41 siswa minggat dari rumah

Sebanyak 41 orang muda-mudi berkumpul di vihara Dhammasoka Banjarmasin dengan masing-masing membawa tas travel besar layaknya hendak “minggat” dari rumah, apa yang sebenarnya mereka rencanakan??? Hmm, ternyata mereka ingin mengikuti acara RYM atau Refresh Your Mind ke-3 yang diadakan oleh Pemuda Theravada Indonesia cabang Banjarmasin pada tanggal 7 s/d 9 Agustus 2013. Sesuai namanya, RYM bertujuan membawa angin segar bagi remaja buddhis setara SMA – Kuliah semester 3 usai ujian sekolah yang telah mereka hadapi melalui serangkaian kegiatan outbond dan inbound. [ foto lengkap ]

Awalnya peserta melakukan registrasi ulang di vihara Dhammasoka pada rabu sore, kemudian para peserta bersama panitia segera meluncur menggunakan bus ke Vihara Buddha Sasana, di Kota Pelaihari. Setelah 90 menit berlalu akhirnya rombongan peserta dan panitia tiba, panitia yang datang beberapa hari lebih awal menyambut kedatangan para peserta dengan wajah segar dan penuh semangat. Tanpa berlama-lama, semua peserta langsung diarahkan untuk makan malam bersama dengan sistem makan keluarga per kelompok. Ketika perut tidak lagi melakukan aksi demo, semua kelompok diarahkan agar menyelesaikan misi membuat foto menggunakan Handphone yang mana menggambarkan nama kelompok mereka, dengan tujuan untuk mendapatkan properti bahan pembuatan name tag masing-masing kelompok. Usai menyelesaikan misi, para peserta dan panitia berkumpul di Dhammasala untuk saling berkenalan dengan dipandu oleh sdr. Adi Suhanda. Suasana seketika mencair ketika para peserta bermain serangkaian game yang mengundang tawa, dimana salah satu permainan game yang bernama ciuman beruang, mengakibatkan seorang lelaki harus mencium leher teman lelaki disampingnya.


Kemudian masuklah ke sesi Pre-games malam, meski sempat terhalangi oleh hujan deras, namun sesi pre-games tetap berjalan seru dan menarik, dimana semua kelompok menyelesaikan pos-pos mini games dengan hadiah petunjuk untuk outbond di hari ke-2, namun jika mereka kalah, mereka diharuskan menyerahkan harta berharga mereka, bahkan tidak sedikit peserta yang menyerahkan baju mereka. Tujuannya tidak lain adalah untuk menjaga keamanan barang berharga para peserta sendiri, agar tidak hilang saat outbond. Pos-pos yang disediakan antara lain: Quick Count, True or False, All You Can Eat, Suit, Peragaan, dan Susun Paritta. Selesai pre-games, para peserta kembali ke wisma untuk tidur.

Diluar dugaan, para peserta dan panitia terbangun hari kamis pukul 7.00 tanpa adanya morning call seperti yang direncanakan. Bagaimana tidak, salah satu panitia, sebut saja Brownie (bukan nama sebenarnya), tidur di tengah lorong wisma dan menimbulkan kegaduhan akibat dengkurannya yang luar biasa membahana. Selesai mandi dan makan pagi, peserta langsung melakukan briefing outbond bersama sdr. Jeandy. Tepat pukul 10 pagi, di tengah cuaca yang mendung, outbond berlangsung dengan penuh semangat. Ada 7 pos outbond dan 7 pos penahan, di pos outbond mereka akan bermain mengandalkan fisik dan di pos penahan mereka akan diuji kemampuan public speaking perorangan. Meski sempat tertunda akibat hujan, panitia dan peserta tidak patah semangat, kami tetap melanjutkan outbond di tengah rintik hujan.

Malam harinya, badan yang dingin ini dihangatkan oleh api unggun sambil mendengarkan sharing dari beberapa peserta. Kemudian masuk ke sesi renungan bersama sdr. Adi, semua panitia dan peserta diajak untuk merenungi kembali jasa para orang tua yang telah membesarkan anaknya, di ujung renungan, semua peserta dan panitia dipersilahkan menuliskan ungkapan terima kasih melalui gift card. Dengan mata bengkak dan merah, peserta kembali ke wisma untuk tidur, ada pula yang masih bertahan dan berkumpul untuk melanjutkan sharing.

Sampai pada hari ke-3, para peserta melakukan senam di Jum’at pagi yang cerah, dilanjutkan game api abadi, dimana tim peserta berhadapan dengan tim panitia melakukan perang bom air untuk mempertahankan sebatang lilin yang menyala. selesai berolahraga, semua peserta dan panitia bergerak untuk mandi dan makan pagi, lalu serentak mengenakan kaos RYM dengan dominasi warna coklat bergaris merah. Tak terasa RYM telah sampai di penghujung acara, masuklah kami ke sesi pengumuman pemenang dengan kategori kelompok terbaik (Kel. Lolol), peserta laki-laki terbaik (Indera), peserta wanita terbaik (Eryana Suviana), peserta favorit pilihan panitia (Hendro Wijaya Halim), dan panitia favorit pilihan peserta (Rudiyanto Tjandera). Hadiah langsung dibagikan kepada para pemenang oleh ketua RYM, Yudha Sudtyawan, dan dilanjutkan sesi foto-foto sebagai penutup acara. Setelah makan siang, para peserta kembali ke Banjarmasin sekitar pukul 4 sore. Capek, tapi menyenangkan!  

Buku SMB

coversmb

Dapatkan ebook untuk Sekolah Minggu Buddhis. Ukuran file 51 Mb.