Guru Offroad

Minggu, 24 Mei 2015, Patria DPC Samarinda mengadakan kunjungan ke rumah-rumah Guru Agama Buddha yang ada di Samarinda. Kegiatan ini diadakan dalam rangka menyambut Hari Tri-Suci Waisak 2559BE / 2015 dengan tujuan untuk memberikan perhatian dan apresiasi kepada mereka atas jasa-jasa yang telah mereka berikan kepada kita Pemuda - Pemudi. Sebanyak 9 rumah dikunjungi pada hari itu. [ foto lainya ]


Tepat pukul 12:10, bubuhan Patria Samarinda yang berjumlah 16 orang berangkat dari Vihara Muladharma menuju ke rumah para guru. Dimulai dengan kunjungan ke rumah Bp. Nanda di daerah Gunung Cermin yang jalan aksesnya tergolong off-road. Hanya mobil 4WD yang mampu melewatinya, sehingga rombongan mobil lainnya menunggu diluar Blok yang cukup jauh. Namun ekstrimnya jalan tidak menyurutkan semangat para Pemuda dan Pemudi Patria Samarinda menuju ke rumah Bp. Nanda. Setelah sampai di tujuan, kami disambut oleh Bp. Nanda dan Ibu Anis yang telah menunggu kedatangan kami. Setelah tiba dirumah beliau salah satu perwakilan dari kami membacakan kartu ucapan Waisak yang telah dibuat, kemudian kami menyerahkan parcel Waisak dan buku riwayat hidup Buddha Gotama yang sudah dipersiapkan. Mengingat banyaknya lokasi tujuan yang cukup berjauhan, kami pun tidak berlama-lama di rumah Bp. Nanda. Setelah mengobrol dan ber-selfie, kami pamit untuk menuju ke lokasi selanjutnya. Selanjutnya kami menuju ke 5 rumah guru-guru yang lokasinya berdekatan di daerah Bengkuring. Sama seperti sebelumnya, setelah membacakan kartu ucapan Waisak, mengobrol dan berfoto, kami lalu berpamitan.

Lokasi selanjutnya merupakan lokasi yang terjauh. 2 rumah berlokasi di daerah Sambutan (sekitar 20 menit dari pusat kota) dan 1 rumah di daerah Sindang Sari (sekitar 40 menit dari pusat kota). Ada kisah menarik saat kami hendak menuju ke salah satu rumah di daerah Sambutan. Karena alamat yang kurang jelas, kami pun mampir di sebuah minimarket & salah satu teman kami berinisiatif untuk mencari tahu alamat tersebut. Namun ketika hendak bertanya kepada salah satu pengendara roda 4, teman kami malah diberi uang 2000 rupiah karena dikira juru parkir. Sepertinya ini dikarenakan faktor face teman kami, daripada menyalahkan rompi yang dipakai.

Hampir semua Bapak-Ibu Guru yang kami kunjungi merasa senang dan terharu, mereka juga mengajak kami untuk datang lagi saat hari Waisak tanggal 02 Juni 2015 untuk dijamu makan (saat anjangsana). Setelah berkeliling selama sekitar 6 jam, kami pun tiba di Vihara Muladharma pada pukul 18:20 dengan hujan yang masih mengguyur.

 

 

Buku SMB

coversmb

Dapatkan ebook untuk Sekolah Minggu Buddhis. Ukuran file 51 Mb.