Young Happy Buddhist 3

Apa kabarrr? Tanya MC kepada para peserta Leadership Training "Young Happy Buddhist 3". "Baik, sangat baik, luar biasa, wuuuuu yesss" Jawab peserta sembari jempolny diangkat dan melakukan gerakan-gerakan lain untuk membuat semangat peserta naik. Maklum saja, training ini mulai dari jam 08.00 sampai jam 21.00 WIB, sehingga perlu dijaga agar para peserta tidak cepat bosan dan loyo. [ foto lainnya ]


Dilaksanakan tanggal 25 Oktober 2014 di Vihara Guna Vijaya, bertepatan dengan hari libur nasional yaitu Tahun Baru 1436 Hijriyah. Dari 40 kursi tersedia, dapat diisi oleh 37 peserta training, para peserta tersebut ada yang masih SMP, SMA, SMK, kuliah dan bekerja. Leadership Training Young Happy Buddhist ini memasuki tahun ketiga.

Acara dimulai dengan registrasi peserta. Para peserta mendapatkan name tag, catatan, pena dan air minum. Selanjutnya pembukaan oleh MC yaitu Natalia dan pembacaan paritta Namakara Patha oleh Romo Prayitno diikuti oleh seluruh peserta, undangan dan panitia. Kemudian para hadirin menyanyikan Indonesia Raya dan Mars Patria. Sambutan ketua panitia training ini yaitu Jaclyn. Ini pertama kalinya dia menjadi ketua semenjak ikut dalam Patria. Dan juga sambutan dari Romo Prayitno atas penyelenggaraan training ini.

Sesi pertama dimulai oleh Ishak selaku pembicara, mengambil tema "Manfaat Berorganisasi". Para peserta diajak untuk berkenalan satu sama lain, sehingga terjalin suasana keakraban. Peserta diajak juga main game berkelompok sehingga bisa mempraktekkan apa yang disampaikan dalam materi tersebut.

Selesai materi, peserta diberikan break selama 15 menit, dan bersiap-siap masuk ke sesi kedua, yaitu "Motivasi" yang dibawakan oleh Herman Tio. Para peserta diajak ikut ambil bagian dalam materinya, dengan membacakan yang tampil dalam layar proyektor. Tidak ketinggalan games yang tujuannya untuk mengetahui seberapa akurat setiap kelompok dalam menghafal dan menyampaikan informasi. Para peserta juga diminta untuk bergaya layaknya model, berjalan dari depan ke belakang dan kembali lagi. Terakhir para peserta menuliskan sisi positif dan negatif dirinya sendiri, dan memberitahukannya kepada peserta lain.

Tidak terasa jam makan siang telah tiba, panitia telah menyediakan makan siang. Peserta makan dengan lahap dan tidak lupa ber-‘selfie’ ria untuk mengabadikan momen bersama teman-teman yang telah maupun yang baru dikenalnya.

Masih mengenai motivasi, tapi dengan pembicara yang berbeda, yaitu Ishak. Pertama para peserta diajak untuk olahraga otak (brain gym). Tampak banyak peserta yang kesulitan mengikuti ritme dari pembicara yang memang sudah pintar dalam olahraga ini. Kemudian peserta menuliskan mengenai goal apa yang ingin dicapai dan diberitahukan ke peserta sebelahnya.

Selesai break, sesi outbond pun dimulai, dengan Jason dan Veronica sebagai koordinator, para peserta mulai memainkan games yang membutuhkan kerjasama antar individu. Total ada 3 games yang dimainkan. Jam menunjukkan pukul 17.00, para peserta diberikan waktu selama 2 jam untuk beristirahat, ada yang pulang kerumah, ada juga yang tetap di vihara. Dan panitia menyediakan makan malam.

Sebelum masuk ke sesi terakhir yaitu pengenalan Patria, para peserta diajak berjoget dulu mengikuti instruktor didepan, Natalia yang begitu luwesnya joget. Selanjutnya bermain games lagi sebanyak dua buah. Teriakan dan tawa membahana di ruang serba guna tersebut. Tiba saatnya sesi terakhir yang dibawakan oleh Herman Tio. Menjelaskan tentang sejarah Patria di Indonesia, khususnya di Kepulauan Riau. Ada juga sesi sharing dari para anggota Patria, diantaranya Ishak, Natalia, Victor, Martin, dan Jaclyn. Masing-masing memiliki pengalaman unik mengenai Patria. Akhirnya seluruh sesi berakhir, Panitia memberikan piagam untuk pembicara dan sertifikat untuk peserta. Para panitia, pembicara dan peserta berfoto bersama.

Dari kesan dan pesan para peserta, banyak yang merasa senang dan mendapatkan ilmu baru, dan mereka ingin agar tahun depan dapat diadakan lagi.

 

Buku SMB

coversmb

Dapatkan ebook untuk Sekolah Minggu Buddhis. Ukuran file 51 Mb.