Dhamma
Mari kita lihat Batin kita masing-masing PDF Print E-mail
Written by Tanagus Dharmawan   
Wednesday, 30 March 2011 22:04
Oleh Shwe U Min Sayadaw (Burma/Myanmar)

Umumnya orang menjadi baik ketika orang2 disekitarnya baik. Tetapi menjadi baik hanya saat orang lain baik terhadap anda bukanlah sifat sejati seorang manusia bajik. Seorang manusia bajik adalah seseorang yang benar-benar berbudi luhur tak peduli bagaimana tingkah laku orang-orang disekitarnya; apakah baik atau buruk. Itulah manusia bajik sejati.

Read more...
 
Wanita di Buddhisme (Tanya jawab) PDF Print E-mail
Written by Tanagus Dharmawan   
Wednesday, 30 March 2011 21:50
Oleh Chatsumarn Kabilsingh Ph.D
Kutipan dari http://indonesianbuddhistsociety.wordpress.com

Pertanyaan 1

Saat Ratu Maha Pajapati meminta Sang Buddha untuk mengijinkannya masuk ke Persamuhan, mengapa Sang Buddha semula ragu tetapi kemudian mengijinkannya?

Bagi Anda yang tertarik dengan penabhisan wanita, ini adalah pertanyaan yang paling menjadi teka-teki, yang mana membutuhkan pemahaman kontekstual yang mendalam.
Read more...
 
Kisah Dua Orang Sahabat PDF Print E-mail
Written by Wahyudi   
Sunday, 13 March 2011 23:34
Dua SahabatSuatu ketika terdapat dua orang sahabat yang berasal dari keluarga terpelajar, dua bhikkhu dari Savatthi. Salah satu dari mereka mempelajari Dhamma yang pernah dikhotbahkan oleh Sang Buddha, dan sangat ahli/pandai dalam menguraikan dan mengkhotbahkan Dhamma tersebut. Dia mengajar lima ratus bhikkhu dan menjadi pembimbing bagi delapan belas group dari para bhikkhu tersebut.
Last Updated on Monday, 14 March 2011 06:48
Read more...
 
Dua Belas Hutang Kamma Sang Buddha PDF Print E-mail
Written by Tanagus Dharmawan   
Wednesday, 09 March 2011 09:25
Sumber : http://filsafat.kompasiana.com/2011/01/09/dua-belas-hutang-kamma-sang-buddha/

altSebelum terlahir sebagai Siddharta Gotama, di kehidupan lampu Sang Buddha melakukan beberapa perbuatan yang buah kamma-Nya masih berbuah, meskipun Beliau telah mencapai Kebuddhaan. Itu-lah dasyhatnya Hukum Kamma, tak ada satu pun luput dari efek bekerjanya. Berikut beberapa contoh kejadian tersebut.

1. Fitnahan Sundari
Bakal Buddha adalah seorang pemabuk bernama Munali. Ia menuduh Pacceka Buddha bernama Surabhi dengan tuduhan kasar, “Orang ini adalah orang yang tidak bermoral yang menyenangi kenikmatan indria secara diam-diam.” Karena kejahatan ucapan-Nya, Beliau terlahir kembali di alam penderitan terus-menerus (Niraya). Dan dalam kehidupan terakhirnya sebagai Bhagavà, di depan umum Beliau difitnah oleh Sundari, petapa pengembara perempuan sebagai pencari kesenangan dan telah menjalin hubungan cinta dengannya.

Last Updated on Thursday, 10 March 2011 15:03
Read more...
 
EKONOMI BERKECUKUPAN DAN AJARAN SANG BUDDHA PDF Print E-mail
Written by Tanagus Dharmawan   
Tuesday, 23 November 2010 13:43

WAWANCARA

EKONOMI BERKECUKUPAN DAN AJARAN SANG BUDDHA

Wawancara dengan Y.M Phra Dr. Anil Sakya, Asisten Sekretaris dari Sangharaja Thailand dan Deputi Dekan, Fakultas Ilmu Social Universitas Buddhis Mahamakut

 

Q: Filosofi kecukupan ekonomi Yang Mulia Raja memiliki akar di dalam ajaran Jalan Tengah Sang Buddha, atau dapat dikatakan juga sebuah praktik yang tidak ekstrim. Bagaimana anda menjelaskan hal ini pada orang awam atau pada seorang non-Buddhis untuk dapat memahami gagasan ini?


Read more...
 
<< Start < Prev 1 2 3 4 Next > End >>

Page 1 of 4