Ulang Tahun

besok
widarsana (33) offline
Sisa 2 hari
ngo susan (19) offline
Sisa 4 hari
Eris (28) offline
OGUN (37) offline
rudtar (36) offline
Sisa 5 hari
bangun_pw (24) offline
effendy (37) offline
Sisa 7 hari
Ruddy (18) offline
Sisa 10 hari
andi (24) offline
jfs_7 (30) offline
Sisa 11 hari
Steven (25) offline
Sisa 12 hari
triwied (28) offline
Sisa 13 hari
lita_chen (22) offline
Sisa 15 hari
delima259 (34) offline
hui_chen (24) offline
Sisa 17 hari
jinaputto (31) offline
Sisa 18 hari
Lina (26) offline
Sisa 19 hari
rudi (23) offline
Sisa 21 hari
Sisa 24 hari
radenivan (20) offline
Lendy (21) offline
Sisa 25 hari
Putta (18) offline
Sisa 26 hari
H3ndr4c (21) offline
Sisa 27 hari
Rudy (24) offline
Sisa 28 hari
Atung (24) offline
Oti (22) offline
dewi_btm (30) offline
Sisa 30 hari
squid200 (29) offline

Pesan Singkat

Pesan terbaru: 1 hari, 7 jam lalu
  • FraNkY WijaY : Siap2 DPC Patria TARAKAN.. Kami Datang^o^
  • Ronny Julian : malem smua...^.^
  • lina zhou : Iya, Anumodana yah....^^
  • lim yohanes : teman2 semua kalau ada FB add gw yah di lim_yohanes@yahoo.com thank you :)
  • lim yohanes : hai temen2 :)
  • fery go : slamat malam smua...
  • Benny Pangad : Dijual Nikon D70+Lensa Nikon 50mm f/1.8 D + 2 battry ori + CF 1GB = 3,2 jt. Hub:benny 081331363456
  • Ronny Julian : saya dukung bget ne buat dpc samarinda
  • FraNkY WijaY : siap siap^o^ SAMARINDA unk mempringati 17agustus hari kemerdekaan^^ DPC Samarinda mengadakan Lomba Bulutangkis pd tgl 22 & 29. sakaligus unk menigkatkan ketangkasan para pemain bulutangkis khususnya umat Budda samarinda Agar terus tetap berlaga di laga Porseni Mendatang^o^One Spirit-One Dhamma
  • Ronny Julian : selamat malam^.^
  • Ronny Julian : salam
  • Ronny Julian : ayo semangat bwt PATRIA JAKARTA...
  • Tanagus Dhar : Aduh derawan...rasanya ga kuat nich...mau ikutan jg hehehe
  • Ronny Julian : ok laporan di terima bos tongky...
  • FraNkY WijaY : ketua rombongan PATRIA samarinda melapor^^ yg ikut dari samarinda ke derawan udah 34org di perkirakan akan meninggkat^o^
  • FraNkY WijaY : ketua rombongan PATRIA samarinda melapor^^ yg ikut ke dari samarinda ke derawan udah 34org di perkirakan akan meninggkat^o^
  • Ronny Julian : berbahagia lah selalu
  • endy chandra : met ultah for ko jimmy(Bjm)... suksess yccc
  • Vijjanando T : gak ada yag online kah?
  • Ronny Julian : oh yah ko,maaf...hehehe

Hanya anggota yang terdaftar bisa menulis pesannya disini

User Login

User Online

Tidak ada yang Online

Total Member

516 terdaftar
Kasmaran PDF Print E-mail
Written by Disadur dari buku : Membuka Pintu Hati - AJAHN BRAM   
Rabu, 25 Maret 2009 13:52
Saat kita sedang mabuk cinta, kita hanya melihat "bata bagus" di tembok pasangan kita. Itulah yang ingin kita lihat, jadi itulah yang kita lihat. Kita ini suka menyangkal. Pada kemudian hari, ketika kita menghadap pengacara untuk mengurus perceraian, kita hanya melihat "bata jelek" di tembok pasangan kita. Kita terbutakan oleh sifat-sifat yang tidak kita sukai. Kita tidak ingin melihat itu, jadi kita tidak melihatnya. Lagi-lagi kita menyangkal.

Apa sebabnya kasmaran dapat terjadi di keremangan cahaya klab malam, atau di keintiman makan malam dengan cahaya lilin, atau pada suatu malam di bawah sinar rembulan? Itu karena, pada situasi-situasi tersebut, Anda tak dapat melihat jelas jerawatnya, atau gigi palsunya. Dan di bawah remang cahaya, khayalan kita terbang bebas mengkhayalkan wanita di hadapan Anda sebagai supermodel, atau pria itu kelihatannya seperti bintang film. Kita ini menyukai fantasi, dan kita berfantasi dalam bercinta. Setidaknya kita jadi tahu apa yang kita lakukan.

Para bhikkhu tidak ada dalam percintaan bercahaya lilin, tetapi mereka menyalakan cahaya realita. Jika Anda ingin bermimpi, jangan mengunjungi vihara. Pada tahun pertama saya sebagai bhikkhu di Thailand timur laut, saya bepergian dengan mobil, duduk di belakang bersama seorang samanera (bakal bhikkhu) dan seorang bhikkhu Barat, beserta Ajahn Chah, guru saya, yang duduk di samping sopir. Ajahn Chah tiba-tiba menoleh ke belakang, memandang ke samanera Amerika yang duduk di sebelah saya, lalu mengatakan sesuatu dalam bahasa Thai. Si bhikkhu ketiga yang fasih berbahasa Thai lantas menerjemahkan perkataan Ajahn Chah, "Ajahn Chah bilang bahwa kamu sedang memikirkan pacarmu di L.A. sana."

Rahang si samanera muda seolah copot ke lantai mobil saking kagetnya. Ajahn Chah telah membaca pikirannya dengan akurat. Ajahn Chah tersenyum, dan kata-kata berikutnya diterjemahkan sebagai, "Jangan khawatir. Kita bisa mengatasi itu. Lain kali kalau kamu menulis surat kepada si dia, mintalah dia mengirimkan sesuatu yang pribadi buatmu, sesuatu yang paling erat berkaitan dengannya, yang bisa kamu bawa-bawa ketika kamu rindu kepadanya, untuk mengingatkan kamu akan dirinya."

"Apa itu boleh bagi seorang bhikkhu?" tanya sang samanera dengan terkejut.

"Tentu saja," kata Ajahn Chah.

Barangkali para bhikkhu memahami soal percintaan setelah ini.

Apa yang dikatakan oleh Ajahn Chah berikutnya memerlukan waktu yang lama untuk diterjemahkan, sebab si penerjemah harus menghentikan tawa dan menenangkan dirinya dulu.

"Ajahn Chah bilang..." si penerjemah berjuang menahan tawa untuk mengeluarkan kata-kata berikut, sembari menghapus air mata geli dari matanya. "Ajahn Chah bilang kamu harus minta si dia untuk mengirimkan sebotol tahinya. Lalu kapan pun kamu merasa kangen dengannya, kamu bisa mengambil dan membuka botol itu!"

Ya, itu kan sesuatu yang pribadi. Dan saat kita mengungkapkan cinta kepada pasangan kita, bukankah kita sering mengatakan bahwa kita mencintai segala sesuatu dari dirinya? Nasihat yang sama juga berlaku bagi seorang biarawati yang kangen pada cowoknya.

Sudah saya katakan, jika Anda menginginkan fantasi asmara, minggat saja dari vihara kami.
Comments
Search
nanda   |Registered |2009-04-25 17:31:44
avatar
bagusbagusbagus...
Hanya anggota yang terdaftar dapat menulis komentarnya!
Powered by Patria

WEb design oleh Benny Pangadian www.mypotret.com 0813 3136 3456."

 

Gallery

Bursa Online

jas180
buku4
Kajian Tematis Agama Kristen & Agama Buddha, Edisi Kedua, Harga 200 rb

Renungan harian

Seseorang yang hidupnya tidak ditujukan pada hal-hal yang menyenangkan, yang indrianya terkendali, sederhana dalam makanan, penuh keyakinan serta bersemangat; maka Mara (Penggoda) tidak dapat menguasai dirinya, bagaikan angin yang tak dapat menumbangkan gunung karang.

Yamaka Vagga/Syair Berpasangan
Dhammapada 8