Setangkai Mawar Untuk Opa Oma

Dalam rangka menyambut Hari Tri Suci Waisak 2558 yang jatuh pada tanggal 15 Mei 2014, DPC PATRIA Klungkung kerjasama dengan Panita Perayaan Waisak Vihara Dharma Ratna Klungkung dan Forum Ibu-ibu Buddhist Klungkung mengadakan kegiatan sosial berbagi metta kepada opa dan oma yang berada di Panti Sosial Kresna Werdha Wana Sraya. Kami mengunjungi Panti ini pada hari Selasa, tanggal 13 Mei 2014 pukul 16.00 Wita. Sangat bahagia rasanya kami dapat membagi suka cita menyambut Hari Tri Suci Waisak dengan mengunjungi para opa dan oma yang sangat antusias dan senang ketika kami mengajak mereka ngobrol, dan mendengarkan cerita tentang kehidupannya. [ foto lainnya ]

Bahkan ada seorang oma yang mengajak kami untuk duduk disebelahnya, memeluk kami seperti memeluk anaknya sendiri. Oma itu berkata “kok sore sekali baru datang?” “sering-sering main ke sini, nemenin oma”. Mereka seperti menganggap kita sebagai anaknya sendiri, yang mereka inginkan adalah perhatian, telinga untuk mendengar dan sentuhan hangat dari kita. Kami mengadakan kegiatan atau acara ramah tamah di dalam ruang aula di Panti tersebut. Kegiatan yang kami adakan antara lain ada pembukaan dari MC yang di wakilkan oleh DPC PATRIA Klungkung yang menyapa para opa dan oma, selanjutnya ada sambutan dari Ketua Perayaan Hari Waisak dan Ketua Forum Ibu-ibu Buddhist Klungkung.

Setalah itu kami dari DPC Patria Klungkung bersama-sama menghibur opa dan oma dengan bernyanyi bersama-sama. Setelah itu para opa dan oma dari Panti pun tidak mau kalah, ada dua orang oma dan satu orang opa yang menyumbangkan suara emasnya kepada kita semua. Tak disangka ternyata ada seorang oma yang duduk di kursi roda, mempunyai suara yang begitu luar biasa bagusnya dan oma tersebut sudah sering mengikuti ajang lomba menyanyi dan mendapatkan juara. Kami sangat salut dan bangga melihat semangat dan keceriaan opa-oma di Panti ini.

Setelah acara nyanyi bersama dilanjutkan dengan sambutan dari ketua Panti, oleh ibu Rene, dan tibalah dimana kami akan membagikan bingkisan dan makanan yang diberikan oleh Panitia Perayaan Waisak dan Forum Ibu-ibu Buddhist Klungkung. Selain itu dari DPC PATRIA Klungkung memberikan uang saku dan setangkai bunga mawar merah. Opa dan oma yang berada di Panti semuanya berjumlah 48 orang, namun hanya sekitar 25 orang saja yang dapat pergi dan mengikuti acara di dalam aula, lainnya ada yang tidak dapat beranjak dan berdiam di dalam wisma. Setelah kita membagikan bingkisan, makanan, bunga dan dana bagi opa dan oma yang berada di Aula, selanjutnya kita beranjak dan menemui opa dan oma yang berada di dalam wisma. Namun sebelumnya kami berfoto bersama dengan oma dan opa yang berada di dalam aula, setelah itu baru kami pergi mengunjungi opa dan oma yang berada di Wisma.

Suasana di sana sangat memprihatinkan, kami melihat ada seorang opa sedang duduk di depan wismanya, tampak opa tersebut sangat kurus sekali dan sekujur kulitnya terdapat bintik-bintik. Ada juga opa yang hanya bisa berbaring di kasur, badannya sangat kurus dan tercium bau yang kurang sedap ketika kami memberikan bunga dan dana. Selain itu ada juga seorang oma yang berjalan menggunakan tongkat kayu dan tampak di atas kasur oma itu ada foto anaknya ketika menjadi perawat dan jam dinding. Oma itu terus menangis melihat foto sambil bercerita kepada salah satu ibu-ibu Buddhist Klungkung yang bertanya orang siapa yang ada di foto tersebut. Oma berkata sambil menangis dan melihat foto “itu anak saya, entah kemana sekarang dia, saya sudah lama sekali tidak bertemu dengan anak saya, saya sangat rindu sekali dengan anak ini”, kurang lebih seperti itu yang di katakana oleh oma tersebut menggunakan bahasa daerah Bali.

Sangat sedih rasanya ketika oma itu berkata demikian, kami sangat tidak menyangka ada seorang anak yang sama sekali tidak pernah menjenguk orang tuanya di Panti. Banyak yang kami bisa petik dari pengalaman baksos kali ini, kita seharusnya sangat-sangat beruntung masih memiliki orang tua dan orang tua kita dari kecil sudah bersusah payah merawat dan menjaga kita. Ketika orang tua kita lanjut usia, itulah saatnya kita sebagai anak berbakti dengan cara merawat dan menyayangi orang tua kita seperti dahulu ketika orang tua kita merawat kita ketika kecil. Semoga dengan sedikit kebahagiaan yang bisa kami berikan kepada opa dan oma di Panti ini, semoga mereka dapat berbahagia dan sehat selalu.

 

 

Buku SMB

coversmb

Dapatkan ebook untuk Sekolah Minggu Buddhis. Ukuran file 51 Mb.