Gelombang baru kini telah tiba

Sejak tahun 2006 berakhirnya masa kerpemimpinan dari Silakumaro Tonny Coason sebagai ketua Pemuda Theravada Indonesia (PATRIA) maka dilanjutkan dengan kepemimpinan oleh Tanagus Dharmawan pada periode 2006 – 2009 yang dipilih melalui Musyawarah Nasional (MUNAS) III(tiga) di Jogjakarta dan kemudian dipilih kembali menjadi ketua umum PATRIA pada Munas IV(empat) di Bali periode 2009 - 2013. [ foto lainnya ]


Secara keseluruhan Tanagus Dharmawan kini telah menjabat sebagai Ketua Umum selama 7 tahun. Di mana hampir seluruh cabang DPD maupun DPC telah terbiasa dengan gaya kepemimpinan Tanagus Dharmawan selama ini. Dalam kepemimpinan Tanagus Dharmawan PATRIA telah berkembang menjadi 20 DPD dan 78 DPC yang tersebar di seluruh Indonesia tetapi dalam PATRIA terdapat satu peraturan yaitu setiap ketua hanya bisa menjabat paling lama sebanyak 2 periode dengan tujuan untuk selalu bisa regenerasi. Oleh sebab itu, Munas V (lima) pada tahun 2013 akan terjadi titik perubahan terbesar dalam PATRIA selama ini.

Munas V dilaksanakan pada tanggal 12 Desember 2013 dengan Leony Simon sebagai ketua panitia. Acara pembukaan dilaksanakan di Pusdiklat Buddhis Sikkhadama Santibhumi (Tangerang) dengan pemukulan gong sebanyak tiga kali oleh Drs. A. Joko Waryanto, S.Sos, S.Ag, M.Si, M.Pd. selaku Dirjen Bimas Buddha Kementerian Agama Republik Indonesia dan kemudian dilanjutkan dengan wejangan Dhamma oleh Y. M. Sri Pannavaro Mahathera yang secara singkat membabarkandengan inti yang ingin disampaikan adalah “Kecilkan AKU”, dalam sebuah organisasi kita harus saling memaafkan dan mengingatkan kembali bahwa PATRIA adalah organisasi Buddhis yang pemuda bukan organisasi pemuda yang Buddhis. Demikian usai sudah acara pembukaan Munas V.

Pada hari kedua Munas V tepatnya pada tanggal 13 Desember 2013 di Grand Pesona Hotel & Resort di Ciawi-Bogor. Tepat jam 09.00Wib mulai dilaksanakan sidang–sidang yang kemudian telah dipilih Unico Husien sebagai ketua sidang dan dibantu oleh sekretaris 1 Widarsana Chandra dan Sekretaris 2 Totok Tejamano. Tiba saat sidang ke-6 yaitu Rapat Pleno Pengajuan Ketua Umum dan Sekjen Masa Bakti 2013 – 2017 dengan kandidat terdiri dari 4 orang yaitu Tedy Wijaya, Widarsana Chandra, Lauensius Widyanto dan Jimmy. Pada malam itu langsung dilaksanakaan kampanye oleh setiap kandidat tersebut dengan meceritakan latar belakang bergabung dalam PATRIA serta Visi Misi harapan PATRIA ke depan yang ingin dicapai.

Pada malam sunyi itu setelah adanya 4 kandidat calon ketua dan sekjen periode 2013 – 2017, suasana kini menjadi tegang. Karena keempat kandidat ini memiliki keunggulan masing masing maka pada malamnya usai sidang hampir 70 persen peserta Munas V menjadi dilema akan pilihan “Siapa Ketua dan Sekjen baru ini”. Karena begitu rasa kepedulian dari seluruh penggurus PATRIA se-Indonesia terhadap PATRIA dan muncul sebuah kalimat yang sangat serius yaitu “siapapun ketua baru, PATRIA akan mengalami perubahan besar.” Karena PATRIA selama 7 tahun ini telah terbiasa dengan gaya kepemimpinan Tanagus Dharmawan dan kini saatnya akan diganti dengan gaya kepemimpinan baru.

Pagi hari tanggal 14 Desember 2013, kini saatnya waktu pemilihan ketua dan sekjen PATRIA periode 2013 – 2017 dengan mengumpulkan perwakilan setiap DPP dan DPD untuk musyawarah untuk mendapatkan sebuah hasil yang mufakat. Dalam penantian kurang lebih 45 menit akhirnya musyawarah telah mencapai sebuah keputusan yang mufakat yaitu dengan terpilihnya Tedy Wijaya dan Widarsana Chandra sebagai Ketua dan Sekjen PATRIA periode 2013 – 2017. Segera langsung seluruh peserta Munas V berdiri dan menyanyikan lagu Mars PATRIA dengan penuh semangat sambil memberikan tepuk tangan yang meriah. Usai pemilihan dilaksanakan pelantikan Ketua dan Sekjen PATRIA periode 2013 – 2017. Pada malam hari setelah Munas V dilanjutkan dengan perayaan Hari Ulang Tahun PATRIA ke 18tahun.

Berikut ini kembali mengingatkan harapan Ketua dan Sekjen baru pada waktu kampanye Tedy mengungkapkan harapannya ke depan untuk PATRIA “Mengingat kembali saya memegang jabatan Sekretaris Jendral se;ama 7tahun. Sekjen ini memang tidak gampang tetapi selama ini saya berusaha untuk membereskan sktretariat di DPP. Idealnya selama ini saya dan Tanagus memiliki sebuah cita-cita dengan intinya bahwa semua beban jabatan sama, berat sama dijinjing ringan sama dipikul” dan “Melakukan visi misi PATRIA yang sudah ada pada jutlak dan semoga ke depan PATRIA bisa lebih maju dan dikenal semakin banyak. Saya akan berusaha semaksimal mungkin dan harap pada para demisioner DPP akan turut membantu dalam periode yang akan datang” demikian ulasan singkat dari Widarsana selaku Sekjen PATRIA.

“Pertama-tama saya ucapkan sekali lagi ungkapan terima kasih kepada teman-teman PATRIA se-Indonesia yang mempercayakan kepemimpinan PATRIA 2013 – 2017 kepada saya dan Widarsana Chandra sebagai sekjen. Sebagai Ketua baru langkah awal yang akan dilakukan adalah menyusun kabinet/struktur pengurus DPP PATRIA dengan personil yang diharapkan lebih kuat dan siap menghadapi tantangan ke depan yang mungkin tidak mudah. Selain itu, langkah berikutnya adalah menuntaskan musda terhadap daerah provinsi yang sudah selesai masa baktinya serta bahwa bila orang lain akan cenderung “menghindari” masalah, justru saya akan mengambil jalan “mendekati” masalah dan kendala yang paling menganggu / menghambat perkembangan PATRIA pada umumnya. Kemudian untuk masalah pergantian gaya kepemimpinan Tanagus yang sudah sangat dikenal oleh teman-teman PATRIA termasuk saya sendiri yang dipimpin selama 7 tahun, saya tentu akan mencoba menerapkan gaya kepemimpinan sesuai style saya, karena saya merasa kesulitan bila harus menyesuaikan gaya kepemimpinan seseorang. Mudah mudahan apa yang saya curahkan perhatian dan kebijakan yang akan diterapkan akan membawa perubahan dan penyegaran dalam tubuh PATRIA.” Kata Tedy Wijaya selaku Ketua PATRIA periode 2013 - 2017 dalam sebuah wawancara singkat via whatapps.

Sebuah yang berkesan dalam pelaksanaan Munas V ini adalah adanya dukungan dari Borobudur Taxi sebagai Official Transport Munas V yang membantu mengantarkan seluruh peserta yang tiba di Bandara Soekarno Hatta ke Pusdiklat Buddhis Sikkhadama Santibhumi (Tangerang) dengan menggunakan armada mobil yang lux, terima kasih Borobudur Taxi.

 

 

taxiborobudur


 

Buku SMB

coversmb

Dapatkan ebook untuk Sekolah Minggu Buddhis. Ukuran file 51 Mb.