|
Bahagia sebagai umat Buddha |
|
|
|
|
Written by Eric Susilo
|
|
Wednesday, 25 March 2009 13:39 |
|
Namo Buddhaya semuanya, umat Buddha adalah umat yang berbahagia, yang pertama karena memiliki guru besar yang mulia dibandingkan guru lainnya. Pangeran Gotama dilahirkan di dunia ini untuk menjadi SammasamBuddha yang tujuannya untuk membabarkan Dhamma kepada semua makhluk. Beliau sendiri termasuk rohaniwan besar yang paling aktif berkebajikan selama hidupnya dibandingkan rohaniwan yang lainnya. Beliau sendiri memiliki tanda-tanda kelahiran yang sempurna. Guru mulia sendiri memiliki kebajikan yang tiada tara banyaknya. Kebiasaan Sang Buddha adalah bermeditasi, menyadarkan orang jahat seperti Angulimala, membabarkan Dhamma kepada semua makhluk, dan lain-lain. Bahkan Beliau membimbing semua muridNya dengan baik. Banyak muridNya yang mencapai tingkat kesucian Arahat. Saat ini kita mengetahui bahwa yang mencapai arahat adalah Sang Buddha beserta murid-muridNya, Bhikkhu di Thailand seperti Yang Mulia Acariya Maha Boowa Nannasampanno, dan lain-lain.
Yang kedua memiliki ajaran yang diwariskan oleh Sang Buddha yakni ajaran 8 jalan tengah/jalan Nibbana. Ajaran ini sungguh sempurna dibandingkan dengan ajaran yang lainnya. Ajaran ini berguna untuk semua umat Buddha, tinggal kita mempraktekannya. Beliau juga mengajarkan cara bermeditasi untuk merealisasi Nibbana. Beliau sendiri tidak memiliki guru untuk membina dirinya sendiri, ini terbukti Beliau memiliki kemampuan yang luar biasa untuk menemukan jalan/cara terbebas dari tumimbal lahir. Yaitu dengan cara melaksanakan semua bagian dari 8 jalan tengah. Tentunya Sang Buddha juga membabarkan sutra tentang sebab akibat. Pada intinya bila berbuat baik maka akibatnya juga baik/bahagia, sebaliknya bila berbuat buruk/jahat maka akibatnya buruk/menderita. Ajaran ini umat Buddha yang memiliki, sehingga kita bisa berbahagia karena memiliki ajaran yang sempurna ini. Dikatakan "Ajaran Buddha seperti awan yang besar, yang dengan setetes hujan, semua bunga manusia dapat berbuah" (LOTUS SUTRA 5).
Yang ketiga memiliki perlindungan kekuatan Dhamma dari Sang Buddha hingga saat ini. Dhamma sendiri adalah ajaran, kejadian, hukum penting yang dipraktekkan kita semua agar sesuai dengan tatanan alam. Dari kekuatan semua makhluk hanya kekuatan Dhamma SammasamBuddha-lah yang paling tinggi. Dengan Dhamma semua makhluk hidup berbahagia. Inilah yang diwujudkan oleh Sang Buddha. Sekarang kita sebagai muridnya tentu harus meneruskan perjuangan Beliau, agar mencapai sesuai yang diharapkan. Namun perjuangan itu membutuhkan semangat juang seperti Beliau yang lakukan. Sebagai murid juga harus melaksanakan Dhamma untuk kepentingan diri sendiri dan semuanya. Dengan Dhamma didukung pula untuk berkebajikan agar semuanya berbahagia. Berkebajikan tidak hanya sekali atau dua kali saja, akan tetapi sering-sering berkebajikan seperti Sang Buddha.
Yang keempat agama Buddha adalah agama yang tertua di seluruh dunia dibandingkan agama lainnya. Sang pelopor agama ini adalah Guru kita sendiri. Agama ini masih bertahan hingga saat ini dan di masa yang akan datang. Banyak orang berdatangan untuk mempelajari agama Buddha dan melaksanakan ajaran dari Sang Buddha. Ini terbukti perkembangan agama Buddha tidak akan pernah berhenti begitu saja. Ajaran Buddha itu dapat dibuktikan dengan nyata. Agama Buddha itu kaya akan pengetahuan. Namun sebagai umat Buddha bukan hanya melihat agama Buddha sebagai pengetahuan saja, melainkan lebih memraktekkan Dhamma dengan sungguh-sungguh. Dengan sungguh-sungguh melaksanakan Dhamma itu dapat mencapai Nibbana. Mencapai Nibbana tentu saja hati damai dan bahagia sekali. Semoga artikel Dhamma ini bermanfaat bagi pembaca. Semoga semua makhluk hidup berbahagia.
|
|
E-Magazine
Buku Pulau Cahaya Terang
Donasi
Salurkan donasi Anda melalui Rek BCA PATRIA
PATRIA : 413-300-6691
Anak Asuh : 003-300-8870
Kaos Batik
 Harga Rp. 65.000,- Hub Dodi 081330603724 Rek BII: 1-198-16542-5 an: Selvia Kurniawan
|