HUT Amedha V, DPC Samarinda

IMG 4601sDPC PATRIA SAMARINDA Memiliki 1 program kerja Rutinan seminggu satu kali yaitu Amedha. Amedha merupakan singkatan dari Atthasila, Meditasi dan Dhammadesana. Program tersebut di pelopori oleh Sdri Fera Astria. Tahun ini kegiatan amedha telah menginjak usia 5 tahun, dalam menyambut HUT ke- 5 ini di adakan acara Meditasi dan Dhammatalk yang di bimbing oleh YM. Bhikkhu Cittagutto Thera dari Jakarta, acara di mulai dari kamis 10 januari 2013- 11 januari 2013.

 

 

Hari kamis 10 januari di mulai dengan acara puja bakti amedha di Vihara Ekayana pkl 19.00 Wita  di awali dengan puja bakti yang di pimpin oleh Sdr Andre Gunawan ( kord Amedha) kemudian di lanjutkan dengan meditasi yang di bimbing langsung oleh Bhante Cittagutto  selama 30 menit setelah meditasi, bhante memberikan penjelasan tentang pengenalan meditasi buddhis dimana secara buddhis meditasi ada 2  macam: samatha dan vipassana ,samatha memiliki 40 obyek meditasi , sedangkan vipassana memerlukan obyek kesadaran setiap saat, serta Bhante juga menjelaskan tentang  perbedaan dari vipasana dan samatha dan Bhante berpesan seseibuk apapun kegiatan yang kita lakukan kita perlu mengolah batin kita agar dapat siap menghadapi segala problem dalam kehidupan sehari- hari. Kemudian di lanjutkan dengan sesi tanya jawab dan pelimpahan jasa, pemercikan air paritta di tutup dengan paritta pattidana dan namakarapatha.

HUT AMEDHA V DPC Samarinda

Di hari kedua jumat 11 januari 2013 di awali dengan puja bakti yang di pimpin oleh Bpk Rudy Tjan di lanjutkan dengan dhammatalk di bawakan oleh Bhante Cittagutto dengan tema Atthasila , Bhante menjelaskan tentang pancasila dan atthasila dimana pancasila di sebut sebagai pakati sila atau sila alami bukan di buat dan sila ke 6-8 di sebut  pannati sila,  Pancasila bagi siapapun yang melanggar tetap akan memperoleh  karma buruk meskipun dia bukan seorang buddhist ini merupakan hukum alam , untuk mengatur hidup orang ini agar lebih baik dan kebiasan hidup sehari hari dapat  di kendalikan, hubungan sila dan meditasi  dalam dhamma telah di sebutkan modal dasar meditasi ialah sila seperti contoh yang di sampaikan bhante mengapa orang tertentu sulit bermeditasi salah satu sebabnya di antaranya karena orang tersebut memiliki kebiasaan buruk maka gangguan itu muncul terus seperti orang yang sering melanggar sila ke 4 dalam berbicara ucapanya kotor melulu maka dalam meditasi  terus mengganggu keluar , jadi sila yang baik sangat di perlukan untuk menunjang meditasi. 

Serta Perbedaan sila ke 3 di pancasila Kāmesu micchācārā veramanī sikkhāpadam samādiyāmi   dan sila 3 di atthasila Abrahmacariyā veramanī sikkhāpadam samādiyāmi , Bila di pancasila di perbolehkan bila sudah resmi menjadi pasangan suami- istri , yang tidak di perbolehkan ialah  berhubungan dengan yang bukan suami / istri sah nya, sedangkan sila 3 di atthasila Tidak berhubungan suami istri meskipun telah menjadi pasangan hidup resmi dan tidak tidur bersama atau pisah kamar atau pisah ranjang selama latihan atthasila di lakukan.

Secara garis besar bhante  menjelaskan sila ke 6-8 kemudian di lanjutkan dengan sesi tanya jawab selama 1 jam salah satu pertanyaan yang di tanyakan oleh seorang anggota  PATRIA yang bernama Akuang sebagai berikut : didalam sila kelima  Surāmeraya-majja-pamādathānā veramanī sikkhāpadam samādiyāmi, bila kita minum bir Cuma sedikit hanya mencicip apakah itu sudah termasuk pelanggaran?
“ Justru persoalannya disini  ialah melatih diri ,membiasakan diri  karena kebiasaan adalah sulit untuk  di ubah , bila sedikit dikit  lama kelamaan bisa menjadi  mabuk, dan meskipun bila  tidak mabuk bisa menjadi  suatu kebiasaan baru  . Kebiassan buruk yang ada  di latih agar tidak sampai berkembang malah diusahakan agar berkurang atau mengembangkan kebiasaan  baik , lain halnya bila alkohol tersebut  menjadi obat hal  itu lain lage jangan di hubungkan  dengan pelanggaran, apapun itu bila men jadi  obat tidak dapat di anggap sebagai  pelanggaran karena berguna penting untuk kesembuhan  “setelah selesai tanya jawab ditutup dengan paritta patidana dan namakarapatha. Acara Amedha secara rutin dilaksanakan setiap hari kamis jam 19.00 bertempat di Vihara Ekayana atau Vihara Muladharma Samarinda. [Reporter : Jayadharo Anton / Photographer : Franky Wijaya]

 

{fcomment}

Buku SMB

coversmb

Dapatkan ebook untuk Sekolah Minggu Buddhis. Ukuran file 51 Mb.