The Power Of Mind Saddha

Malam minggu 23 November 2013, DPC Patria Surabaya mengadakan acara Saddha yang ke 3 ,dengan tema the Power Of Mind. Acara saddha kali ini,diadakan di Vihara Dhammadipa Surabaya,yang terletak di jalan Pandegiling. Antusias rekan-rekan sesama budhis mengesankan mengingat jumlah peserta yang melebihi perkiraan panitia,yaitu 31 orang. [ foto lainnya ]


Acara ini dimulai tepat pukul 18.00 WIB dengan pembawa acara kita,Andriyanto Gozali ditemani dengan rekannya yaitu Tiffani Juwono. Acara yang pertama tentu saja acara berkenalan satu sama lain. Aan dan Tif membawakan sebuah games,yaitu mengambil stiker dari baju orang yang ada di samping nya. Kemudian di lanjutkan dengan games mengikat tanga dengan koran secara berpasangan,serta berbagai games seru lainnya yang membuat peserta saddha ini tidak bosan,having fun serta dapat menambah teman-teman baru. Setelah lelah bermain,dilanjutkan dengan acara makan malam dan sesi materi.

Pada saddha ini, Rico Satria Chandra,sebagai pembawa materi ,membawakan materi Mind and Belief yang artinya pikiran dan kepercayaan. Mengutip dari Dhammapada ayat 2, “ Segala sesuatu dimulai dari pikiran,diciptakan oleh pikiran,jika orang berbicara atau berbuat dengan pikiran murni ,maka kebahagiaan akan mengikutinya. Laksana bayang-bayang yang tak terpisahkan.

Untuk mendapatkan hasil yang berbeda diperlukan cara berpikir dan tindakan yang berbeda pula Menurut materi yang di sampaikan oleh Ko Rico,cara membuat perubahan itu sendiri adalah
-buat belief yang baru
- cari role model
- afirmasi

Kemudian,setelah selesai menyampaikan materi-materinya, Rico mengajak peserta Saddha kali ini untuk bermain games,yaitu mengubah kepercayaan kita akan sesuatu.

Games kali ini adalah menusukan sedotan ke dalam sebuah kentang,hingga tembus ke sisi lainnya. Susah bukan? Tapi menurut Rico,apabila kita percaya,kita dapat melakukannya dan tidak pantang menyerah,maka tentu saja kita akan bisa melakukan itu! Dan.... dari semua peserta dan panitia yang mencobanya,ada 4 orang yang berhasil melakukan itu loh! Menurut salah satu peserta yang berhasil menembus kentang itu,yang pertama-tama adalah fokus akan kekuatan sedotan,kemudian dengan segenap tenaga,tusukan sedotan itu ke kentang yag kita pegang. Apabila belum berhasil,jangan berhenti hingga sedotannya habis.

Materi sudah,main games sudah,tiba saatnya sharing time,Rico ngajak satu cewek dan satu cowok(lebih boleh) buat sharing tentang pengalaman mereka dan apa saja yang telah mereka lakukan untuk menuju sebuah perubahan.

Ada sharing salah satu teman kita,William yang bercerita tentang kuliahnya. Ia membuat keptusan dan tiba-tiba ia baru menyadari bahwa ia merasa tidak cocok dengan kuliah nya yang sekarang ini. Dan kemudian dia memutuskan untuk berhenti. Sebenarnya,apapun keputusan kita itu adalah yang menurut kita nyaman dan terbaik untuk kita saat ini. Dalam artian,selama keputusan kita bersifat positif saja,jangan pernah menyesal dengan apa yang sudah kita pilih,karena penyesalan itu tidak akan menghasilkan apa-apa,selain rasa bersalah itu sendiri. Yang harus kita lakukan adalah terus berjuang dengan apa yang kita perbuat dan pikirkan masa depan kita dengan sebaik-baiknya. Semua harus di jalani saja karena itulah keputusan kita.

Rico juga memberi tips untuk mengatasi kegelisahan pikiran kita,yaitu dengan menarik nafas yang panjang kemudian masuk ke ruangan yang kosong. Dapat juga di lakukan dengan berlompat-lompat sembari berteriak untuk membuat pikiran dan perasaan kita lebih enak.

Jam sudah menunjukan pukul 21.00, maka berakhirlah Saddha pada hari Sabtu ini dengan sesi foto-foto peserta,Rico dan panitia. Saat sesi foto-foto,semua berbaur menjadi satu dan mengeluarkan gaya narsisnya masing-masing.

Semoga para peserta bisa mendapatkan manfaat yang baik dan berguna dari Saddha ini, dan dapat mempraktekkannya di dalam kehidupan sehari-hari mereka.

 

Buku SMB

coversmb

Dapatkan ebook untuk Sekolah Minggu Buddhis. Ukuran file 51 Mb.