We Love Our Earth

Maraknya kebakaraan hutan dan semak-semak yang terjadi di Kota Batam sejak tahun 2013 bahkan sampai dengan awal tahun ini agak sedikit mengkhawatirkan, hutan-hutan dan semak-semak semuanya gosong dan jujur ini sangat menyedihkan untuk dilihat. Temen-temen pada tahu tak, kenapa kebakaran hutan bisa terjadi? Sebenarnya ada beberapa penyebab kebakaran hutan di antaranya adalah karena cuaca yang panas ini mengakibatkan rumput-rumput dan semak-semak di hutan mengering dan datanglah tiupan angin yang mengakibatkan gesekan-gesekan sehingga menimbulkan percikan api. Sebenarnya saya belum pernah coba mengesek-gesekkan daun kering sampai mengeluarkan api, tetapi itulah kata Om-Om pemadam kebakaran. Selain itu, ada juga loh karena ulah masyarakat yang membuang puntung rokok sembarangan. Jadi tidak boleh membuang sampah sembarangan ya apapun itu.

Nah… Di pagi yang cerah kemarin, pada tanggal 31 Mei 2015, PATRIA DPC Kota Batam mengadakan kegiatan penghijauan yang bertemakan “Patria Loves the Earth”, di kegiatan ini kami bersama-sama menanamkan bibit-bibit pohon di hutan bekas kebakaran di area hutan lindung markas Kementerian Kehutanan, Tg. Riau dan diikuti oleh 47 peserta.

Setelah berkumpul di TKP pada jam 9.00 wib, kegiatan dimulai dengan briefing singkat dari perwakilan Kementerian Kehutanan tentang kondisi hutan serta beberapa tata tertib yang harus ditaati peserta. Setelah itu, dilanjutkan dengan pembagian bibit, masing-masing peserta diberikan bibit untuk dibawa ke lokasi penanaman, dan mulailah kami berpetualang, mengangkut bibit-bibit yang banyak dan berjalan di bawah terik matahari pagi menuju lokasi penanaman. Sesampai di pertengahan jalan, kami semua berhenti sejenak, eits.. bukan untuk beristirahat, kami berhenti untuk melakukan fang sheng terlebih dahulu di daerah waduk Sei Harapan, sebagai wujud kami untuk mempraktikkan cinta kasih kepada makhluk hidup. Setelah sampai di lokasi fang sheng, dimulailah dengan pembacaan paritta yang dipimpin oleh Aan sebelum ikan Lele itu dilepas. Setelah kegiatan fang sheng selesai, dilanjutkan dengan pembagian kelompok dan kami mulai melanjutkan perjalanan kami lagi ke lokasi penanaman.

Mendaki bukit, lewati parit dan jurang, semua saling mengingatkan untuk berhati-hati di cuaca yang panas yang begitu terik, begitulah kira-kira yang bisa digambarkan untuk perjalanan kami. Meski setelah melakukan perjalanan yang lumayan jauh dan mendaki bukit yang lumayan menanjak dan curam, para peserta tetap senang dan tetap bersemangat untuk memulai penanaman. Setiap kelompok mulai menuju lokasi masing-masing yang telah ditentukan untuk melakukan penanaman.

Terlihat bekas bakar hutan dan semak-semak di lokasi penanaman dan langsung mulailah seluruh peserta mencangkul dan mengorek-ngorek tanah untuk menanam bibit, terdengar suara tawa para peserta yang senang dan bersemangat. Setelah penanaman selesai, para peserta pun diajak untuk bersih-bersih, membawa sampah di lokasi penanaman dan seterusnya kami diajak untuk melakukan pembibitan yang nantinya akan digunakan untuk kegiatan penghijauan berikutnya. Satu per satu membawa hasil pembibitan mereka untuk dibawa kembali ke lokasi awal untuk dikumpulin dan dirawat di tempat yang sudah disediakan.

Setelah lelah berpanas-panasan dan banyak mengeluarkan tenaga untuk memanjat bukit, sekarang tibalah saatnya makan siang bersama sambil ngobrol-ngobrol, dilanjutkan dengan sharing dan ternyata sebelumnya belum banyak dari peserta yang pernah masuk ke dalam hutan loh, jadi ini merupakan pengalaman asik pertama bagi mereka. Oh ya, kami sempat mengisi acara makan bersama kami dengan pengenalan wajah-wajah baru yang mengikuti acara ini. Dan pada akhirnya, acara ini ditutup dengan foto-foto bersama, kami berharap semoga dengan kegiatan ini dapat bermanfaat bagi teman-teman maupun alam kita, dan kita mendapatkan pengetahuan tentang pentingnya menjaga lingkungan kita. Meskipun dengan tenaga kita yang sedikit, yang penting kami mau mulai dari hal yang kecil dan paling tidak kita bisa membantu sedikit, karena sedikit-sedikit lama-lama jadi bukit.

Buku SMB

coversmb

Dapatkan ebook untuk Sekolah Minggu Buddhis. Ukuran file 51 Mb.