Hantu bergentayangan di Banjarmasin

Sehari sebelum hari Kathina Dana di Vihara Dhammasoka Banjarmasin, tepatnya hari Sabtu tanggal 25 Oktober 2014, DPC PATRIA Banjarmasin kembali mengadakan acara rutinnya yaitu F2L yang bertajuk tema “be Halloween”. Tidak seperti F2L sebelumnya, F2L kali ini terasa eksklusif karena berjalan dari pagi hingga malam. Pukul 10:00 para peserta telah memenuhi aula vihara Dhammasoka dengan dipandu oleh Yuan sebagai pembawa acara pada F2L kali ini.


Dengan memakai alur cerita ala dongeng, 35 orang peserta yang dibagi dalam 5 kelompok harus membangunkan sang drakula yang tengah mati suri akibat jebakan 13 orang hantu yang iri akan kekuasaannya. Untuk itu, masing-masing kelompok harus memenangkan misi-misi yang diberikan agar dapat mengumpulkan potongan-potongan puisi dan petunjuk untuk membangunkan drakula.

Berbagai permainan outbond sederhana dikemas panitia sebagai misi yang harus diselesaikan peserta, outbond tersebut antara lain: Pick the Ball, Shake It, Pingpong Line, Balance Marble, Fill the Tank, Aqua Olympic, dan Yakult World Cup. Tujuan dari outbond ini tidak lain adalah kerja sama, kepemimpinan, inisiatif, serta keakraban. Meski kering terjemur terik matahari, keceriaan semua peserta terus mengiringi berjalanannya outbond pada siang hari itu.

Tepat pukul 15:00, rangkaian outbond berakhir dengan dibagikannya petunjuk terakhir. Aroma berbagai gorengan renyah dan minuman dingin telah menanti peserta, yang langsung berkumpul di sekelilingnya bak semut mengerumuni gula. Serangkaian F2L untuk sesi pertama ditutup dengan briefing singkat dari panitia sebelum mereka berkumpul kembali jam 17:00.

Di saat istirahat inilah panitia berganti kostum sesuai dengan peran hantu mereka masing-masing. Panik bercampur salut, itulah yang dirasakan panitia ketika banyak peserta yang datang sebelum jam 17, beberapa diantaranya malah memilih tidak pulang sama sekali saat jam istirahat diberikan oleh panitia. Acara kembali dilanjutkan dengan diawali oleh perkenalan ke 13 hantu (panitia), dengan didukung suasana remang-remang yang telah di-setting oleh panitia.

Sebelum kelompok meluncurkan aksi membangunkan drakula, terlebih dahulu semua peserta dan panitia makan malam bersama, dengan cara yang sedikit berbeda. Makanan yang di bagikan telah ditempelkan nama peserta/panitia lain, dan masing-masing peserta/panitia bertugas untuk menyuapkan makanan tersebut sesuai nama yang tertempel.

Tiba di puncak dari F2L pada hari itu, setiap kelompok telah menyiapkan penampilannya untuk membangunkan drakula dengan berpenampilan serupa zombie. Tampil bergiliran sesuai nomor urut yang telah diundi, penampilan semua kelompok dalam berpuisi untuk membangunkan drakula sangat kreatif dan kompak, sehingga juri kesulitan memberikan penilaian. Dengan selisih nilai yang sangat tipis antar kelompok, terpilihlah kelompok Wizard sebagai pemenang serta Hendra “Khetok” sebagai hantu terfavorit dan berhak atas hadiah mug dengan desain khusus F2L Halloween. Acara ditutup dengan Namakara Patha dan foto bersama.

 

 

Buku SMB

coversmb

Dapatkan ebook untuk Sekolah Minggu Buddhis. Ukuran file 51 Mb.