F2L Perdana Banjarmasin

Banjarmasin – “FIND (Friend IN Dhamma), Fun, and Learning!” ucap Mely dengan penuh semangat, mengawali kegiatan perdana F2L yang diselenggarakan oleh DPC PATRIA Banjarmasin pada hari Sabtu, 21 Juni 2014. Sebanyak 32 remaja Buddhis dari berbagai sekolah dan kampus datang ke SD Dhammasoka Banjarmasin untuk mengikuti F2L. Ada yang sudah mengenal satu sama lain, ada juga yang hanya duduk diam karena belum mengenal peserta yang hadir pada saat itu. Hanya satu cara agar mereka tidak hanyak duduk diam, yaitu dengan berkenalan.


Pertama-tama semua peserta dan panitia beralih menuju ke lapangan sekolah, dibagi atas banyak kelompok yang berisi 3 orang untuk diajak bermain “Tupai dan Pohon”. 2 orang “pohon” ditugaskan berdiri dan saling berpegangan, sedangkan 1 orang “tupai” duduk bernaung di bawah pohon. Ada kondisi-kondisi yang diserukan oleh MC, yang mengharuskan tupai ataupun pohon berganti rekan, dan di setiap pergantian mereka diharuskan berkenalan. Suasananya sangat riuh, jika lantai bukan beralaskan semen, mungkin lantainya akan bergetar karena para peserta yang riuh kesana kemari mencari pasangan.

Masih berlanjut dengan game berikutnya, peserta dibagi menjadi 6 kelompok secara acak untuk bermain estafet sumpit, sumpit dijepit menggunakan hidung dan dipindahkan ke anggota kelompok lain. Mengingat cukup sulitnya permainan ini, panitia cukup terkesima ketika mengetahui ada 1 kelompok yang berhasil melakukan estafet sumpit sebanyak 30 putaran. Selain itu, ada juga kejadian konyol ketika games ini dimainkan, yaitu peserta yang memindahkan sumpit tersebut terkesan seperti mau “berciuman”.

Cukup sudah bibir ini menjadi kaku, mulut para peserta diajak sedikit rileks dengan menyantap hidangan yang disediakan malam itu. Selesai makan, peserta diberikan lagi 1 permainan lagi yang mungkin sering mereka mainkan pada saat masa kanak-kanak, yaitu “Pancasila Ada Lima”. Setiap kelompok wajib memberikan nama merk, negara, istilah Buddhis, dan nama buah yang alfabet awalnya telah ditentukan.

Sepertinya masih ada kurang nih… Ya itu adalah sesi materi. Sesi ini diberikan oleh Lindawati Tjandera, SE tentang pembekalan untuk kesiapan mental dan mengingatkan agar tidak lupa akan keluarganya. Materi ini dipilih mengingat ada peserta kelas 3 SMA yang akan melanjutkan studinya di luar daerah. Selain itu, ada sesi sharing dari Nico Sunjaya, SE berupa tips mencari kos di luar daerah yang baik dan pengalaman ketika kuliah di luar daerah.


 

 

Buku SMB

coversmb

Dapatkan ebook untuk Sekolah Minggu Buddhis. Ukuran file 51 Mb.