Show your Spirit!

Semangat merupakan objek abstrak yang menjiwai setiap kehidupan, sebuah motivasi diri yang membuat seseorang berani dan mampu melakukan sesuatu untuk mecapai impiannya. Dan kali ini DPC PATRIA Pontianak mempersembahkan sebuah acara Dhamma Camp yang bertajuk semangat, dengan tema “Show Your Spirit!” acara tersebut dilaksanakan pada tanggal 2-4 Januari 2015 bertempat di Vihara Viriyadhamma Purun. Acara yang dilaksanakan pada saat liburan merupakan momen yang sangat pas untuk mengisi liburan para peserta yang berjumlah 26 orang, 26 orang tersebut terdiri dari DPC PATRIA Pontianak, DPC PATRIA Ketapang, dan Pemuda/I Vihara Viriyadhamma Purun. [ foto lainnya ]

Acara pembukaan yang dimulai pukul 19.00 WIB, peserta melakukan registrasi, setelah semua peserta selesai masing-masing peserta berkumpul di ruangan Dhammasala, Namakara Patha menjadi pembuka dari acara tersebut, setelah itu mulailah MC menunjukkan diri oleh Aprianto dan Mellyanti, diawali dengan menyanyikan lagu kebangsaan “Indonesia Raya” dan lagu kebangsaan PATRIA “Mars Patria”, setelah itu masuk ke sesi kata sambutan, sambutan pertama oleh ketua panitia penyelenggara Willy Very Heng, kemudian dilanjutkan dengan sambutan oleh ketua Dayaka-Sabha Vihara Viriyadhamma oleh Bapak Suwondo, setelah itu sambutan dari ketua DPD PATRIA Kalimantan Barat oleh Lendy, ini merupakan sambutan perdana oleh ketua baru DPD PATRIA KALBAR yang baru saja dipilih pada saat Musda 21 desember lalu. Lalu sambutan dilanjutkan kembali oleh ketua PC MAGABUDHI Kab Mempawah oleh Romo Budiyono, sesi kata sambutan pun selesai, dilanjutkan kembali dengan pembacaan tata tertib oleh MC, pada tata tertib ada 1 peraturan yang membuat para peserta sekejap menjadi galau, tata tertib tersebut adalah “Segala jenis barang-barang seperti gadget dan HP dikumpulkan.”

Tujuan dari pengumpulan tersebut supaya terjadinya suatu ikatan kebersamaan antar 1 peserta dengan yang lain, lalu pada saat registrasi peserta diberikan sebuah kain yang terdiri dari 5 warna bendera Buddhis yang telah dilipat, lalu setiap peserta sudah diperbolehkan untuk membuka lipatan kain tersebut, setelah dibuka peserta yang mendapatkan kain berbentuk segitiga adalah ketua dari warna kelompoknya! Tepuk tangan yang riuh dan kagetnya sang ketua kelompok yang tak disadari apa arti dari sebuah kain tersebut akhirnya terungkap, oke lanjut lagi ke sesi ice breaking pengenalan diri, ada pepatah mengatakan “tak kenal maka tak sayang” maka dari itu para peserta harus saling perkenalkan diri dan sebaliknya memperkenalkan kembali teman barunya, dimulai dengan pengumpulan name tag lalu diacak dan semua peserta mengambil kembali secara acak lalu mencari nama yang tertera di name tag lalu berkenalan, setelah peserta semua sudah saling berkenalan acara pertama pun ditutup dengan pembacaan namakara patha dan peserta kembali ke tenda masing-masing. Uniknya tenda yang dibangun agak sedikit ekstrim, tenda tersebut didirikan dekat dengan semua pohon yang sedang dihuni oleh ratusan bahkan ribuan ulat, ulat tersebut datang karena daerah tersebut sedang musim hujan, teriakan kegelian dilanda oleh semua tenda khususnya tenda perempuan untungnya ulat tersebut bukan jenis ulat bulu yang berbahaya namun ulat biasa yang berwarna hijau, panitia pun dibuat kewalahan oleh binatang kecil tak bertulang ini, setelah dirasa bebas dari ulat peserta pun akhirnya bisa istirahat dengan tenang, setelah 3 jam berlangsung istirahat awan gelap pun datang menutupi bulan yang saat itu membuat panitia yang ronda menjadi was-was seketika, singkat cerita hujan pun datang, 4 buah tenda tersebut diguyur hujan semua tenda tersebut juga mengalami kebocoran namun 3 dari 4 tenda tersebut tidak mempermasalahkan kebocoran tersebut karena lelapnya tidur peserta bahkan sakin lelapnya menimbulkan suara yang tidak enak didengar mugkin tidak perlu saya sebutkan anda juga pasti tahu, dan kemudian ada 1 tenda yang meresahkan kebocoran tersebut akhirnya peserta di tenda tersebut keluar lalu tenda kembali diperbaiki oleh panitia, padahal hanya hujan numpang lewat bisa membuat tenda tersebut banjir, setelah panitia memperbaiki dan membersihkan tendanya akhirnya peserta bisa kembali istirahat.

Tidak terasa jam sudah menunjukkan jam 05.00 WIB, saatnya senam pagi! Dengan wajah yang masih setengah sadar para peserta diajak senam pagi, musik morena pun menjadi alunan di dingin pagi itu. Goyangan morena dipagi hari itu membuat para peserta yang awalnya ngantuk kembali ceria meskipun, bau nafas masih kurang sedap peserta masih berani berteriak kegirangan karena hebohnya senam pagi saat itu, senam pagi pun selesai para peserta kembali mempersiapkan dirinya, setelah selesai mandi, dihari kedua setiap peserta wajib menggunakan dresscode baju berwarna putih dan tidak ada satupun yang melanggar ketentuan tersebut, makanan yang telah dipersiapkan oleh panitia sudah terbagi rata kepada setiap peserta, setelah selesai makan peserta kembali ke ruangan dhammasala untuk melakukan pembacaan namakara patha dan meditasi sejenak, lalu kegiatan chanting pun selesai peserta kembali duduk ke kelompok masing-masing berdasarkan warna kelompok.

Materi pertama yang berjudul “Aku Cinta PATRIA” yang disampaikan oleh Rudi Sugianto menjelaskan tentang organsasi PATRIA, dan untungnya menjadi anggota dari organisasi PATRIA, serta bebragi pengalaman beliau yang sebelumnya menjabat sebagai ketua DPD PATRIA KALBAR selama 2 periode, walaupun materinya yang sederhana namun bisa membuat para peserta mengerti bahwa banyaknya hal-hal positif yang bisa dilakukan didalam PATRIA, dengan tepuk tangan yang meriah menjadi penutupan dari sesi tersebut, lalu materi kedua disampaikan oleh seorang motivator hebat yang datang jauh-jauh dari Solo atas undangan dari panitia, beliau juga merupakan ketua DPC PATRIA Solo yang masih menjabat sampai sekarang ini, beliau adalah Inge Santoso, tepuk tangan meriah menjadi awal pembukaan dari materi yang berjudul “Expand Your Comfort Zone” pada materi tersebut Inge Santoso mengajarkan kepada peserta untuk bisa terbiasa keluar dari zona nyaman, beliau juga memotivasi para peserta bagaimana untuk bisa keluar dari zona nyaman, peserta pun akhirnya menyadari manfaat yang banyak jika keluar dari zona tersebut, sesi materi kedua yang disampaikan oleh Inge Santoso pun selesai dan dilanjutkan dengan makan siang bersama, hanya jangka waktu tidak kurang dari 10 menit konsumsi pun terbagi secara merata ini merupakan pertanda ganasnya seekor naga yang ada didalam perut peserta, tidak berlama-lama lagi setelah membaca paritta para peserta pun makan siang bersama, makan siang peserta kembali menimbah ilmu “Kepemimpinan Buddhis” yang disampaikan oleh Y.M Bhikkhu Thitayanno, kemudian dilanjutkan lagi oleh Inge Santoso dengan materi “Public Speaking” kali ini peserta diajarkan untuk lebih berani menghadapi rasa takut dan prakteknya adalah menampilkan sesuatu yang ekstrim cenderung memalukan, para peserta menunjukkan aksinya mulai dari bernyanyi, akting, stand up comedy, menari bahkan melakukan hal-hal aneh, tujuan dari kegiatan itu untuk membuat peserta mencoba mengalahkan rasa takut yang kerap kali dirasakan saat berada didepan umum, dasar dari public speaking juga diajarkan oleh beliau mulai dari cara berbicara, gerakan tangan, posisi tubuh dan lain-lain, acara pun selesai peserta kembali menuju tenda masing-masing, setelah selesai mandi dan makan malam, sesi Malam Motivasi yang masih diisi oleh Ibu Inge Santoso dengan materi “Kesuksesan Ala Kung fu Panda” topik yang unik dan pas untuk para peserta yang diantaranya anak-anak SMA, motivasi yang diberikan sambil mendeskripsikan seekor panda lucu “Po”, materi yang dikemas menarik dimasukkan sedikit unsur-unsur motivasi sungguh luar biasa!

Tak terasa hari kedua sudah selesai, acara pun ditutup dengan membacakan Namakara Patha. Lalu begitu peserta keluar dari ruangan, hujan pun turun tanpa berpikir panjang lagi, ruangan dhammasala pun menjadi tempat alternatif untuk berisitirahat semua barang-barang pun dikemas menuju dhammasala sepertinya cuaca malam sangat tidak bersahabat dikarenakan memang sedang musim hujan, karena kecapekan peserta pun kembali tertidur dengan pulas suara dengkuran pun kembali menjadi lagu tidur untuk para peserta yang belum bisa tertidur. Hari terakhir pun tiba setelah selesai mandi dan sarapan peserta diajak kembali untuk bermeditasi namun meditasi kali ini sambil dibimbing oleh Ibu Inge Santoso, setelah selesai meditasi materi selanjutnya tentang 4 kepribadian seseorang, yang terdiri dari Sanguin, Melankolis, Koleris, dan Phlegmatis. Pada materi ini peserta belajar untuk mengenali diri sendiri maupun orang lain, diajarkan juga bagaimana cara berhubungan komunikasi dengan orang yang umumnya memiliki kepribadian yang berbeda-beda, sesi selanjutnya diisi oleh Dedi Alfonso dengan topik “Semangat Tanpa Batas”, dilihat dari topiknya yang menarik selaras dengan tema kegiatan ini beliau sharing tentang bagaimana menumbuhkan semangat didalam kehidupan sehari-sehari, pembawaannya yang humoris membuat rasa kantuk dari peserta hilang seketika, siang pun tiba kembali lagi para peserta menyantap konsumsi yang telah disiapkan panitia, setelah makan siang masuk lagi ke materi Inge Santoso dengan topik “Money Mastery Basic”, dilihat dari judulnya ada kata “Money” yang berarti uang disini beliau mengajarkan kepada peserta untuk mengelola uang dengan baik dan benar, mulai dari bagaimana menjaga aset, pentingnya sebuah asuransi, belajar mengenai jenis-jenis investasi saham, obligasi, reksadana dan lain-lain pada sesi ini peserta sangat aktif dalam bertanya banyak pertanyaan yang diajukan berhubungan dengan tabungan investasi jangka panjang, sore pun tiba sesi pun berakhir dan kembali ke sesi yang sangat ditunggu-tunggu semua peserta, outbound! Begitu mendengar nama sesinya saja sudah terasa keseruannya dimulai dengan melepaskan rompi PATRIA lalu dilipat dan berbaris sesuai kelompok masing-masing yang telah ditentukan dengan warna dari sepotong kain, outbound kali ini dikemas menyatu dengan suasana alam disekitar vihara memanfaatkan tanah lapang dengan banyak berbagai tumbuhan-tumbuhan hijau.

Pada pos 1 peserta harus mencari sebuah amplop yang bertuliskan warna kelompoknya karena warna amplop bertolak belakang dengan tulisannya membuat setiap kelompok sedikit kebingungan, setelah mendapatkan amplop, ada sebuah peta untuk kelompok mencari sebuah botol yang berisikan clue selanjutnya yang berada di pos 2, arah jam 3 menjadi petunjuk mencari botol-botol itu, ketika botol sudah ditemukan namun ada lagi cobaan untuk kelompok ternyata setiap botol sudah bertuliskan makna dari warna kelompok-kelompok yang sebelumnya mengambil ide dari bendera Buddhis, peserta pun berpikir dan saling bekerjasama mencari arti dari warna kelompoknya, setelah mendapat botol yang sesuai dengan makna dari warna kelompoknya mereka segera menuju pos selanjutnya, pos 3 mereka harus mencari sebuah papan clue yang telah disembunyikan panitia dibalik sebuah pohon kelapa, clue tersebut bertuliskan "Buatlah sesuatu dari barang disekitarmu menjadi sesuatu yang dapat digunakan, Gunakan itu sebagai alat tukar di game selanjutnya. Selamat Berkreasi!”, tantangan lagi untuk para peserta daun pisang pun menjadi incaran setiap kelompok untuk membuat berbagai macam kreasi mulai dari topi, baskom, dan lain lain, setelah berkreatif ria kelompok biru yang paling pertama menuju pos 4, pada pos ini setiap kelompok diberikan 2 buah papan kayu mereka harus membantu temannya menyebrangi sebuah lintasan penuh dengan kotoran, jika temannya menginjak kotorannya maka kelompok tersebut harus memulai dari awal lagi, setelah pos 4 selesai kali ini tim merah yang paling pertama menuju pos 5. Pada pos 5 peserta kelompok harus menutup mata dengan kain warna kelompoknya namun untuk ketua kelompok tidak diperbolehkan untuk menutup mata, ketua kelompoknya harus membimbing teman-temannya melewati lintasan dan sebuah terowongan yang telah dirancang panitia, bergerak bagaikan seekor ular ketua kelompok yang bisa melihat selalu menginstruksikan kepada teman-temannya “ada batu! Merunduk! Tiarap!” setelah sampai diakhir lintasan tim merah menjadi yang pertama masuk ke pos 6, di pos 6 setiap kelompok harus mengumpulkan air dengan sebuah gelas yang telah dilubangi dengan sekali jalan lalu dikumpulkan di wadah botol besar, jumlah air tersebut akan menjadi nilai tukar uang, uang tersebut menjadi sebuah kas setiap kelompok disini setiap kelompok belajar dalam manajemen uang, hal-hal yang dijual panitia adalah sebuah tongkat dan clue yang wajib dibeli peserta serta ada beberapa konsumsi seperti minuman, buah-buahan dan kue. Setelah membeli sebuah clue ternyata didalam sebuah clue tersebut ada sebuah 2 soal matematika yang sudah diubah menjadi sandi angka, para peserta kembali diajak untuk memecahkan soal tersebut setelah soal berhasil dijawab sebelum menuju pos 7 setiap kelompok wajib membuat sebuah yel-yel, di pos 7 peserta harus melewati rintangan tali yang sudah diikat kotak-kotak dan diberikan beberapa nomor, dan kembali lagi dengan clue soal, jawaban dari kedua soal tersebut memberikan angka untuk setiap kelompok melewati lubang tali yang sudah diberikan nomor-nomor sesuai dengan jawaban soal mereka, namun ada 1 peraturan yang membuat peserta sulit melewati lubang tersebut peraturannya adalah “dalam melewati lubang tali tidak diperbolehkan membuat tali bergetar!” berbagai cara pun dilakukan setiap kelompok mulai dari memegang kaki temannya, melompat dan lain-lain.

Setelah selesai di pos 7 masih ada 1 pos terakhir, yaitu pos 8 disini peserta harus mencari sebuah bendera yang nantinya akan diikatkan ke tongkat, namun tidak mudah mencari sebuah bendera yang bersembunyi didalam botol-botol tersebut yang memiliki sebuah angka membuat peserta kebingungan, ternyata jawaban dari angka tersebut adalah penjumlahan dari 2 soal clue matematika yang dibeli oleh setiap kelompok disesi pembelanjaan tadi, setelah menjumlahkan angkanya mereka harus mencari botolnya ternyata banyak angka yang sama namun tidak ada isinya mereka harus mencari angka dari botol yang sebenarnya berisi bendera! Setelah mencari ke sana ke sini, masuk ke air, naik lagi ke daratan akhirnya bendera ditemukan kemudian kelompok tersebut harus mengikatkan benderanya ke sebuah tongkat yang telah dibeli, tancap dan selesai! Outbound pun berakhir, rasa senang, solid, dan eratnya kebersamaan yang dialami semua peserta membuat mereka semakin kompak, akhirnya semua peserta kembali membersihkan diri setelah mandi setiap kelompok diberi waktu untuk mempersiapkan sebuah nyanyian pada saat sesi api unggun dimalam terakhir, setelah makan malam selesai semua peserta duduk berkumpul mengitari api unggun setiap kelompok pun maju menyajikan sebuah lagu yang telah diaransemen seusai dengan kegiatan ini, masuk ke sesi pesan kesan di sesi ini kegiatan tersebut sangat dirasa sangat positif oleh setiap peserta bahkan ada yang mengharapkan diadakannya lagi kegiatan ini secara berkesinambungan sungguh luar biasa! Sampailah kami diakhir acara, panitia pun juga tidak mau kalah unjuk gigi dalam bernyanyi, lagu “Jangan pernah Ucapkan” menjadi penutup kegiatan Dhamma Camp kali ini, pada saat panitia tengah bernyanyi, sebuah kembang api menyulut mewarnai langit malam pada saat itu, Surprise Firework! Peserta yang kaget melihat kembang api karena tidak menyadari adanya kejutan di acara itu, tepuk tangan meriah menjadi penutup acara ini, setelah selesai peserta pun mengemaskan semua perlengkapan pribadinya dan masuk menuju bis jemputan, sayonara! sampai jumpa lagi pada Dhamma Camp selanjutnya!. Terima kasih kami ucapkan kepada setiap partisipan dan donatur yang telah berpartisipasi dalam merealisasikan kegiatan ini. One Spirit One Dhamma!  

Buku SMB

coversmb

Dapatkan ebook untuk Sekolah Minggu Buddhis. Ukuran file 51 Mb.