Together We Fight – REKIN IX

Together We Fight – REKIN IX REKIN.. mungkin terdengar asing bagi pemuda-i PATRIA di luar daerah Samarinda ataupun KALTIM, tetapi bagi sebagian besar anak muda buddhis Theravada di Samarinda kegiatan ini sangat santer nan dinanti. Hampir sebulan sebelum hari kegiatan berlangsung yaitu 24 - 26 Oktober 2014 kapasitas peserta sudah Sold Out! bahkan ada beberapa teman yang rela masuk waiting list sambil berharap teman lainnya ada acara lain di hari libur itu. Hampir sebulan pula nasib penerbitan artikelnya, kami berharap liputan kegiatan yang disaji dapat benar-benar terangkum dengan manis – semanis keringat dan kebahagiaan peserta di Rekin 9 ini.


Dua Tahun sekali kegiatan Rekin diadakan oleh tiap generasi kepengurusan PATRIA DPC Samarinda, cukup lama memang sejarah perjalanan hingga kegiatan Rekin ke-sembilan ini sampai-sampai menjadi kartu Ace bubuhan* Samarinda. Dua kader PATRIA dari Balikpapan dan Berau, tiga dari Tarakan ditambah dua dari Tenggarong ikut bergabung di acara Rekin yang mana sangat menambah kebahagiaan tiga puluh tujuh teman-teman dari samarinda karena bubuhan dari luar samarinda yang datang gosipnya wow bungas- bungas**. Dua tempat digunakan untuk kegiatan tiga-hari dua-malam yang terhitung cukup singkat dibanding Rekin-Rekin terdahulu, Vihara Muladharma sebagai tempat istirahat dan pelaksanaan hampir sebagian besar acara, sedangkan UNMUL (Universitas Mulawarman) sebagai battleground Outbond yang dipersiapkan panitia setelah melalui proses lobi yang anehnya mudah, voila!

Sakitnya tuh disini, sebagai parody plus welcome party dibawakan teman-teman panitia dan abang Franky Wijaya sebagai senior koreografi terlatih didapuk untuk memimpin joged Mbak Citata diatas podium sambil satu persatu panitia diperkenalkan naik memadati panggung yang tetap bergoyang sakitnya tu disini. Setelah itu peserta dibawa mengular di sesi polonaise yang dilakukan berpasang-pasangan sehingga diantara panitia maupun peserta langsung akrab tanpa terasa canggung lagi. Di awal hari pertama ini setiap peserta dibekali sebungkus telur mentah yang dimasukkan kedalam plastik dan diberi clue oleh panitia “di JAGA yaa”, setelah itu pada lengan masing-masing peserta dililitkan cable ties yang juga gak dikasihtau maksud nya untuk apa.

Sehabis dibuat semangat dengan lari-lari dengan polonise, sesi dilanjutkan dengan Open Mind yang dibawakan oleh Rudi Cahyadi sebagai Motivator untuk membangkitkan semangat peserta yang bergabung di Rekin 9. Ternyata cable ties yang dililitkan pada peserta itu digunakan untuk mengikatkan benang tebal antara sesama anggota di dalam tiap kelompok, dari hari pertama sampai dengan malam di hari kedua. Cukup efektif untuk membuat peserta di tiap kelompok menjadi akrab karena mereka dibuat untuk selalu berdekatan saat diberikan tugas pembuatan name tag, yel-yel, talent show, makan dan saat sesi materi. Bahkan terasa sangat dekat soalnya tali tadi gak boleh dicopot walaupun salah satu peserta di dalam kelompok ijin buang air kecil/besar. Yang lebih sering sih cewek punya keperluan, jadi bisa dibayangkan pemandangan satu kompi berdempetan didepan pintu wc vihara nunggu temannya didalem.

Hari kedua diawali dengan game “dipilih-pilih” jam 06.00 pagi, dibawakan oleh abang Sumardi tiap kelompok diberikan 3 game marathon dimana berhadiah sarapan pagi yang bisa dipilih sesuai kelasnya. Nasi kuning plus lauk komplit diberikan ke pemenang pertama, hingga kelompok yang terakhir menang cuma dikasih masing-masing 1 bungkus indomi + 1 telur yang dua-duanya harus dimasak sendiri. Setelah sarapan dan mandi, 3 materi diselingi coffee break dan game singkat disiapkan panitia. Ada 2 pembicara yang tidak asing oleh sebagian besar peserta selain Rudi Cahyadi, yaitu; Fery Go (BPO DPP PATRIA) dan Dragono Halim (Jurnalis). Materi yang dibawakan oleh ketiga pembicara kali ini menggunakan game simulasi yang unik, ada game teamwork yang dibawakan pada lapangan basket, ada sesi materi plus persentasi kelompok yang dibawakan outdoor dibawah pohon rindang vihara, ada pula sesi materi yang membuka mental block peserta dengan menyelipkan hukuman push-up/squat karena teman disebelahnya memecahkan/kehilangan telur mentah yg dikasih saat registrasi hari pertama. Nah kadang kita gak sadar kalau kesalahan yg kita buat bisa berdampak sama orang disekitar kita, bukan cuman kita..loh.

Tibalah saat talent show di malam hari kedua, tiap kelompok berusaha berdiskusi dan latihan di sela-sela padatnya jadwal dari pagi hari. Drama dan tarian dari lagu ditampilkan oleh masing-masing kelompok saat sesi talent, terlihat pede-lucu-jijay, mereka berebut penilaian dari Juri (bubuhan panitia) yang akhirnya kelompok Olaf dengan [Crayon POP – BarBarBar] nya berhasil memikat hati sebagian besar para Juri. Hari kedua ditutup dengan joged bersama Crayon POP dan sesi perenungan yang dibawakan oleh Rudi Cahyadi dengan topik Who Am I ?

Jam 04.00 subuh peserta dibangunkan secara mendadak (tanpa pemberitahuan malamnya) oleh panitia untuk melakukan jurit subuh di hari ke-3 ini. Beberapa kelompok yang telat terpaksa skip ritual gosok gigi pagi, hingga permainan jurit subuh selesai. Setelah sarapan pagi peserta lanjut ke acara Outbond di UNMUL, yang mana pemenang dari Jurit Subuh mendapat keuntungan kecepatan rata2 mobil transportasi yang tinggi sampai dengan yang paling buncit dapat kecepatan woless 20km/jam. Sesampainya di UNMUL, tiap kelompok diberikan clue berupa foto tiap pos Outbond berada, dimulailah perantauan keliling lingkungan kampus yg cukup Luas. Butuh waktu 4,5 jam untuk menyelesaikan seluruh Pos Outbond yang tersebar, tetapi semangat peserta tetap tinggi walaupun ada beberapa peserta cewek yang kelelahan musti naik motor panitia dari pos satu ke pos lainnya. Sesi outbond selesai, peserta dibawa untuk makan siang dan istirahat dirumah salah satu senior PATRIA di samarinda yaitu Fang Mei.

Setelah suguhan makan siang peserta kembali ke Vihara untuk memainkan game bersama Fill the Pipe, ke 46 peserta memainkan game mengisi pipa besar dengan air kolam teratai Vihara hingga bola pimpong dapat keluar dari salah satu lubangnya. Tetapi rintangan cukup berat karena banyaknya bolongan pada pipa dan total pipa yang tersambung. Akhirnya panitia juga turun membantu, sehingga disinilah benang merah tema Rekin 9 dapat terlihat, Together We Fight!. Acara Rekin 9 ini diakhiri dengan sharing, ucapan terima kasih yang mengharu-biru, pemberian kenang-kenangan foto tiap peserta, hadiah kelompok terbaik, dan foto bersama. “Terima kasih untuk seluruh peserta dari dalam dan luar Samarinda, panitia dan pembicara, semoga kita semua mendapat manfaat yang baik, PATRIA.. One Spirit One Dhamma” ujar Petty selaku Ketua Panitia sebagai penutup.

 

 

*Bubuhan = Teman-Teman

**Bungas = Cantik/Ganteng

 

Lihat Video : https://www.youtube.com/watch?v=xEY5lnPFGPA  

Buku SMB

coversmb

Dapatkan ebook untuk Sekolah Minggu Buddhis. Ukuran file 51 Mb.