Avihimsa, Khanti dan Avirodhana. Kesepuluh sifat ini apabila bisa direalisasikan dengan sempurna, maka organisasi yang dipimpinnya akan mampu menjadi organisasi yang terkelola dan berhasil mencapai visi serta misi.

4. Tips Manajemen Organisasi;
Baik untuk menjadi Pemimpin ataupun anggota organisasi perlu keikutsertaan tiap individu, tidak hanya mengandalkan tapi secara serentak menjalankan misi. Hal pertama yang ditelusuri untuk memajukan sebuah organisasi ialah tahu penyebab kemunduran organisasi itu. Ketika seorang tentara telah menguasai medan perangnya, apabila tidak diatur dengan taktik ataupun manajemen yang baik, pasti suatu saat akan kalah dalam genggaman musuh. Nah, setelah mengetahui cara manajemen yang terstruktur, dibutuhkan rasa Tanggung Jawab, “Tanggung Jawab adalah Luar Biasa” , walaupun hanya sebuah pekerjaan sepele, dampaknya akan menjadi besar.

5. Etika Berorganisasi;
Sumber etika dalam organisasi Patria adalah Tipitaka, AD/ART organisasi dan nilai-nilai sosial. Etika menjadi salah satu tolak ukur kualitas hidup manusia. Kita sebagai anggota Patria, baik tingkat cabang, daerah maupun pusat bersama-sama memiliki tujuan, menjadikan pribadi yang sesuai Dhamma, yang pada akhirnya bisa menjadi panutan, percontohan yang baik. Dengan terlebih dahulu membuat situasi dan kondisi yang nyaman dalam berorganisasi, tak sedikit anggota mengundurkan diri gara-gara gak pewe. Hal ini menjadi tugas kita bersama, bagaimana mewujudkan sikon yang nyaman dan tetap terarah menuju visi. Dari aktivitas berorganisasi tak dipungkiri kita pasti mendapatkan manfaat. Mengenal pribadi kita sendiri, mendapat teman dari Sabang sampai Merauke bahkan ini menjadi nilai plus meningkatkan karier dan jaringan kita. Manfaat yang paling dirasa ialah sarana melatih untuk melihat dan mengurangi Lobha, Dosa dan Moha.

6. Mengenal Patria dari Masa ke Masa
Sesi terakhir yang dibawakan dalam PBT kali ini. Dengan narasumber yaitu : Hendy, Victor dan Linda Juprisan. Dari mereka, kami tahu suka dan duka dalam membangun organisasi, jatuh bangun yang dirasakan. Yang namanya organisasi, apalagi bergerak di bidang sosial keagamaan, pasti lika liku yang dimilikinya lebih banyak ketimbang organisasi yang memiliki dukungan finansial yang cukup. Namun, hal ini tidak membuat Patria Tanjungpinang untuk mundur, justru ini membuat semangatnya semakin membara untuk terus mengembangkan visi dan misi mulia dari Patria.

Selain topik-topik di atas, ada beberapa games yang diselingi dan bertujuan untuk memberikan bukti contoh dari realisasi materi-materi yang telah disampaikan. Beberapa games mengajarkan kami bahwa, seorang Pemimpin bukan seorang yang hanya memberikan perintah. Tapi, pemimpin adalah sosok yang mengayomi, bersama-sama bekerja, tidak punya ego, selalu intropeksi diri terlebih dahulu. Kebersamaan saat menjalani games juga sangat dirasakan, semula yang tidak kenal menjadi kenal, yang kenal pun semakin akrab.

Sungguh bermanfaat kegiatan PBT ini. Semoga terselenggaranya PBT ke depannya dapat diikuti banyak kader-kader baru PATRIA. Ayo, terus berjuang dengan dan dalam Dhamma, sekecil apapun perjuanganmu, apabila dilandasi tekad dan niat yang tulus, suatu saat pasti akan berbuah. Bahagia itu pilihan, semuanya tergantung cara berpikir, bertindak. Oleh karena itu, Saudara/I, mari kita bersama membangun dan meneruskan organisasi PATRIA ini dengan tekad yang kuat dan tulus. Semoga organisasi PATRIA dapat menjadi organisasi yang tercapai visi misinya. Semoga semua makhluk berbahagia.

 

01
01
01
01
01
01
01
01
01
01
01

Buku SMB

coversmb

Dapatkan ebook untuk Sekolah Minggu Buddhis. Ukuran file 51 Mb.