Banner

Ulang Tahun

Sisa 2 hari
hery_kho (28) offline
Sisa 3 hari
sonyvaio (20) offline
Sisa 4 hari
Kaukau (19) offline
Sisa 5 hari
aliang (24) offline
Sisa 6 hari
tho (22) offline
tholie (23) offline
deeunna (20) offline
Sisa 7 hari
Rika (22) offline
Sisa 8 hari
Sisa 9 hari
Ageis (27) offline
Sisa 10 hari
RetyChang (26) offline
go_ellena (31) offline
Sisa 11 hari
Sisa 16 hari
Sam (40) offline
Sisa 17 hari
Hum4nT0rch (30) offline
Sisa 18 hari
kimta (23) offline
Lia (23) offline
Sisa 20 hari
jgoi (35) offline
Sisa 22 hari
Sisa 23 hari
Agus (30) offline
Sisa 24 hari
Dwi Qpiex (24) offline
Sisa 29 hari
Agus Sinyo (28) offline

Pesan Singkat

Pesan terbaru: 4 hari, 6 jam lalu
  • Benny Pangad : Ronny, bila tulis disini jgn kepanjangan, lha ini kan pesan singkat jadi pendek aja, gitu :)
  • Benny Pangad : Selamat datang Lina Zhou.
  • Ronny Julian : tolong alamat yah di cantumkan juga,bisa di kirimkan ke email saya...
  • Ronny Julian : kira2 sapa mw daftar yah,kmi mw kirimkan poster bersama undangan yah...
  • Ronny Julian : bwt kwan2 patria di jakarta kmi buat acara tour derawan...
  • lina zhou : Namo Buddhaya
  • lina zhou : Namo Buddhaya
  • Benny Pangad : met ultah buat bang Jimmy
  • Megawati Cha : teman2 DPP, terutama bidangnya olahraga ( c Cahya dkk), mau nanya niiih... eksibisi basket yg buat porseni thu gimana y maksudnya?? tq before.. ^^
  • ervan : @admin: laporan kegiatan DPC Sampit sdh dikirim ke humaspublikasi@patria.or.id
  • ervan : @ko Benny: laporan akan kita kirim ulang deh. sebenarnya sdh kita kirim tgl 19 Juli.
  • Benny Pangad : @ervan....DPC Sampit belum kirim beritanya, ditunggu ya
  • ervan : @admin: laporan kegiatan DPC Sampit sdh diterima atau belum?
  • Benny : Semoga semua makhluk hidup terbebaskan dari derita dan semoga semuanya senantiasa berbahagia,...sadhu,...sadhu,...sadhu
  • Benny : SABBE SATTA SABBA DUKKHA PAMUCCANTU – SABBE SATTA BHAVANTU SUKHITATA
  • Benny : Terima Kasih Temen- Temen Namo Buddhaya
  • Benny : Ditunggu ya kabar berita yg bagus, Kita harus giat membabarkan dhamma kepada temen kita supaya mereka tahu tujuan dari kehidupan kita sekarang.
  • Benny : Kalau temen temen dan saudara-saudari ada kata kata mutiara tolong sms ke no 081396322288 atau ke email gue bm_motorparts@yahoo.co.id
  • Benny : Namo Buddhaya juga Mr Frans Cahyo. Asalnya darimana ? Udah ikutan patria ditempat kamu ga ? Ada kata kata mutiara ga ? Kata-kata yang bisa membangkitkan dan menyadarkan kita semua ?
  • Benny : Thank you Mr benny pangad. Apa ada berita bagus dengan perayaan patria dimedan ?

Hanya anggota yang terdaftar bisa menulis pesannya disini

User Login

User Online

Tidak ada yang Online

Total Member

511 terdaftar
Kisah Ayuvaddhanakumara PDF Print E-mail
Written by Tanagus Dharmawan   
Kamis, 04 Maret 2010 10:02
Dhammapada
BAB VIII. SAHASSA VAGGA - Ribuan
(109) 
Ia yang selalu menghormati dan menghargai orang yang lebih tua,
empat hal akan bertambah, yaitu umur panjang, kecantikan, kebahagiaan, dan kekuatan.
Dhammapada Atthakatha :
Kisah Ayuvaddhanakumara
Suatu waktu terdapat dua orang pertapa yang tinggal bersama, mempraktekkan pertapaan yang keras (tapacaranam) selama 48 tahun lamanya. Kemudian, satu di antara dua pertapa itu meninggalkan kehidupan bertapa dan menikah. Setelah seorang anak laki-lakinya lahir, keluarga tersebut mengunjungi pertapa tua temannya dan memberi hormat kepadanya. Kepada kedua orang tua anak itu, sang pertapa berkata "Semoga kalian panjang umur", tetapi dia tidak berkata apa-apa kepada si anak.
Kedua orang tua tersebut bingung dan menanyakan kepada pertapa, apakah alasannya ia tidak berkata apa-apa kepada anak itu. Sang pertapa berkata kepada mereka bahwa anak tersebut hanya akan hidup tujuh hari lagi dan ia tidak tahu bagaimana untuk mencegah kematiannya, tetapi Buddha Gotama mungkin tahu bagaimana cara mencegahnya.
Kemudian orang tua tersebut membawa anaknya menghadap Sang Buddha, ketika mereka memberi hormat kepada Sang Buddha, Beliau juga berkata "Semoga kalian panjang umur" hanya kepada kedua orang tua itu dan tidak kepada anaknya. Sang Buddha juga memperkirakan kematian akan datang pada anak itu. Untuk mencegah kematiannya, Sang Buddha berkata kepada orang tua itu agar mereka membangun paviliun di depan pintu masuk rumahnya dan meletakkan anak tersebut pada dipan di dalam paviliun. Kemudian beberapa bhikkhu diundang ke sana untuk membaca paritta selama tujuh hari. Pada hari ketujuh Sang Buddha sendiri datang ke paviliun itu. Para dewa dari seluruh alam semesta juga datang. Pada waktu itu raksasa Avaruddhaka berada di pintu masuk, menunggu kesempatan membawa anak itu pergi. Tetapi kedatangan para dewa menyebabkan raksasa tersebut hanya dapat menunggu di suatu tempat yang jauhnya 2 yojana dari anak tersebut. Sepanjang malam, pembacaan paritta dilaksanakan tanpa henti, sehingga melindungi anak tersebut. Hari berikutnya, anak tersebut diambil dari dipan dan melakukan penghormatan kepada Sang Buddha. Kali ini, Sang Buddha berkata "Semoga kamu panjang umur" kepada anak tersebut. Ketika ditanya berapa lama anak tersebut akan hidup, Sang Buddha menjawab bahwa ia akan hidup selama seratus dua puluh tahun. Kemudian anak itu diberi nama Ayuvaddhana.
Ketika anak tersebut remaja, ia pergi berkeliling negeri dengan disertai lima ratus orang pengikut. Suatu hari mereka datang ke Vihara Jetavana, para bhikkhu mengenalinya, dan bertanya kepada Sang Buddha, "Dengan melaksanakan apa seseorang bisa berumur panjang?" Sang Buddha menjawab, "Dengan menghormati dan menghargai yang lebih tua, yang memiliki kebijaksanaan serta kesucian, niscaya seseorang akan memperoleh tidak hanya umur panjang, tetapi juga keindahan, kebahagiaan, dan kekuatan."
Kemudian Sang Buddha membabarkan syair berikut:
"Abhivadanasilissa
niccam vuddhapacayino
cattaro dhamma vaddhanti
ayu vanno sukham balam."
Ia yang selalu menghormati dan menghargai orang yang lebih tua,
empat hal akan bertambah, yaitu umur panjang, kecantikan, kebahagiaan, dan kekuatan.
Setelah khotbah berakhir, Ayuvaddhana dan 500 pengikutnya mencapai tingkat kesucian sotapanna.
Comments
Search
Hanya anggota yang terdaftar dapat menulis komentarnya!
Powered by Patria

WEb design oleh Benny Pangadian www.mypotret.com 0813 3136 3456."

Last Updated on Rabu, 10 Maret 2010 08:23
 

Gallery

Bursa Online

jas180
tematis180

Renungan harian

Mereka yang menganggap ketidakbenaran sebagai kebenaran, dan kebenaran sebagai ketidakbenaran, maka mereka yang mempunyai pikiran keliru seperti itu, tak akan pernah dapat menyelami kebenaran.

Yamaka Vagga/Syair Berpasangan
Dhammapada 11