Dolan Surabaya Timur

DSC 0771

Jumat, 10 Maret 2017 telah diadakan sebuah kegiatan awal Dolan oleh Patria di Vihara Eka Dharma Loka, Surabaya. Tema Dolan kali ini adalah “saddha/keyakinan” yang dibawakan oleh Sdr. Suryo Hariono. Sebelum memulai acara, diadakan games pembuka untuk mencairkan suasana. Dalam acara kali ini dihadiri oleh banyak peserta dari berbagai macam latar belakang seperti mahasiswa dari Ubaya, Unair, STTS, Sekolah Cita Hati, SMK YPPI, SDK Stella Maris, SDK Xaverius, Umat Penghayat Kepercayaan Terhadap Tuhan Yang Maha Esa - Sapta Dharma, Buddha Metta Club dan beberapa umat lainnya. Ada total 28 peserta beseerta panitia.


Dalam pemaparannya, Sdr. Suryo menjelaskan perbedaan iman (dogma) vs saddha (keyakinan). Dalam arti harafiah, dogma merupakan kepercayaan atau doktrin yang dipegang oleh sebuah agama/organisasi. Dogma wajib 100 % diimani dan berdosa bila mempertanyakannya, demikian konsep dari agama tetangga. Sedangkan saddha adalah keyakinan berdasarkan pengetahuan dan hasil verifikasi atau pemeriksaan atau penyelidikan awal berupa hipotesis (anggapan benar) terhadap ajaran (konsep, gagasan, dll) yang terbentuk karena keterbatasan bukti dan merupakan titik awal yang perlu ditindaklanjuti. Saddha/keyakinan inilah yang nantinya menjadi pembentuk pikiran benar sehingga umat Buddha perlu membuktikan sesuatu dengan tidak menerimanya secara mentah saja (skeptis & come and see).

Dasarnya :
1. Anggutara Nikaya III , 2016 : Saddha adalah 1 dari 5 kekayaan
2. keyakinan sangat penting bagi pengembangan dan pelatihan batin sehingga membawa kebahagiaan.
3. Anggutara Nikaya III, 127 : disebutkan bahwa umat Buddha harus mengembangkan keyakinan terhadap ajaran Buddha.

Mengapa Saddha penting ?
1. Keyakinan atau saddha dapat membentuk pikiran benar dengan pengembangan ke dalam diri
2. Keyakinan sangat penting karena mendorong kita untuk membuktikan sendiri ajaran Buddha Keyakinan mendahului pemahaman karena tanpa keyakinan bagaimana bisa memahami.

Saddha vs Panna :
Saddha > Panna , fanatisme membuta
Panna > Saddha, free thinker, tidak ke mana – mana, tiada pedoman hidup, karena semuanya dinilai sama

Secara ringkas :
4 macam saddha/keyakinan yaitu :

 

  1. Kamma saddha : keyakinan terhadap hukum kamma
  2. Vipakha saddha : keyakinan terhadap akibat/buah dari kamma
  3. Kammakataka saddha : keyakinan bahwa semua makhluk memiliki kammanya masing-masing dan bertanggung jawab terhadap perbuatannya
  4. Tathagathabodi saddha : keyakinan terhadap penerangan sempurna Sang Buddha


2 ciri saddha/keyakinan yaitu :

1. Pikiran terbuka (open mind) : keterbukaan dan keingintahuan, membuka pandangan/wawasan
2. Praktik : puja dan pelaksanaan moral/sila yang benar

Saddha mengandung tiga unsur:
1. Keyakinan yang kuat akan suatu hal
2. Kegembiraan yang dalam akan sifat-sifat baik
3. Harapan untuk memperoleh sesuatu di kemudian hari

2 jenis saddha/keyakinan yaitu :
1. Mulika saddha : keyakinan yang berdasar
2. Amulika saddha : keyakinan yang tidak berdasar

Obyek saddha :
1. Buddha, melambangkan kebijaksanaan, dapat membedakan mana yang baik dan buruk
2. Dhamma, melambangkan kebenaran, praktik jalan mulia beruas delapan yang berujung pada pembebasan derita (dukkha)
3. Sangha, melambangkan kesucian, pengikisan kilesa (lobha, dosa, moha)

Keyakinan atau saddhā yang mengakar secara dalam pada wawasan yang beralasan/berdasar (Pali: ākāravatā saddhā dassanamūlika) adalah keyakinan yang kokoh yang tidak terkalahkan oleh siapa pun. Keyakinan ini merupakan keyakinan yang didasari oleh kebijaksanaan (Pali: pañña; Skt: prajñā). Dengan kebijaksanaan atau disebut indria kebijaksanaan (Pali: paññindriya) maka saddhā pada diri seseorang akan stabil.

Pelindung sejati manusia : pikiran yang terlatih dan terkendali dengan baik (eling lan waspada/sati sampajanna)

Pikiran yang terlatih adalah pikiran yang sering dilatih dengan praktik meditasi keheningan/konsentrasi (samatha bhavana) dan meditasi kebeningan/pandangan terang (vippassana bhavana) secara konsisten

Bahasa sederhana dari pikiran terkendali adalah pikiran yang selalu berada dalam kekinian, pikiran sadar, sering-sering bertanya dalam diri sendiri : “Saat ini saya sedang apa ya?”

Pelindung dunia = hiri dan ottappa, rasa malu berbuat jahat dan takut akan akibat perbuatan jahat.

Semoga apa yang didapatkan dalam acara kali ini dapat memperkuat saddha/keyakinan peserta terhadap ajaran Sang Buddha. Kami dari panitia, menunggu Dolan edisi ke-2 dengan tema “Ketuhanan Dalam Agama Buddha” di hari yang sama, 24 Maret 2017 agar pemahaman kita semakin meningkat. Silakan mengajak teman-teman lainnya ya.

DSC 0658
DSC 0658
DSC 0658
DSC 0658
DSC 0658
DSC 0658

Buku SMB

coversmb

Dapatkan ebook untuk Sekolah Minggu Buddhis. Ukuran file 51 Mb.