Pemuda Theravada Indonesia

Jogya Tour, Merasakan sensasi Offroad

Tur hasil kerjasama antara DPD DKI Jakarta dengan DPD DI Yogyakarta kali ini memiliki daerah tujuan DI Yogyakarta. Dalam rangka menyaksikan peresmian Candi Sangharaja dan juga merayakan hari Kathina di Vihara Mendut, kami merangkai sebuah tur mengelilingi wilayah Yogyakarta pada tanggal 16 - 19 Oktober 2014. Perjalanan dimulai dengan agak berbeda dengan biasanya, kali ini kami berangkat menggunakan kereta api Argo Lawu. Dengan total 70 peserta termasuk 7 orang panitia kami semua berkumpul di Stasiun Gambir pada malam Kamis untuk kemudian kereta membawa kami ke Yogyakarta pada subuh hari pada hari Jumat. [ foto lainnya ]


Segera setelah tiba di Stasiun Tugu di Yogyakarta sekitar pukul 4 subuh, kami bersama dengan dua teman PATRIA dari Surabaya yang telah tiba terlebih dahulu melanjutkan perjalanan menggunakan bus ke Vihara Mendut untuk istirahat dan juga sarapan disana. Beberapa peserta juga menggunakan kesempatan ini untuk dana makan pagi kepada para Bhikkhu. Disini para peserta dari Banjarmasin datang berkumpul untuk melanjutkan perjalanan bersama ke lokasi berikutnya yaitu Candi Borobudur.

Meskipun banyak peserta yang sudah pernah mengunjungi candi terbesar di Indonesia ini, namun mereka tidak bosan untuk naik berkeliling Candi Borobudur. Waktu selama dua jam pun tak terasa segera berlalu saat mengagumi megahnya Candi Borobudur kebanggaan Indonesia ini.

Kami pun melanjutkan perjalanan ke Museum Seni Ullen Sentalu. Museum ini menyajikan koleksi berupa lukisan dan foto-foto tokoh sejarah budaya Mataram Islam, kain batik khas Solo dan Yogyakarta, karya sastra, arca-arca kebudayaan Hindu Buddha, dan koleksi etnografi era Mataram Islam. Itu membingkai kisah sosial ekonomi politik seni sejarah dan budaya Jawa, terutama kisah para putri di kraton Mataram yang tidak banyak diketahui. Di dalam museum ini kami dilarang untuk mengambil foto. Mungkin ini dikarenakan agar kita dapat bercerita kepada teman-teman dan mereka tertarik datang menyaksikan sendiri keindahan museum ini tanpa sebelumnya melihat dari foto.

Waktu pun dengan cepat berlalu dan tanpa terasa sudah waktunya kami memulai Lava Tour. Puluhan mobil jeep sudah menunggu di pintu keluar Museum Ullen Sentalu untuk membawa kami ke kaki Gunung Merapi. Kami cukup khawatir karena sebagian besar peserta tour kali ini berusia 45 ke atas. Sedangkan lava tour ini cukup menantang karena perjalanan menggunakan jeep ini melalui jalanan yang rusak dan juga sempit. Belum lagi jalanan yang dilalui sangat berdebu sehingga kami semua sudah dibekali masker yang wajib digunakan selama tour ini.

Pemberhentian pertama dalam lava tour adalah Museum Mini Sisa Hartaku. Dalam museum ini dipamerkan semua sisa-sisa dari barang-barang yang hancur terkena debu vulkanik. Mulai dari hewan ternak, kendaraan, peralatan dapur,barang elektronik, pakaian dan lain sebagainya. Semua hancur bagai debu dikarenakan panasnya abu vulkanik yang menerpa desa di sekitara kaki gunung Merapi. Setelah melihat-lihat museum ini pun kami melanjutkan perjalanan melihat yang warga sekitar sebut dengan Batu Alien. Disebut demikian dikarenakan jika dilihat dari satu sisi akan nampak sesosok wajah. Batu ini juga berukuran sangat besar. Selain melihat batu alien di lokasi ini juga dapat terlihat pemandangan sangat indah dari Gunung Merapi. Setalah puas berfoto di lokasi ini, kami pun melanjutkan perjalanan ke lokasi terakhir dari lava tour yaitu bunker atau tempat perlindungan. Disini kami dapat melihat bagian dari tempat berlindung saat bencana merapi datang. Sebuah ruangan bawah tanah yang sempat tertutup lava setinggi empat meter yang menurut informasi tour guide kami, dalam ruangan tersebut terasa seperti di dalam oven. Setelah melihat bunker, maka berakhir lah lava tour ini. Sangat mengesankan menyaksikan sisa dari letusan Gunung Merapi yang dahsyat ini.

Sekembalinya dari Lava Tour perut kami pun sudah sangat kelaparan. Meskipun badan terasa sangat lengket dan rambut kaku dikarenakan debu yang menempel sisa dari lava tour, kami menyempatkan diri untuk makan malam di Jejamuran. Restoran yang unik karena seluruh menu yang disajikan terbuat dari jamur. Sangat cocok untuk mereka yang vegetarian.

Setelah puas berkeliling maka kami pun check in di Hotel untuk beristirahat dan membersihkan diri. Namun beberapa peserta masih belum merasa lelah sehingga mereka pun berjalan kaki menuju Malioboro. Untungnya lokasi hotel kami berada sangat dekat dengan Malioboro sehingga cukup 5 menit kami sudah tiba di lokasi wisata yang sangat populer di Yogyakarta ini. Maka dengan ini berakhirlah perjalanan hari pertama kami di Yogyakarta. Dengan hati gembira dan badan yang lelah kami beristirahat untuk melanjutkan perjalanan kami di hari kedua.

Dibuka dengan sarapan di Hotel yang terasa sangat nikmat, kami akan memulai petualangan kami pada hari kedua di Yogyakarta. Lokasi pertama yaitu Goa Pindul. Menyusuri Goa Pindul dengan duduk di atas ban karet merupakan pengalaman pertama bagi seluruh peserta tour kali ini. Sambil duduk di atas ban menyusuri air yang sangat tenang sehingga kami harus ditarik oleh tour guide agar dapat bergerak maju, kami menyaksikan indahnya stalaktit dan stalakmit yang ada di dalam Goa Pindul. Goa Pindul terbagi menjadi 3 area yaitu area terang, area remang-remang dan area gelap abadi. Goa Pindul juga masih dihuni oleh banyak kelelawar pemakan buah-buahan dan biji-bijian. Dikarenakan goa ini tidak terlalu besar maka menyusuri Goa Pindul terasa sangat cepat.

Lokasi berikutnya adalah menyusuri Kali Oyo. Masih di lokasi yang tidak terlalu jauh dari Goa Pindul, dengan naik ke atas mobil pick up kami berpindah ke lokasi Kali Oyo. Sungai ini juga sangat tenang sehingga para peserta tidak perlu khawatir akan terbawa arus atau terbalik dari ban. Sambil menikmati indahnya batu-batuan di pinggiran kali. Hijaunya rumput dan pohon-pohon serta banyaknya air terjun mini di pinggir Kali Oyo, kami sangat menikmati keindahan alam yang masih asri ini.

Setelah mandi dan membersihkan diri juga kami tidak lupa mengisi perut yang sudah lapar, lokasi berikutnya adalah tempat kerajinan perak dan juga batik. Lokasi kegemaran para ibu-ibu yang setelah melihat batik maka mereka langsung berbelanja dengan gembiranya. Tanpa terasa waktu berlalu sehingga kami sudah harus melanjutkan perjalanan kembali untuk mengisi perut kembali di Sendang Ayu.

Perjalanan kami pun berlanjut setelah makan kami pergi menuju Candi Prambanan untuk menyaksikan pertunjukan sendratari Ramayana. Menyaksikan cerita mengenai legenda Ramayana yang dikemas dengan sangat indah dalam tari-tarian, kami pun terpesona menyaksikannya. Dibantu juga dengan tata cahaya yang modern dan efek-efek yang menakjubkan kami dibuat terkagum-kagum oleh Sendratari Ramayana ini. Juga didukung latar belakang yang indah yaitu Candi Prambanan pada malam hari yang menyala disinari cahaya.

Hari pun sudah malam dan sudah tiba waktunya kami kembali ke hotel. Namun sebelum kembali ke hotel, panitia membagikan souvenir berupa pajangan wayang yang indah sebagai kenang-kenangan.

Hari ketiga, hari utama dari seluruh rangkaian tour ini yaitu menyaksikan peresemian Candi Sangharaja dan juga perayaan Kathina di Vihara Mendut. Pagi-pagi kami sudah berangkat ke Vihara Mendut yang sudah ramai oleh pengunjung. Duduk menyaksikan untuk pertama kalinya Candi akhirnya dibuka untuk umum. Candi Sangharaja ini dibuat untuk menghormati Sangharaja yang telah menjadi guru dari banyak Bhikkhu. Candi yang indah yang dibuat dengan banyak bantuan umat dan juga dari para Bhikkhu yang menyumbangkan rupang Buddha. Setelah diresmikan, maka kami dapat masuk ke dalam area candi dan juga melakukan puja di depan Candi Sangharaja.

Setelah acara peresmian selesai, maka tiba pula waktunya perayaan Kathina. Mendengarkan Dhamma dari Bhante Pannyavaro Mahathera. Para umat dengan hikmat mendengarkan wejangan dari Bhante. Dan pada akhir acara para umat menyerahkan persembahan dana kepada para Bhikkhu.

Maka dengan berakhirnya perayaan Kathina ini, hamper berakhir juga perjalanan tour kami ini. Namun belum lengkap rasanya jika sudah ke Yogyakarta namun belum membeli bakpia sebagai oleh-oleh. Maka dalam perjalanan kami menuju Bandara Adisucipto, kami menyempatkan diri mampir ke toko bakpia untuk membeli oleh-oleh. Setelah puas berbelanja oleh-oleh, maka ini saatnya kami menuju bandara dan pulang ke kota kami masing-masing.

Kekhawatiran yang sempat kami rasakan dikarenakan sebagian peserta adalah ibu-ibu sudah terbayar dengan melihat para peserta yang sangat gembira ikut serta dalam tour ini. Meskipun banyak kegiatan yang sebelumnya tidak terpikir akan dilakukan oleh mereka seperti Lava Tour dan juga menyusuri Goa Pindul dan Kali Oyo. Namun mereka sangat gembira akan pengalaman dari tour kali ini.

Maka akhir kata, terima kasih bagi para peserta dan juga panitia yang sudah bekerjasama dengan baik. Mohon maaf kepada peserta tur apabila terdapat kekurangan.Semoga kedepannya dapat kami perbaiki.

Semoga dengan acara ini PATRIA dapat terus aktif berkarya dalam Dhamma.  

 

Buku SMB

coversmb

Dapatkan ebook untuk Sekolah Minggu Buddhis. Ukuran file 51 Mb.

 

Login Form

Info untuk Sei Humas

User name dan password pada web lama sudah tidak berlaku. Situs ini hanya bisa diakses oleh Sei Humas dari DPD/DPC, bagi sei humas yang belum memiliki akses silakan mengirim email ke web master. Silakan cek email kamu (folder Junk/Spam) untuk melihat user name dan password yang telah kami kirim.

  

Ukuran foto artikel adalah lebar 1024 pixel dgn tinggi menyesuaikan, bila kamu punya akun fb, silakan upload foto tsb ke album foto di akun fb mu, sehingga memudahkan kami dalam menggunakannya.