KREASI TERATAI SIRIPADA PUJA

Siripada Puja adalah ritual penghormatan pada (bekas) telapak kaki Suci Sang Buddha, yang biasanya dilakukan saat bulan purnama di bulan Kattika (November). Caranya dengan memberikan persembahan berupa bunga teratai, pelita, dan dupa untuk dihanyutkan ke sungai (pada jaman Sang Buddha, dilakukan oleh penduduk di sekitar Sungai Nammada yang dipercaya terdapat batu bekas pijakan kaki Sang Buddha).

Tradisi Siripada Puja juga sudah dilakukan di Vihara Buddha Loka Tulungagung. Bedanya, persembahan yang dibawa oleh umat, dihanyutkan di kolam buatan (bukan di sungai, dengan tujuan menghindari pencemaran lingkungan). Momen Siripada Puja ini digunakan oleh DPC Patria Tulungagung untuk mengadakan kegiatan: bareng-bareng membuat kerajinan kertas berbentuk teratai (lengkap dengan lilin, dupa & tatakan dari gabus) untuk dijual per paket seharga Rp 10.000,- kepada umat-umat, dengan keuntungan -/+ Rp 6000.

3 Minggu sebelum acara, kerajinan teratai mulai dikerjakan bersama-sama. Bahan-bahan yang disiapkan yaitu: kertas lipat, lem, gabus, lilin dan dupa. Waktu pengerjaan dilakukan bersamaan ketika kegiatan Sekolah Minggu, dengan tujuan sekalian memberi latihan ketrampilan melipat kertas pada Anak-Anak Sekolah Minggu (diawali dengan menjelaskan sejarah & makna Siripada Puja). Melalui kerjasama yang kompak, akhirnya 106 paket teratai dapat terselesaikan.

Acara Siripada Puja berlangsung lancar pada Senin 6 November 2017, dengan dihadiri Bhikkhu Uggaseno, Bhikkhu Khemadaro beserta -/+100 umat. Dengan kegiatan ini, DPC Patria Tulungagung memperoleh beberapa manfaat: meningkatkan kekompakan antar anggota, sarana belajar & melatih ketrampilan membuat kerajinan teratai, memahami sejarah Siripada Puja, dan keuntungan dari penjualan paket teratai bisa untuk menambah uang kas DPC Patria Tulungagung. Semoga artikel ini menginspirasi rekan-rekan Patria dimanapun berada, terima kasih.








Buku SMB

coversmb

Dapatkan ebook untuk Sekolah Minggu Buddhis. Ukuran file 51 Mb.