Bangkit

Setelah "tertidur" selama 8 tahun (kegiatan terakhir 26-27 Mei 2007 berupa leadership Break), DPC Patria Tulungagung bangkit lagi dengan mengadakan Bazar Kathina pada 31 Oktober 2015. Ide kegiatan ini berawal dari obrolan santai beberapa anggota, yang membahas Kas DPC Patria Tulungagung yang semakin menipis sehingga perlu mengadakan kegiatan lagi. [ foto lainnya ]


Diprakarsai oleh Hartatik, Liana, dan Adelia, maka diundanglah semua anggota yang ada untuk rapat pemilihan Ketua & Kepanitiaan Bazar kathina (akhir September). Hasil rapat memutuskan Liana Thaurusia sebagai Ketua Panitia. Mengingat terbatasnya jumlah anggota DPC Patria Tulungagung, maka Bazar kathina ini dibantu oleh Ibu-ibu dari Dayaka, Wandani & umat simpatisan yang ahli masak- memasak.

Proses persiapan selama sebulan termasuk lancar, diantaranya mencatat makanan & minuman apa saja yang akan dijual, siapa saja yang memasak, berapa porsi, sistemnya: dana, titipan, atau beli kontan. Dilanjutkan dengan merancang susunan acara, percetakan Kupon Bazar (senilai 20.000 dan 5000), percetakan spanduk, patung hiasan, penjualan kupon, penyebaran brosur, pengumpulan doorprize dari para umat yang berdana, dan yang terakhir adalah pemesanan & penataan perlengkapan. Begitu acara Bazar Kathina dibuka pada pk 15.00, pengunjung banyak yang berdatangan. Mereka berkeliling untuk memilih menu-menu yang tersedia di 13 meja yang telah dipersiapkan di area Vihara. Pk 15.00 hingga 18.00 adalah puncak keramaian pengunjung.

Untuk memeriahkan acara, di dalam ruangan serbaguna telah disediakan sound system (pengunjung yang bersedia mengisi acara dengan maju menyanyi di atas panggung, akan mendapatkan 1 lembar kupon doorprize hadiah hiburan, yang di akhir acara diundi untuk dipilih 5 pemenang). Hingga acara ditutup, terdapat 15 pengunjung yang bersedia menyumbangkan suaranya.

Acara hiburan yang tak kalah seru (dimulai pk 18.00 - 19.30) adalah 5 jenis permainan berhadiah, yaitu: tebak meraba benda dalam kardus, lempar bola ke bak, menebak bobot kepingan VCD, membidik (paser), dan lempar karet (masing-masing permainan dipilih 2 pemenang). Semua permainan tersebut diikuti oleh anak-anak Sekolah Minggu. Mereka bermain dengan penuh semangat dan antusias.

Mulai pk 20.00 adalah saatnya pengumuman dan pembagian hadiah untuk para pemenang 5 jenis permainan, dilanjutkan pengundian untuk memilih 5 pemenang bagi para penyumbang lagu. Acara puncak / terakhir yaitu pengundian kupon Bazar untuk mendapatkan 10 doorprize utama. Pengambilan 10 kupon tersebut dilakukan secara bergiliran oleh anak-anak Sekolah Minggu secara bergilir, dan nomor kupon para pemenang langsung ditulis di papan tulis. Bagi para pemenang yang masih belum pulang, hadiah langsung diserahkan. Sedangkan pemenang yang sudah pulang, hadiah dapat diambil paling lambat seminggu setelah acara berlangsung. Acara pengundian & penyerahan hadiah, berakhir pada pk 21.00.

Setelah acara ditutup, seluruh panitia masih sibuk menata perlengkapan, penghitungan dana, penghitungan menu2 yang tersisa (sebagian dibeli sendiri oleh panitia & pengurus Dayaka yang masih belum pulang), dan foto bersama hingga pk 23.00. Meski badan letih, tetap semangat karena bahagia telah berbuat kebajikan, sesuai yel Patria "One Spirit, One Dharma!".

Esok harinya (Minggu 1 November 2015), menu2 Bazar berupa snack & minuman yang masih ada (roti bakar, pisang bakar, bakpau, es milo), dibagikan untuk anak2 Sekolah Minggu. Dilanjutkan rapat evaluasi Bazar, agar untuk tahun-tahun berikutnya dapat lebih baik dalam pelaksanaan kegiatan serupa.

 

 

Buku SMB

coversmb

Dapatkan ebook untuk Sekolah Minggu Buddhis. Ukuran file 51 Mb.