How Lucky I am to be a Buddhist

Hai.. Kembali lagi bersama DPC PATRIA Surabaya, kali ini kami mengadakan acara yang bernama SAPER (Saddha Perdana). Acara SAPER ini dimaksudkan untuk menyambut para mahasiswa baru yang ada di berbagai Universitas yang ada di Surabaya. Kita ingin mengenalkan mereka sebagai sesama Buddhis dan mengenalkan mereka 5 Vihara Theravada di Surabaya. [ foto lainnya ]



Nah tema acara kita pada kali ini adalah “How Lucky I am to be aBuddhist” yang diadakan pada tanggal 21 September 2013 pada pukul 6 sore di Vihara Dhammadipa. Awalnya para peserta wajib untuk regristasi dan mereka diberikan konsumsi untuk dimakan sebelum acara. Pada pukul kurang lebih jam 7 kurang acara dimulai dengan perkenalan MC dan games perkenalan untuk para peserta. Games tersebut dinamai “HI BOOM!!!”, awalnya cara bermain adalah saat MC BOOM maka peserta harus mencari 5 orang untuk berkumpul dan membentuk lingkaran. Setelah berkumpul 5 orang maka MC akan memberikan perintah-perintah yang harus dilakukan. Seperti letakkan tangan kananmu di pipi kanan teman yang berada di sebelah kanananmu, dan masih banyak lagi perintah-perintah yang diberikan oleh MC kepada peserta.

Namun saat MC mengatakan Hi para peserta harus mengatakan HI dan mengenalkan dirinya masing-masing. Saat MC mengatakan BOOM kembali para peserta harus berpencar mencari teman-teman yang baru untuk bergbung menjadi 5. Setelah beberapa kali BOOM dilakukan MC mengubah sedikit permainan. Dengan cara saat MC mengatakan BOOM dengan ditambahi dengan berkumpul dengan teman yang bulan ulang tahunnya sama maka mereka harus berkumpul dengan sesame teman dengan bulan ulang tahun yang sama. Setelah capek bermain game maka dilanjutkan dengan perkenalan PATRIA yang dibawakan oleh ketua DPC PATRIA Surabaya yaitu Fani Chrisyanti. Setelah perkenalan PATRIA dimulailah acara drama yang begitu membuat para peserta tidak berhenti tertawa dengan tingkah laku konyol dari para pemain.

Drama ini dimainkan oleh para anggota DPC PATRIA Surabaya, yaitu Nico Sunjaya, Andriyanto Gozali, Adi Saputra, dan Youvi Angelina. Drama ini mengisahkan ada 2 orang lelaki bernama Aheng dan Ahong yang bersahabat tinggal di kampong, lalu salah satu dari mereka yaitu Ahong ingin mengadu nasib ke kota dan dia berhasil. Di kantornya Ahong bertemu dengan Amei dan jatuh cinta Amei, lalu dia ingat dengan sahabatnya yang masih berada di kampung. Ahong berniat untuk mengajak sahabatnya itu ke kota dan merasakan apa yang dia rasakan. Saat sahabatnya itu sudah berada di kota dan melamar pekerjaan di kantor tempat dia bekerja bersama dengan bosnya yang agak “budek” dan nyentrik yang bernama Apeng. Ahong memperkenalkan Aheng dengan Amei, namun tak disangka Amei dan Aheng ini saling jatuh cinta pada pandangan pertama dan melanjutkan hubungan sampai ke jenjang pernikahan. Ahong yang dihantui rasa cemburu dan marah berusaha menghancurkan karir Aheng dengan cara menghasut Bos Apeng untuk memecat Aheng dan itu akhirnya berhasil. Hidup Aheng mulai berantakan dan Amei minta cerai karena sudah tidak tahan dengan sikap Aheng yang ugal-ugalan sejak dia dipecat. Setelah Amei meminta cerai akhirnya Aheng sadar dan meminta maaf kepada Amei. Pada akhirnya mereka hidup kembali seperti semula, membangun keluarga yang harmonis.

Drama itu dilanjutkan dengan talk show kecil yang dibawakan oleh Upa Suryo Hariyono, SE., M.Ak yang akrab di panggil Ko Suryo yang telah menyiapkan booklet untuk dibagikan kepada para peserta. Di dalam booklet itu sudah ada penjelasan tentang tema kali ini. Dan sesekali juga terdapat hubungan antara isi booklet dengan drama yang tampil sebelumnya. Acara kali ini di tutup dengan sesi foto bersama.  

 

Buku SMB

coversmb

Dapatkan ebook untuk Sekolah Minggu Buddhis. Ukuran file 51 Mb.