Banjir darah di Banyuwangi

Pada tanggal 11 Januari 2015 umat Buddha Banyuwangi berkunjung ke Vihara Dhamma Kerti Dusun Rejoagung, Desa sumberagung, kec. Pesanggaran untuk merayakan ulang tahun WANDANI dan PATRIA ke 19 th. Acara ini dihadiri dari berbagai Vihara di Banyuwangi. Tepat pada hari itu, kebahagiaan tercermin di wajah para ibu-ibu dan pemudaBuddhis.


Yang menjadi panitia utama dalam acara ini Adalah PATRIA, diketuaioleh Gimin, S.Pd.B dan wakil ketua Indra dan didukung oleh ibu-ibu WANDANI. Acara tersebut dimulai pukul 09.00 WIBsamapaiselesai. Dalam acara ini umat umat Buddha Se-kabupaten Banyuwangi melakukan perbuatan baik dengan berdonor darah. Peserta donor darah bukan hanya kalangan umat Buddha, tetapi dari berbagai kalangan umat beragama.

Donor darah memiliki manfaat yang sangat penting bagi tubuh:
Menjaga kesehatan jantung: Saat kita rutin mendonorkan darah, jumlah zat besi dalam darah bisa lebih stabil. Ini artinya menurunkan resiko penyakit jantung.
Meningkatkan produksi sel darah merah: Donor darah akan membantu tubuh mengurangi jumlah sel darah merah dalam darah. Jadi tidak perlu panik dengan berkurangnya sel darah merah, karena sumsum tulang belakang akan segera isi ulang sel darah merah yang telah hilang. Hasilnya, kita akan mendapat pasokan baru setiap kali kita akan mendonorkan darah
Membantu penurunan berat tubuh: Menjadi donor darah adalah salah satu metode diet dan pembakaran kalori yang ampuh. Dengan memberikan sekitar 450 ml darah, akan membantu proses pembakaran kalori kira–kira 650.
Mendapatkan kesehatan psikologis: Menyumbangkan hal yang tidak ternilai harganya kepada sahabat kita yang membutuhkan akan membuat kita merasakan kepuasan psikologis.
Mendeteksi penyakit serius: Tiap kali kita ingin mendonorkan darah, prosedur standarnya adalah darah kita akan diperiksa terlebih dahulu sehingga kita bisa mengetahui apakah kita memiliki penyakit serius atau tidak seperti HIV, hepatitis, siphilis, malaria.

Donor darah merupakan salah satu bentuk dana, karena dalam agama Buddha memiliki pengertian dana tidak hanya dalam bentuk materi (uang) saja tetapi dapat berbagai bentuknya, misal dengan mendonorkan darah.

Donor darah merupakan membagikan sebagian dari tubuh kita yang dapat dimanfaatkan oleh orang lain. Buddha menjelaskan beberapa macam dana yaitu : Amisadana
, Dhammadanaativdana dan
mahatidana.


Donor darah termasuk dalam dana kehidupan karena kita membagikan sebagian yang ada di dalam tubuh kita untuk menolong orang lain.

Dana atau perbuatan memberi (berdana), dalam Kitab Pali dipuji sebagai kebajikan yang besar. Memang dana merupakan titik mula pada jalan menuju Pembebasan. Bila berkotbah kepada orang baru, Sang Buddha memulai kotbah bertahap Beliau dengan penjelasan terperinci mengenai keluhuran berdana (danakatha Vin. 1, 15, 18). Dari 3 dasar untuk melakukan tindakan-tindakan berjasa (puññaki-nyavatthu), berdana merupakan unsur pertama. Dua lainnya adalah sīla/moralitas dan pengembangan mental (A. iv, 241). Berdana juga merupakan yang pertama dari 10 paramita yang disempurnakan oleh seorang Buddha. Oleh karenanya, di dalam perjuangan menuju pembebasan sebagai Arahat atau Buddha, pada mulanya orang harus mempraktekkan dana.

Kesempurnaan berdana juga dilakukan oleh Bodhisatta yang tertulis dalam kisah jataka Sasajataka.
Sasajataka menceritakan bagaimana kualitas berdana ketika Bodhisatta terlahir sebagai seekor kelinci yang mengorbankan dirinya untuk menolong seorang pertapa yang sedang kelaparan. Bentuk dana demikian adalah kesempurnaan berdana yang dilakukan oleh Bodhisatta. Ada beberapa manfaat berdana yaitu:
1), memberi dana akan disenangi dan dikasihi oleh banyak orang,
2) orang yang baikmengikutinya,
3) namanyaakanharum,
4) dalam lingkungan apapun penuh kepercayaan diri dan tidak akan mengalami kesulitan,
5) setelah meninggal dunia terlahir dialam bahagia.
Empat hal pertama adalah kenyataan yang bisa kita temukan dalam kehidupan sehari-hari.

Perbuatan berdana memiliki manfaat yang sangat besar bagi pemberi maupun penerima. Berdana juga memiliki kedahsyatan yang luar biasa karena hanya satu aktivitas atau perbuatan kita (dana), kita akan mendapatkan manfaat atau buah yang beraneka ragam tidak hanya di kehidupan ini tetapi juga dikehidupan yang akan datang.
Keanekaragaman dan kedahsyatan berdana seperti ke lima hal yang ada di atas, itulah kehebatanya kita menanam jasa kebajikan dengan berdana, berbeda dengan orang menanam tanaman buah yang dihasilkan hanya buah itu saja.

Berdana juga merupakan ivestasi kita di kehidupan yang akan dating, investasi berupa kebajikan ini tidak akan pernah mengalami kerugian, kemerosotan, dan terkena devaluasi. Seperti yang di jelaskan dalam nidhikandasutta (sutta tentang penimbunan harta sejati). Timbunan yang berupa kebajikan ini tidak dapat di rampok, di ambil oleh sanak keluarga yang tidak senang, di ambil oleh raja, dan lain-lain. Timbunan kebajikan ini akan menjadi penopang atau penyokong kita di kehidupan yang akan datang.

Perbuatan baik akan menyokong di kehidupan alam bahagia, dan perbuatan buruk akan menyokong kita di kehidupan yang menderita.  

 

Buku SMB

coversmb

Dapatkan ebook untuk Sekolah Minggu Buddhis. Ukuran file 51 Mb.