Semangat Dalam Dhamma

Dalam Agama Buddha menganjurkan kepada umat awam untuk melaksanakan Pancasila Buddhis (lima sila) dalam kehidupan keseharian dan melaksanakan Atthasila (delapan sila) pada hari Uposatha yaitu pada tanggal 1, 8, 15 dan 23 dalam kalender Buddhis. Begitu juga terdapat dalam Maha Parinibbana Sutta – Digha Nikaya, Sang Buddha membabarkan mengenai manfaat dari melaksanakan sila yaitu melalui kewaspadaan terus menerus dalam dirinya maka ia akan memperoleh banyak kekayaan, memiliki reputasi yang baik karena perbuatan yang terkendali akibat praktik sila, perkumpulan apapun yang ia masuki baik Brahma, Khattiya, perumah-tanggaan ataupun pertapa yang ia masuki dengan penuh percaya diri dan ketenangan, Ia akan meninggal dengan tenang dan tidak bingung serta setelah meninggal ia akan terlahir dalam kondisi bahagia di surga. [ foto lainnya ]


Moralitas (Sila) adalah perlindungan sejati seseorang dan juga merupakan faktor utama dalam tahapan berlatih (sikkha) sebelum seseorang mengembangkan Samadhi (Konsentrasi) dan Panna (Kebijaksanaan). Untuk itu sangat penting melatih dan mengembangkan moralitas kita agar dapat terus mengembangkan kualitas bathin kita menuju ke arah yang lebih baik hingga tercapainya Nibbana.

Maka bersama DPD PATRIA Kepulauan Riau mengisi liburan panjang Hari Raya Idul Fitri tahun 2014 dengan SADDHA (Semangat Dalam Dhamma) yang meliputi Atthasila, Dhamma dan Meditasi di Vihara Grha Buddha Manggala Batam, dengan dihadiri dua orang narasumber dari Jakarta yaitu Ike Nindiya Ashadi selaku Dosen Agama Buddha dan Tanagus Dharmawan selaku seorang meditator juga merupakan Ketua DPP PATRIA periode 2006 – 2009 dan periode 2009 – 2013 yang kini menjadi salah satu pembina dalam PATRIA. SADDHA dimulai pada tanggal 27 Juli 2014 dengan materi Dhamma yang dibawakan oleh Ike yaitu Agama dan Tujuan Hidup, Konsep Ketuhanan dalam Agama Buddha, Tiratana dan Hukum Karma, dan malamnya dilanjutkan dengan Materi One Day of Mindfulness oleh Tanagus. Pada hari kedua yaitu pada tanggal 28 Juli dipenuhi dengan retreat singkat meditasi dengan diajarkan 2 metode meditasi yaitu duduk dan berjalan dengan objek anapanasati (pernapasan atau konsentrasi pada masuk keluarnya udara melalui lubang hidung). Dalam kegiatan dua hari ini, panitia dan peserta diwajibkan untuk melaksanakan atthasila selama kegiatan.

Selain untuk memperdalam pengetahuan Dhamma kader PATRIA Kepulauan Riau, SADDHA juga memiliki tujuan untuk mempererat hubungan kader PATRIA se-Kepulauan Riau yang terdiri dari 4 DPC yaitu DPC Kota Tanjungpinang, DPC Kota Batam, DPC Kab Karimun dan DPC Kab Bintan. Maka setelah usai kegiatan , dilanjutkan dengan perkenalan diri dan sharing bersama. Dalam tawa dan canda, hubungan kami semua semakin erat dan akhirnya tercipta sebuah salam baru yaitu “Salam Martabak”.

Kegiatan SADDHA ditutup dengan kegiatan Fang Sheng dan City Tour pada tanggal 29 Juli 2014. Dengan diawali kunjungan ke kolam teratai untuk pelepasan ikan lele yang dilanjutkan dengan kunjungan ke KTM resort yang memiliki sebuah Rupang Bodhisatva Avalokitesvara atau Dewi Kwan Im tertinggi yaitu 22,37 Meter, serta tidak lupa dengan kunjungan ke Jembatan Balerang dan diakhiri dengan kunjungan ke SIMA sebagai penutup kegiatan SADDHA. Setelah usai semua kegiatan dan semua peserta kembali ke daerah masing masing.  

 

Buku SMB

coversmb

Dapatkan ebook untuk Sekolah Minggu Buddhis. Ukuran file 51 Mb.