Rukun Agawe Sentosa

Setelah 4 tahun DKI Jakarta memenangkan Piala Mahanayaka karena telah menjadi juara umum PORSENI turut turut selama 3 tahun dari PORSENI II sampai PORSENI IV. Maka untuk PORSENI V Y. M. Sri Paññavaro Mahathera merencanakan design Piala Sanghapamokkha untuk diperebutkan dalam PORSENI V ini. PORSENI V PATRIA kini dilaksanakan di Solo, Jawa Tengah selama tanggal 24 – 27 September 2015. [ foto lainnya ]

Mulai tanggal 22 September 2015, Berbagai kontigen sudah mulai melaksanakan perjalanan menuju Solo, ada yang melalui darat, lautan dan udara. Hal ini tidak terlepas dari Sumatra dan Kalimantan yang sedang mengalami asap kabut tebal, salah satunya Jambi yang mengambil perjalanan transit via Palembang, karena tebalnya asap yang mungkin bisa membatalkan semua penerbangan di Jambi.

Berkumpul sudah semua kontingen dari seluruh Indonesia 19 Provinsi sebanyak 460 kontingen berkumpul di Gor Manahan Solo dalam acara pembukaan PORSENI V PATRIA yang dihadiri oleh Y. M. Jotidhammo Mahathera, Wali Kota Solo dan berbagai Tokoh Agama. Suasana semangat pemuda Theravada Indonesia semakin terasa ketika semua kontingen memasuki ruangan dan dilanjutkan dengan pembawaan Piala Sanghapamokkha oleh panitia. Kemudian Semua Kontingen berbaris rapi menyanyikan lagu Indonesia Raya dan MARS PATRIA, mendengarkan kata sambutan Wali Kota Solo. Kini acara pembukaan PORSENI mencapai titik tertinggi ketika Y. M. Jotidhammo Mahathera memukul gong sebanyak tiga kali sebagai tanda PORSENI V telah dibuka.

Seusai Acara Pembukaan PORSENI V, Kontingen segera diantar ke Vihara Dhamma Sundara, Begawan Sport Center dan Gelora Manahan sesuai dengan perlombaan yang diikuti. PORSENI V sebanyak 6 cabang olaharaga dan 5 cabang seni yang diperlombakan. Selama 2 hari perlombaan terus dilaksanakan dari jam 08.30 hinggan 22.00WIB.

Pada Malam 26 September 2015, semua kontingen kembali berkumpul di Hotel Novotel mennghadiri seremoni penutupan PORSENI dan pembagian piala bagi pemenang Lomba, Juara Umum PORSENI V ini adalah BANTEN dimana berhasil mendapatkan 4 emas, 1 perak dan 2 perunggu.

Sebenarnya Makna terpenting dalam PORSENI V ini bukanlah menang dan kalah tetapi kebersamaan dan kerukunan Pemua Theravada Se-Indonesia yang berkumpul bersama. Banyak kontingen yang merupakan pertama kali mengikuti acara nasional bisa merasakan suatu kebersamaan yang luar biasa, terpisah pulau dan lautan tetapi bisa berkumpul bersama.

“Kesan PORSENI V ini seru, banyak pengalaman baru, ketemu teman dan panitia baru. Semua suka duka mengharu biru. Belajar mengayomi, mengkoordinir semua kebutuhan panitia dan calon peserta, belajar prediksi prepare for the worst but always hope for the best. Yang paling kupelajari dan sekaligus bisa menjadi pesan adalah selalu sabar, adu pendapat sampai gebrak gebrakan pas rapat kemudian diluar rapat ngakak bareng. Selalu optimis dan menjadi ketua harus perhatiin kesejahteraan anggotanya, tiap rapat harus sediain makanan, walau hanya cemilan juga sudah cukup. Rejeki menjadi lebih membuka, Tidak ada orang yang menjadi miskin karena memberi. Sandungan selama menjadi ketua panitia PORSENI juga banyak terutama urusan komunikasi dan koordinasi, selain emang panitia terbagi pusat dan daerah, panitia pusat sendiri sibuk sendiri semua, jadwalnya padat buat kumpul rapat susah. H-20 baru sekali rapat pleno semua hadir, sisanya pasti ada yang absen. Terus soal dana juga sulit cari donatur, mungkin karena tahun ini banyak acara barengan juga seperti ITC, Waisak nasional dan lain sebagainya, dan juga ekonomi sedang lemah sehingga sebagian donator sepertinya agak “ngerem” untuk berdana yang nominalnya lumayan besar. After all, everything was awesome and well controlled. Support , dukungan dan respon semua pihak sangat baik. Baik Bhante, sesepuh, teman atau jajaran pemerintahan.” Sila, Ketua Panitia PORSENI V

Selain itu, di malam terakhir PORSENI seluruh kontingan Kepulauan Riau berkumpul berbagi kisah pengalamannya yang didapatkan selama PORSENI.Salah satunya yaitu Natalia, DPC Kota Tanjungpinang dengan tangisan terharu dan bangga mengatakan bahwa Ia berhasil membawakan sebuah piala untuk Kepulauan Riau, dimana 4 tahun lalu ia belum bisa membawakan untuk Kepri pada waktu itu.

Setiap Kontingan pasti membawa kenangan dan makna tersendiri yang berbeda dari sebelumnya, Ini bukan sekedar slogan atau pekikan namun merupakan sebuah komitmen dari dalam diri untuk Cinta kepada Patria, Cinta kepada Dhamma dan Cinta kepada Sesama.

Untuk itu, marilah kita bersama-sama dengan semangat One Spirit One Dhamma, tularkan semangat dari Porseni itu kepada semua teman-teman di daerah mu agar mereka juga memiliki Jiwa One Spirit One Dhamma. Mengembangkan Patria di daerah, Menjaga keutuhan Patria di daerah, Regenerasi Patria di daerah. Itulah sesungguhnya jiwa yang utama dalam One Spirit One Dhamma.

Tetap Semangat. Patria! One Spirit One Dhamma.

Inilah sesungguhnya makna Rukun Agawe Sentose - Kerukunan Membawakan Kejayaan  

Buku SMB

coversmb

Dapatkan ebook untuk Sekolah Minggu Buddhis. Ukuran file 51 Mb.