I’m Possible FRADA 2

Kamis, 02 April 2015 kemarin, DPC PATRIA Surabaya kembali mengadakan acara FRADA, Fun Race in Dhamma yang kedua yang bertemakan “I’m Possible”, bertempat di Vihara Dhammadipa Surabaya yang terletak di Jl. Pandegiling. Acara yang berlangsung 4 hari 3 malam ini diikuti oleh 22 orang peserta. Pada hari pertama, para peserta berkumpul jam 07.00 pagi di Vihara Dhammadipa Surabaya.[ foto lainnya ] Acara dibuka dengan sambutan ketua acara Shinta, sambutan dari Andriyanto Gozali sebagai perwakilan dari DPC PATRIA Surabaya, serta sambutan dari YM Bhante Viriyadharo Mahathera selaku Kepala Vihara Dhammadipa Surabaya. Setelah kata sambutan, dilakukan pengenalan panitia acara, yang bertujuan untuk mengenalkan semua panitia kepada peserta, sehingga selama acara kedepannya, para panitia dan peserta dapat saling mengenal satu sama lain. Setelah perkenalan, para peserta pun bermain games pengenalan untuk saling mengenal satu sama lain. Setelah penjelasan singkat mengenai acara yang nantinya akan diikuti oleh peserta, para peserta pun tidur.

Hari kedua ,pada tanggal 03 April 2015 dibuka dengan sarapan dan kemudian para peserta pun mengikuti chanting. Setelah chanting, para peserta disegarkan dengan bermain games. Setelah itu dilanjutkan dengan sesi YM Bhante Tejapunno Thera mengenai “I’m Possible”. Tidak ada yang mustahil, karena kata Impossible sendiri mengatakan “I’m Possible”. Setelah sesi, para peserta kembali bermain games dan dilanjutkan dengan makan siang. Sesudah makan siang, para peserta diberi waktu untuk mempersiapkan talent show yang akan ditampilkan esok harinya. Begitu persiapan selesai, acara kembali dilanjutkan dengan sesi Linna Tanamatras, Wakil DPD PATRIA JATIM. Pada materi ini , para peserta diajak untuk mengenali diri mereka masing-masing. Peserta diminta untuk menyebutkan satu kata yang melambangkan diri mereka. Setelah itu, mereka diminta merenung apakah kata yang mereka gunakan itu baik ataukah tidak. Jika tidak baik, maka mereka dianjurkan untuk berubah. Kalau tidak berubah sekarang,kapan lagi? Jika baik, maka sifat tersebut akan semakin baik jika dikembangkan. Setelah sesi ce Lina, dilanjutkan dengan makan malam, kemudian game singkat sebelum dilanjutkan Dengan materi selanjutnya yang dibawakan oleh upasaka abhaya dhammo atau biasa dipanggil Edy. membawakan materi dengan tema “The Biggest Fear”. Di sesi ini para peserta diajak untuk mencari tahu ketakutan mereka dan juga cara untuk mengatasinya. Edy juga berkata bahwa di dalam Buddhist, hanya ada dua ketakutan, yakni Hiri dan Ottapa. Setelah sesi, diadakan sesi refleksi untuk mengajak peserta merenungi apa saja yang sudah mereka dapatkan selama 2 hari ini.

Pada hari ketiga Sabtu, 4 April 2015, para peserta diajak pergi ke Tunjungan Plaza untuk menjalankan misi menemukan tempat-tempat yang ada pada hint yang telah diberikan pada mereka. Ditemani satu orang panitia, mereka pun mengelilngi Tunjungan Plaza untuk menjalankan misi. Meskipun lelah, para peserta tetap bersemangat dan antusias menjalankan misi tersebut. Begitu peserta selesai menjalankan misi, para peserta pun kembali ke Vihara Dhammadipa. Kemudian, dilanjutkan lagi dengan sesi YM Bhante Jayamedho Thera dengan tema “How to Live a Succesful Life”. Kita bisa sukses selama kita melakukan segala sesuatunya dengan semangat, pantang menyerah, dan sesuai dengan ajaran Dhamma. Sesaat sebelum sesi berakhir pun YM Bhante Jayamedho Thera mengajak para peserta untuk melihat gerhana bulan yang kebetulan terjadi pada hari itu. Sesi pun ditutup dengan perayaan ulang tahun YM Bhante Jayamedho yang jatuh pada tanggal 1 April 2015. Selanjutnya dilanjutkan dengan makan malam , serta persiapan akhir dari talent show. Akhirnya, bakat para peserta pun diuji. Terdapat 3 orang juri yang nantinya akan menilai performa dari setiap tim. Penampilan yang ditampilkan pun beragam. Mulai dari drama, drama musical, stand up comedy, hingga indovigram. Suasana pada saat talent show pun sangat meriah. Sesudah talent show berakhir, para peserta dan panitia juga diminta untuk melakukan voting terhadap tim favorit mereka. Sesudah talent show, para peserta kembali melakukan sesi refleksi dan kemudian tidur.

Akhirnyaa, puncak utama dari FRADA tiba!! Pada hari ke empat, Minggu, 5 April 2015, para peserta akan melakukan race mengelilingi tempat-tempat di Surabaya serta meliput kelebihan dari tempat-tempat tersebut. Para peserta berangkat dari Vihara Dhammpadipa pada pukul 6 pagi dengan berjalan kaki. Tempat pertama yang mereka kunjungi adalah Taman Bungkul. Disana, peserta bermain games sekaligus makan pagi. Selanjutnya, mereka pergi ke Kebun Binatang Surabaya. Disini, para peserta melakukan misi yang telah diberikan. Dari KBS, para peserta pun pergi ke Tugu Pahlawan. Disini juga para peserta bermain games. Meskipun terlihat sudah cukup lelah dan ditambah panasnya terik matahari, namun para peserta tetap bersemangat menyelesaikan permainan untuk pergi ke tempat berikutnya. Dari Tugu Pahlawan, beserta beranjak ke Museum Kesehatan. Dari Museum Kesehatan, mereka berlanjut ke Museum Bank Indonesia. Berakhirlah race pada hari keempat ini! Sesudah dari Musesum BI, para peserta kembali ke Vihara Dhammadipa untuk makan siang. Sesudah makan dan bersih-bersih, tibalah kita di penghujung acara FRADA 2 ini. Para peserta diperlihatkan hasil liputan mereka selama race serta foto-foto kegiatan acara selama 4 hari 3 malam ini. Diharapkan dengan mengikuti acara ini, para peserta dapat mendapatkan pelajaran dan pengalaman yang berharga.  

Buku SMB

coversmb

Dapatkan ebook untuk Sekolah Minggu Buddhis. Ukuran file 51 Mb.