Kebebasan Makhluk di Lereng Merbabu

0107i

Semarang. Pagi yang cerah dengan udara yang sejuk dengan suara anak-anak penuh keceriaan menjadikan hari Minggu yang berbeda seperti biasa, khususnya bagi Siswa Sekolah Minggu Buddhis (SMB)

dari Kabupaten Semarang dan Salatiga. Minggu, 7 Januari 2018 pukul 08.00 WIB lapangan dusun Thekelan, Batur, Getasan, Kab. Semarang sudah dipadati oleh 658 siswa dari 22 SMB Kab. Sematarang dan Salatiga. Sesuai dengan program Ikatan Guru Sekolah Minggu Buddhis (IGSMB) Kab. Semarang, kegiatan Fang Sen (abhayad?na) diadakan minimal satu kali dalam setiap tahun.

Kegiatan fang sen dihadiri oleh Bhikkhu Sujano Thera, staf Bimbingan Masyarakat Buddha Kementerian Agama Kantor Wilayah Provinsi Jawa Tengah, Ketua PC Majelis Agama Buddha Theravada Kab. Semarang, Ketua Majelis Buddhayana Indonesia Kab. Semarang, Pengurus Mahayana, Pengurus Tantrayana Kasogatan, Pengurus Nichiren Kab. Semarang, dan tokoh lintas iman, serta perangkat dusun Thekelan.

Acara terselenggara berkat kerja sama dari Lembaga Pendidikan Keagamaan Buddhis Kab. Semarang, IGSMB, PC Wandani Kab. Semarang, DPC PATRIA Kab. Semarang, Umat Buddha Thekelan, Guru PAB Kab. Semarang, dan beberapa mahasiswa serta dosen STAB Syailendra. Acara dimulai pukul 08.15 WIB dengan penampilan band New Vijjadhara, dilanjutkan laporan ketua panitia, sambutan wakil LPKB, penjelasan tentang makna fangshen, pelepasan burung, education games, pembagian buku “Mari Mengenal Hewan bahasa P?li-Inggris-Indonesi” karya Didik Susilo Ketua DPC PATRIA Kab. Semarang, pentas seni, dan pembagian doorprize. Ika Takharina dalam sambutannya menyampaikan bahwa pada awalnya yang mendaftar kegiatan terdapat 554 siswa SMB tetapi pada hari ini yang ada tambahan, sehingga total yang hadir 658 siswa SMB usia PAUD, SD, SMP, dan SMA. Tema kegiatan fang sen “Melepas Satwa Mengembangkan Rasa Cinta Kasih terhadap Semua Makhluk”. Satwa yang akan di lepas dibawa oleh masih-masing SMB yang mengikuti kegiatan fang sen. Wakil Ketua LPKB Kab. Semarang menyampaikan bahwa manusia saling terkait dengan lingkungan dan alam sekitar maka fang sen merupakan wujud keterkaitan tersebut.

Bhante Sujano Thera menjelaskan makna fang sen dengan dimulai bertanya pada anak-anak SMB, “apa yang yang difang sen nanti…” anak-anak menjawab burung… , kemudian bhante berbicara lagi “Bhante kira fang sen sapi”, kemudian siswa SMB dan umat yang hadir tertawa. Fang sen merupakan pengembangan cinta kasih dan kasih sayang kepada semua makhluk. Memberikan kebebasan terhadap makhluk lain berarti melepasan penderitaan satwa untuk dapat hidup pada habitatnya. Hal tersebut mendukung dan menjagan keseimbangan alam. Manfaat lain dari fang sen adalah satwa atau makhluk menjadi bebas dari kurungan yang sebenarnya satwa tersebut tidak tahu alasannya, serta mendukung usia panjang bagi makhluk lain. Melalui fang sen merupakan tindakan nyata menghargai kebahagiaan makhluk lain, dan fang sen dapat dilakukan setiap saat.

Pelepasan burung dimulai dengan pembacaan paritta dan kemudian pembina serta anak-anak dari masing-masing SMB melepaskan burung yang telah dibawa. Setelah burung dilepas terlihat kebahagiaan melalui senyuman dan suara dari anak-anak dan pembina SMB. Hal tersebut disampaikan salah satunya dari Annya siswa SMB Maggadhamma Salatiga dan Citra dari SMB Santighosa merasa senang dapat melepas burung dan mendukung burung untuk hidup bebas. Mereka menyampaikan kalau burung dikurung kasihan karena terpenjara dan tidak bebas. Seperti juga kalau teman-teman tidak boleh bermain atau sekolah pada waktunya, maka mereka tidak senang.

Fang sen merupakan wujud dari cinta kasih yang dapat dilakukan setiap saat pada siapa pun atau makhluk lain baik dikenal atau tidak. Melalui pendidikan fang sen pada siswa SMB anak dapat menghargai makhluk lain.

0107a

0107a

0107a

0107a

0107a

0107a

0107a

0107a

0107a

Buku SMB

coversmb

Dapatkan ebook untuk Sekolah Minggu Buddhis. Ukuran file 51 Mb.