|
Kisah Para Wanita yang Melaksanakan Atthasila |
|
|
|
|
Written by Tanagus Dharmawan
|
|
Selasa, 29 Juni 2010 12:39 |
|
Suatu ketika lima ratus wanita dari Savatthi berkunjung ke Vihara Pubbarama untuk melaksanakan tekad peraturan moral uposatha. Pendiri vihara itu, Visakha yang terkenal, bertanya kepada kelompok-kelompok wanita itu mengapa mereka datang untuk melaksanakan kewajiban hari uposatha.
Visakha memperoleh jawab berbeda-beda dari kelompok-kelompok wanita yang berbeda jenjang usianya, karena mereka datang dengan alasan yang bermacam-macam.
Kelompok wanita yang usianya sudah tua melaksanakan kewajiban hari uposatha karena berharap memperoleh keuntungan/rejeki dan kebahagiaan surgawi lahir kembali sebagai dewa setelah meninggal dunia.
Kelompok wanita usia setengah baya karena tidak ingin tinggal bersama dalam satu rumah dengan istri lain dari suami mereka.
Kelompok wanita yang baru menikah berharap mendapatkan anak pertama laki-laki, dan kelompok wanita yang belum menikah berharap bisa menikah dengan suami yang baik.
|
|
Last Updated on Kamis, 08 Juli 2010 16:51 |
|
Read more...
|
|
|
Written by Laurensius Widianto
|
|
Senin, 15 Maret 2010 11:06 |
 Teman baik adalah salah satu harta yang paling berharga dan tidak dapat dinilai dengan materi apapun di dunia ini. Umumnya seseorang memiliki beberapa teman baik dimana mereka dapat berbagi bersama dalam suka dan duka. Mereka adalah tempat kita pergi saat kita dalam kondisi yang sulit, tempat pernaungan dan perlindungan dalam kondisi kesengsaraan kita saat itu. Sahabat baik adalah harta terbaik yang kita miliki selain keluarga. Bagaimana pandangan Sang Buddha dalam hal ini? Teman baik seperti apa yang harus kita miliki? Apa keuntungan memiliki sahabat baik? Adakah contoh kisah manfaat memiliki teman baik yang terjadi di jaman Sang Buddha kala itu? Mengapa kita harus memiliki sahabat baik?
|
|
Read more...
|
|
Written by Tanagus Dharmawan
|
|
Kamis, 04 Maret 2010 10:02 |
|
Dhammapada
BAB VIII. SAHASSA VAGGA - Ribuan
(109)
Ia yang selalu menghormati dan menghargai orang yang lebih tua,
empat hal akan bertambah, yaitu umur panjang, kecantikan, kebahagiaan, dan kekuatan.
Dhammapada Atthakatha :
Kisah Ayuvaddhanakumara
Suatu waktu terdapat dua orang pertapa yang tinggal bersama, mempraktekkan pertapaan yang keras (tapacaranam) selama 48 tahun lamanya. Kemudian, satu di antara dua pertapa itu meninggalkan kehidupan bertapa dan menikah. Setelah seorang anak laki-lakinya lahir, keluarga tersebut mengunjungi pertapa tua temannya dan memberi hormat kepadanya. Kepada kedua orang tua anak itu, sang pertapa berkata "Semoga kalian panjang umur", tetapi dia tidak berkata apa-apa kepada si anak.
|
|
Last Updated on Rabu, 10 Maret 2010 08:23 |
|
Read more...
|
|
|
Apa yang dapat kita lakukan sebagai pemuda-pemudi Buddhis? |
|
|
|
|
Written by Ervan Setiawan
|
|
Selasa, 29 Desember 2009 12:03 |
 Setiap manusia mengalami kelahiran, tumbuh dan berkembang, ketuaan, dan berakhir dengan kematian. Ketika kita masih dalam masa balita, masa kanak-kanak, hingga masa remaja, kita mulai mendapat pelajaran tentang kehidupan entah berupa nasihat, wejangan, pendidikan, hingga proses belajar secara alamiah. Bagi seorang Buddhis, kita mendapatkan Dhamma sebagai dasar Ajaran Sang Buddha. Dhamma yang diajarkan oleh orang tua, romo/ramani, guru, teman, maupun bhikkhu. Dhamma merupakan sebuah pondasi atau akar dalam mempelajari Ajaran Sang Buddha. Dhamma yang kita dapatkan seringkali berupa nasihat atau wejangan dimana kita memerlukan realisasi nyata dalam penerapannya di kehidupan kita. Setelah mendapatkan Dhamma, kita seringkali lupa atau kesulitan untuk menentukan waktu yang tepat merealisasikannya secara benar.
|
|
Last Updated on Selasa, 29 Desember 2009 12:30 |
|
Read more...
|
|
Written by Tanagus Dharmawan
|
|
Jumat, 20 November 2009 09:01 |
 Sumber : http://indonesiamedia.com/2009/11/05/sikap-seorang-umat/
Sikap Seorang Umat
Oleh : YM. Sri Pannavaro Mahathera.
Prolog :
Bagaimana menjadi umat Buddha yg baik? Apakah yg harus diperhatikan dan dilakukan? Pertanyaan yg sederhana dan sering ditanyakan oleh seseorang yang tertarik kepada Agama Buddha.
Jawaban :
Menjadi umat Buddha, syarat yang pertama sekali, bukan harus bisa membaca paritta dalam bahasa Pali, yang mungkin sukar untuk dibaca pertama kali. Bukan pula harus mempunyai altar dengan patung Buddha yang indah dirumah. Meskipun membaca paritta dan punya latar adalah suatu hal yg sangat baik. Yang pertama kali harus dilakukan adalah HARUS SIAP DAN BERANI MENGUBAH CARA BERFIKIR. Seorang umat Buddha akan ditandai dengan cara berfikir yang Buddhistis — cara berfikir Dhamma — adalah kita dihadapkan pada kenyataan yang ‘telanjang’ yang terus terang; kenyataan itu sering tidak cocok dengan selera kita. Namun dengan menghadapi kenyataan dengan APA ADANYA ini akan membuat kita menjadi dewasa dan bijaksana.
|
|
Last Updated on Jumat, 20 November 2009 09:08 |
|
Read more...
|
|
|
|
|
<< Start < Prev 1 2 3 Next > End >>
|
|
Page 1 of 3 |