Awaken Positive & Great Attitude

Tidak terasa satu tahun sudah berlalu, PATRIA DPC Kota Batam kembali mengadakan acara Dhamma Talk dengan mengusung tema yang menarik yaitu “Awaken Positive and Great Attitude”.

Tema ini diangkat dengan maksud bagaimana cara kita membangun sikap positif, merespon, dan menghadapi hal-hal yang sering terjadi dalam kehidupan sehari-hari kita. Hal-hal yang sering ditemukan seperti masalah pekerjaan, tantangan ekonomi yang sedang lesu, dan lain-lain.

Dhamma Talk kali ini dilaksanakan pada tanggal 10 September 2017 mulai jam 12.30 sampai dengan 16.30 WIB bertempat di Lantai 4, Grand Ballroom, Pacific Palace Hotel, Batam. Dhamma Talk dihadiri oleh Y.M. Bhikkhu Atthadhiro (Sekretaris II Sangha Theravada Indonesia) dan Dr. Adi W. Gunawan, CCH. (Indonesia’s Leading Expert in Mind Technology) sebagai pembicara utama serta di-Host oleh Dr. Drs. Ponijian Liaw, M.Pd., CPS® (Komunikator No.1 Indonesia). Acara ini tentu didukung oleh Magabudhi, Wandani, Dayaka Sabha Vihara Grha Buddha Mangala, Dayaka Sabha Cetiya Manggala Utama, dan para penyokong dalam dhamma.

Acara registrasi dimulai pada pukul 12.30 sampai dengan 13.00 WIB dan acara dilanjutkan dengan pembukaan oleh MC yakni Susanna dan Verent. Acara berikutnya yaitu nyanyian pembuka dari Martapina sebagai penyanyi Solo serta nyayian Trio dari Santy, Meilin, dan Leny. Tentu saja tidak melupakan tradisi Indonesia yaitu tarian pembuka “Sekapur Sirih” dari adik-adik SMB Grha Buddha Mangala. Setelah tarian sekapur sirih dilanjutkan perkenalan PATRIA melalui sebuah video profil.

Kemudian acara dilanjut dengan prosesi bendera dan lilin mengiringi anggota Sangha Theravada memasuki ruangan beserta pembicara dan host acara. Acara selanjutnya adalah menyanyikan lagu Indonesia Raya dan pembacaan Namakara Patha oleh Y.M. Bhikkhu Indadharo dan laporan pertanggungjawaban oleh Ketua Panitia, Erwin Jayakumaro. Dilanjutkan dengan kata sambutan dari Penyelenggara Bimas Buddha Kantor Kementerian Agama Kota Batam, Bapak Kodho Eko Prayogo, S.Ag.

Susanna dan Verent selaku MC membacakan profil dan mempersilakan Pak Ponijan menempati tempat yang telah disediakan. Pak Ponijian yang akrab disapa Pak Po selaku host Dhamma Talk kali ini membacakan profil dan mempersilakan Y.M Bhikkhu Atthadhiro dan Pak Adi untuk memulai Dhamma Talk ini.

Y.M. Bhikkhu Atthadhiro secara singkat menyampaikan bahwa kita harus bisa membangkitkan sikap-sikap yang baik dan harapan hidup. Mengembangkan harapan hidup seperti membuat rencana apa yang bakalan dilakukan kedepannya contohnya seperti cita-cita kita. Kita harus mempunyai gambaran kedepannya kita ingin mempunyai cita-cita yang ingin kita capai. Di sisi lain, Pak Adi dengan semangat menyampaikan materi, beliau berkata bahwa apa tujuan hidup? Tentu saja mengharapkan kebahagiaan, Apakah banyak orang sukses atau orang gagal? Tentu saja orang gagal. Bagaimana rahasia kesuksesan? Banyak orang berpikir sukses hanya dengan perlu berpendidikan yang sangat tinggi tetapi bukan itulah yang menjadi landasan kesuksesan seseorang. Kesuksesan itu bergantung pada “Attitude (Sikap) seseorang”. Apakah yang dimaksud dengan Attitude atau Sikap? Attitude adalah suatu kecenderungan psikologis yang diungkapkan dengan pengungkapan suka atau tidak suka, contohnya sikap emosi dibentuk dari perilaku lingkungan. Susah sukses, susah bergaul, atau jomblo itu cara mengatasinya adalah dengan membangun, membangkitkan, dan mengembangkan dengan sadar.

Saat membuka sesi tanya jawab, audiens sangat antusias untuk bertanya mengenai materi yang disampaikan. Ada audiens yang memanfaatkan kesempatan berharga menanyakan hal yang berlainan di luar attitude dengan antusias. Mengutip salah satu pertanyaannya kira-kira seperti ini “Sering kali kita sebagai umat Buddha mempunyai sikap bahagia, sedih, stres yang terkunci dalam diri. Apakah hal tersebut disebabkan oleh terikatnya kita dalam karma yang telah kita perbuat atau karena kita tidak berusaha bangkit dalam kondisi kita? Y.M. Bhikkhu Atthadhiro menjawab pikiran sulit dilihat, orang bijaksana sering mengendalikan pikiran. Kita mempunyai pikiran yang harus diarahkan, prinsip pikiran tidak bisa ditolak melainkan harus diganti dengan informasi yang lain. Pikiran yang terjaga akan membawa kebahagiaan.

Menjawab pertanyaan tersebut Pak Adi membenarkan pikiran manusia jika lari-lari itu normal, pikiran itu luar biasa nakal butuh dikendalikan. Orang dalam kondisi sibuk tetap tidak akan fokus. Pikiran tidak bisa memikirkan 2 hal dalam waktu yang bersamaan, hanya bisa satu hal. Masalah muncul disebabkan oleh keterbatasan pikiran kita. Cara terbaik adalah meditasi, meditasi bukan hanya duduk tetapi cara mengelola batin kita.

Masih banyak audiens lainnya yang sangat antusias untuk bertanya kepada Pak Adi, tetapi waktu sesi tanya jawab telah berakhir dan harus ditutup. Pak Adi menyimpulkan bahwa kita harus mempunyai pemahaman yang jelas tentang kehidupan. 3 hal tidak bisa dilakukan seperti anak panah mundur (apa yang sudah diperbuat tidak bisa ditarik kembali), ucapan, dan waktu. Jangan menyepelekan kebiasaan buruk, munculkan metta, ingat waktu, kita harus tahu memanfaatkan dan mengelola kegiatan.

Begitu sesi tanya jawab selesai, Susanna dan Verent pun mengambil alih kembali acara. Dilanjutkanlah pembagian cendera mata dari panitia kepada Y.M. Bhikkhu Atthadhiro, Pak Adi, dan Pak Ponijian. Kemudian acara ditutup oleh Susanna dan Verent dilanjutkan dengan foto bersama dengan seluruh panitia acara.

Setelah mengikuti acara ini, semoga ke depannya kita bisa mengembangkan dan membangun sikap postif di kehidupan sehari-hari kita agar dapat hidup positif yang bermanfaat baik bagi diri sendiri, keluarga, masyarakat, bangsa, dan negara.

 

Buku SMB

coversmb

Dapatkan ebook untuk Sekolah Minggu Buddhis. Ukuran file 51 Mb.